
yang dia tau dia harus berhati hati dengan Dello Company, dan dia akan mengingatkan papi nya. sambil meperhatikan perbincangan mereka kandy tersenyum sinis. tidak beberapa lama rombongan itu sudah mulai bubar meninggalkan ruangan, begitupun dengan dirinya yang rencananya akan pergi mengunjungi rumah seseorang, tapi terlebih dahulu dia akan melakukan sholat ashar di ruangan nya
**********
ditempat lain adzan sedang mengalami kebosanan ditambah lagi Omelan bundanya yang cerewet tidak boleh melakukan ini dan itu.
Bunda....aku sudah sembuh, biarkan aku pergi untuk menghirup udara segar.
eeeheeeh...enak saja, kau harus istirahat dan minum obat secara teratur sesuai anjuran dokter, lagi pula apa salah nya bersabar sedikit tinggal menunggu satu hari. Tuan Ibra memperhatikan perdebatan istri dan anak nya sambil geleng geleng kepala" Sob...turuti saja perintah bunda mu, kau tak akan menang berdebat dengan nya, lagi pula besok kau bisa pergi serta melakukan apapun, jadi bersabarlah.!!!
huuush ......Adzan menarik nafasnya dengan kasar, baiklah...sesuai dengan keinginan sang ratu penguasa.
ditengah-tengah perbincangan mereka terdengar ketukan pintu kamar nya, bunda Bilqis bergegas membuka pintu, dilihatnya seorang bodyguard berdiri tegap sambil menunduk hormat.
*nyonya ada tamu didepan gerbang ingin bertemu Tuan Muda. siapa tanya nyonya Bilqis, saya baru melihatnya pertama kali kesini nyonya, tapi saya sering melihat nya di TV,bahkan saya pernah nonton live di tv saat dia balap, ucap bodyguard itu penuh antusia.
nyonya Bilqis mengernyitkan dahinya, kau tidak menayangkan namanya, ???tidak nyonya karena dia idola dunia, jadi tanpa bertanya saya tau. emang siapa sambung tuan Ibra????
uncle,,biarkan dia masuk!!Adzan memotong pertanyaan kedua orang tua nya.
kamu mengenalnya Son?tanya Ibra
Heeem,,,jawab Adzan acuh,
baik tuan, kau begitu saya permisi keluar.
setelah kepergian bodyguard itu, Adzan turun dari kasur kemudian keluar dari kamar diikuti kedua orang tuanya menuju lantai dasar, tempat ruang tamu berada.
sementara didepan gerbang seorang perempuan berdiri disamping mobil nya menunggu penuh harap apakah dia diperbolehkan masuk atau tidak. tidak berapa lama gerbang itu terbuka, seorang bodyguard menghampirinya.Nona diperbolehkan masuk, setelah itu aku masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya menuju mansion yang begitu luas, bahkan jarak dari gerbang menuju mansion sekitar 300 m, setelah itu aku memarkirkan mobil di tempat tidak jauh dari pintu utama. disana sudah menunggu seorang bodyguard.Tuan muda telah menunggu, mari ikuti saya ucap bodyguard itu, aku pun mengikutinya hingga masuk sebuah ruang yang begitu luas hanya berisi sofa yang bisa di duduki sekitar dua puluh orang dan terdapat sebuah photo keluarga yang berukuran raksasa itu menurutku, ruangan itu berdominasi warna hitam dan putih. aku menghampiri orang yang duduk di sofa itu, aku yakin itu orang tua Az.
*tanpa duduk terlebih dahulu aku mulai berbicara."maaf mungkin kedatanganku mengganggu istirahat kalian.
*kau itu selain pembalap ternyata kau benar benar seorang pendekar, seperti nama mu Sriekandy, kau berani datang ke kandang singa seorang diri. ucap Adzan sambil mengejek.
__ADS_1
*Az bolehkan aku duduk dulu,,,?
*tentu saja, karena rumahku bukan arenah pertarungan, jadi kau boleh duduk!!!
kemudian kendy duduk, tidak jauh dari Adzan.
