Gadis Di Ujung Jalan

Gadis Di Ujung Jalan
Silaturahmi


__ADS_3

sekarang jarum jam menunjuk pukul 09.30 Wib. Tuan Malik dan nyonya sheyra sudah berada di pesantren milik kakak nya Abah Syarif dan Syifa. mereka lagi mengobrol santai di ruang keluarga saling bertukar kabar , berbagi nasehat. Tuan Malik dan nyonya sheyra mengatakan jika Aisya dan Adam pulang libur semester harus harus menginap di kota A, Jagan sampai hubungan Azzakia dan twin seperti ada jarak, beri kesempatan mereka untuk berkumpul sesama saudara nya, dan itu tentu saja sangat disetujui Umi dan Abah.


tepat pukul 12:15 seluruh penghuni pesantren sudah ada di masjid untuk melaksanakan sholat zhuhur, setelah sholat dilanjutkan doa dan zikir bersama, setelah itu para santri dan ustad serta ustazah kembali ke kelas mereka untuk melanjutkan proses belajar mengajar.


queen, Dady dan mom nya, serta Abah dan umi kini sudah kembali kekediaman Abah, mereka langsung makan siang bersama, setelah itu mereka kembali kumpul di ruangan keluarga.


Tuan Malik memulai pembicaraan," kak ,,,ini tolong sampaikan sedikit rejeki, kepada para santri dan ustadz serta ustazah untuk mereka" dan yang ini tolong digunakan untuk keperluan pesantren, tuan Malik menyerahkan koper berisi uang berwarna coklat kepada umi, dan kemudian tuan Malik juga menyerah kan amplop coklat kecil berisi cek.

__ADS_1


" masyaallah Lik, Kakak sangat bersyukur melihat mu, yang tak pernah lupa untuk berbagi atas rezeki yang kamu miliki, mereka pasti sangat senang menerima ini. insyaallah akan kakak sampaikan kepada mereka, dan untuk cek ini akan kakak gunakan untuk keperluan serta pembagunan panti asuhan yang berada dibawah naungan pesantren ini.


" ya..pesantren ini memang bukan pesantren negeri, pesantren ini milik keluarga turun temurun, yang sekarang menjadi milik Abah, pesantren ini memiliki fasilitas yang lengkap dengan gedung yang luas dan megah, tetapi dengan biaya pendidikan yang murah, selain itu di sebelah kanan pesantren ini juga berdiri panti asuhan Aisyah milik Abah yang baru berdiri sekitar 7 tahun yang lalu, panti asuhan yang dikhususkan untuk anak yatim piatu dan anak yang kurang mampu, mereka juga menjalani pendidikan di pesantren itu, jadi wilayah pesantren dan pantiasuhan milik Abah memang sangat luas.


Kaka memang menjadi panutan kami, saut nyonya sheyra, setiap keputusan yang kakak ambil selalu untuk kebaikan orang banyak. mungkin saat mas Malik sudah pensiun kami akan sering kesini.


kakak senang mendengarnya, kita bisa disini bersama sama, tidak perlu terlalu mengejar dunia, semakin kita menua, semakin kita mendekatkan diri kepada Allah " kata Abah"

__ADS_1


umi, Abah dan queen mengantar tuan Malik dan istrinya sampai ke mobil yang akan dikemudikan anak buah tuan Malik Samapi kebandara.


" kalian harus hati hati di jalan, kalau sampai jangan lupa kasih kabar.


" sering sering lah berkunjung kesini, kata umi dan Abah.


kakak juga luangkan waktu untuk melihat kami di kota A , sodara yang kami punya tinggal kalian. kata tuan Malik.

__ADS_1


insyaallah akan kami usahakan, jawab Abah, setelah itu mereka saling berpelukan, begitu juga queen menyalimi serta memeluk mom dan Dady nya.


setelah mobil yang di tumpang tuan Malik dan nyonya sheyra meninggalkan pesantren, umi dan Abah mengajak queen mengunjungi restauran yang masih berada di ruang lingkup pesantren itu, untuk menikmati cemilan khas kota M. restauran ini tempatnya di bagian depan sebelah kiri pesantren, tepat dipinggir jalan lintas, jadi pengunjungnya tidak hanya para penghuni pesantren atauapun wali murid yang menginjung anak mereka, tetapi juga bisa dinikmati masyarakat umum lainnya, terutama tempat persinggahan orang orang yang melakukan perjalanan jauh, karena disebelah resatauran terdapat Majid yang begitu megah, jadi sangat memungkinkan untuk merekah singgah makan serta sholat di masjid itu.


__ADS_2