*Tuan nyonya, saya tahu kalian mungkin berat mengizinkan saya memijak rumah kalian tanpa Adzan sendiri yang memberikan izin.
heeeh kau pede sekali, kami mengizinkanmu karena kami orang baik,huuuh ucap adzan.
ya...aku tau kalian orang baik, makanya aku datang kesini, jadi Az kau diamlah, izinkan aku menyampaikan permintah maafan kepada kalian. aku tau apa yang papi lakukan sungguh sangat keterlaluan, bahkan akan sulit untuk kalian memaafkan nya, atau bahkan tidak akan pernah termaafkan, aku mengerti atas kemarahan dan kekhawatiran kalian melihat putra kalian meregang nyawa atas perbuatan papi, kau tau sendiri Az bagai mananya sifat papi jika menyangkut urusanku, dia bisa melakukan apapun jika ada sesuatu yang menurutnya membahayakan ku, sehingga lelucon mu membuatnya salah paham, sehingga papi hampir meghabisimu.kandy menghentikan ucapannya sesaat dengan tatapan sendu. Tuan nyoya, aku kenal Az bukan hanya satu atau dua tahun, tetapi sudah belasan tahun yang lalu, dia selalu jahil terhadapku, bahkan setelah lama kami tidak bertemu ternyata keusilannya terhadapku semangkin menjadi, hingga Samapi terdengar di telinga papi, yang menimbulkan kesalahpahaman ini, kami memang tidak akur, tapi bukan berarti kami musuh, aku tidak ingin kesalah pahaman ini menimbul dendam di kemudian hari, aku tau kalian sulit memaafkan, tetapi itulah papi ku, dia memang terkadang lebay memperlakukan aku.
*Tuan Ibra dan nyonya Bilqis hanya diam memperhatikan setiap yang diucapkan gadis muda didepannya, dia berucap dengan begitu tenang, sebenarnya dia sudah berusaha memaafkan tuan safir saat mendengar penjelasan dari tuan Malik dan nyonya sheyra waktu masih di rumah sakit, tapi iya ingin melihat sejauh mana keberanian gadis penuh karisma dan prestasi ini menyampaikan permintaan maaf, ya..walaupun tidak bisa dipungkiri rasa marah terhadap tuan safir itu masih ada, atas apa yang di perbuat terhadap putra nya.
*tentu saja tidak muda memaafkan papi mu itu, dia membuat wajah tampan ku sampai bonyok, bahkan Samapi ingin mengambil nyawaku, apa mereka tidak memikirkan orang tua ku, aku putra satu-satunya yang mereka punya.bagaimana kalau ketampanan ku hilang, atau bahkan aku mati. tapi dalam hal itu aku juga berterima kasih karena kejadian itu aku bertemu bidadari yang luarbiasa cantik, yang menolong ku dari kepungan Abah buah papi mu, terkadang aku berpikir apakah ini yang dinamakan musibah membawah berkah, bahkan setiap mengingat peristiwa itu jantungku berdetak tidak menentu, aku yakin dia belahan jiwaku.
kendy yang mendengarkannya hanya melongo, ucapan Az benar benar luarbiasa." syukurlah kalau begitu, setidaknya akan ada perempuan yang akan mengontrol sipat tengik mu itu, setidaknya aku bisa bebas.
enak saja pakai bebas semuda itu,pokok nya kau harus bertanggungjawab.
Kandy mengambil kertas itu, kemudian mebacanya seksama dengan suara pelan tapi masih bisa didengar orangan di ruangan itu.
"aku Sriekandy Safir menyampaikan permohonan maaf kepada Adzanly Ibra dengan setulus hati, karena telah membuatnya teraniaya sehingga membuat ketampanan nya hampir hilang, aku berjanji tidak akan berbuat jahil lagi kepada nya, jika aku melanggarnya aku siap menjadi pelayanya nya selama lima tahun, jika aku tidak menepatkan janjiku terhadapnya, maka dia berhak menuntut ku dengan mengalikan semua harta dan kekayaan keluarga safir minjadi hak sah millik nya secara hukum.setiap perkataan ku ini tidak ada tekanan atau keterpaksaan.
apa apaan ini,...???Az kau itu tega sekali, sejak kapan aku menjahilimu, kenapa fakta ini semuanya terbalik, apa lagi ini, aku harus membuatnya dengan direkam Vidio, harus seexpresif mungkin, harus kelihatan penuh penyesalan Samapi mengelurkan air mata dan kemudian di aploud ke you tube. ini sungguh memalukan, aku bukan seorang aktor film, yang kau suruh berakting. pokok nya aku tidak akan melakukan hal konyol itu, lebih baik kau suruh aku petarung melawan pasukan piranha. ucap Kandy tegas. seperti ingin mengepul asap dari kepala dan kedua telinganya menahan kesalahnnya.
sedangkan nyonya Bilqis dan tuan Ibra menahan tawa dari tadi, begitupun Adzan seperti orang tanpa dosa.
Tuan nyonya, lihat lah putramu itu.kenapa dia tidak pernah kehabisan ide untuk membuatku malu." lusa aku diundang ke kedutaan untuk pembukaan pertandingan balap mobil sedunia, jika Samapi aku harus membuat Vidio seperti itu dan semua orang melihat nya, habislah aku di acara itu, bukan nya dipuja seluruh orang, tetapi akan mati di hujat.
Pokok nya aku tidak akan melakukan hal konyol itu Az, aku akan meminta maaf dengan cara ku sendiri, dan kau bisa lihat itu nanti, bilaperlua akan menjadi sejarah dunia.
Son,, apa sebenarnya rencana mu, apa kau masih mau berurusan dengan safir lagi, aku bukan takut menghadapi safir, tapi aku tidak mau kehilangan putri seperti ini, ucap tuan Ibra. apa yang ayah mu katakan benar, bunda sangat menyukai anak ini.
__ADS_1
Adzan melongo mendengar penuturan orang tuannya.jangan bilang kalian ingin menjodohkan aku dengan pendekar ini.
eeeh enak saja, siapa juga yang mau menjodohkan kalian, Ayah sama bunda menyukainya, kami jatuh cinta padanya seperti memiliki seorang putri, seandainya kembaran mu Azani tidak meninggal masih kecil pasti dia sebesar ini. ucap nyonya Bilqis lirih.
tapi bunda,, kenapa harus pendekar ini, kenapa ayah dan bunda tidak mengadopsi di panti asuhan kek.
Son..naluri hati seseorang itu tidak bisa ditentukan, kecuali hati itu sendiri memilih, seperti kami begitu menyukai princess Safir ini.
kendy yang mendengar percakapan mereka diam terpaku. sampai dia kaget ketika dipanggil.
sayang sini Bangil nyonya Bilqis, Kandy pun mendekat, nyonya Bilqis memeluk nya begitu erat begitupun tuan Ibra, semuanya penuh haru. sedangkan Adzan masih melongo ditempatnya. sampai bundanya pun memanggilnya untuk mendekat, kemarila son, kau harus menjaganya, mulai sekarang dia saudarimu.
ayak kita tunjukan kepada mereka sesuatu, nyonya Bilqis berdiri mengajak mereka naik kelantai 4 dimana kamar tidur mereka berada, diantara nya ada satu kamar yang jarang dimasuki, yaitu kamar Azani adik kembaran adzan, mereka memasuki kamar itu, coba kalian lihat, tunjuk bunda Bilqis pada bingkai photo di dinding, gambar seorang gadis kecil usia 6 tahun. kami seperti mendapatkan sesuatu yang begitu berharga ketika kau masuk rumah ini nak, tangis bunda Bilqis pecah.
*kenapa photo nya mirip sekali dengan ku masih kecil, tanpa sadar kendy mengucapkan itu.
*kau benar, berarti kalau adik ku masih hidup dia tumbuh seperti mu, kenapa aku tidak pernah menyadari itu. ucap Adzan.
*memangnya azani meninggal karena apa? tanya Kandy.
*dulu dia kena demam panas tinggi, setelah kami pulang dari negara B, kejadian itu begitu cepat, sehingga dokter tidak dapat menolongnya. sejak kejadian itu Bunda mu sangat khawatir jika Adzan demam, sampai turun dari tempat tidurpun dilarangnya, trauma itu selalu menghantui kami.
*kemudian Bunda Bilqis, meraup wajah Kandy walaupun agak kesusahan Karen tinggi Kandy yang sangat profesional.berjanjilah untuk sering main kesini, sempatlah menginap agar kamar ini tidak kosong selamanya, sekarang anggaplah kami orang tua mu, ayah dan bunda akan mengundang papi dan mami mu secepat nya.
*kendy pun ikut terharu atas apa yang terjadi hari ini. dia menatap Adzan, kemudian Adzan mengangguk.tanda menerimanya.
baiklah bunda, saat kendy sudah pulang akan Kandy usahakan ajak mami dan papi memenuhi undangan kalian. jika bunda sama ayah ingin menemui ku, hubungi saja kendy langsung, kapanpun itu.
terimakasih princess ucap Bunda Bilqis dan Ayah Ibra bersamaan .🥰🥰🥰
*Bunda,, sepertinya kendy harus pulang sekarang, kendy takut Papi bikin heboh lagi, karena kendy kesini tadi cuma pamit sama mami. kalian mainlah kerumah, pintu rumah selalu terbuka untuk kalian.
apa kamu tidak ikut makan malam disini dulu, tanya Bunda Bilqis, dia seakan berat untuk melepaskan kendy pulang.
__ADS_1
maaf bunda, insyaallah kendy lain kali akan ikut makan malam disini, bila perlu menginap disini, canda kendy untuk menghibur mereka.
setelah itu mereka mengantar kendy Samapi ke mobilnya. kendy pun meninggalkan mansion keluarga Ibra.