
Kini mereka semua sedang di ruang tegah, menunggu dokter mengobati luka tembakan Queen, karena setelah ini mereka akan kembali pulang untuk menyusul Dad Malik dan yang lainya yang sudah lebih dahulu dibawa oleh team medis ke rumah sakit. Alhamdulillah Uncle Pedros mengabarkan bahwa mereka semua baik baik saja.
Nampak Queen sudah keluar dari kamar menuruni tangga dibantu Mom Sheyra, dia sudah terlihat lebih baik. disaat bersamaan beberapa pelayang menghidangkan cemilan dan minuman hangat untuk mengganjal perut mereka sebelum pulang ke kota, karena masih ada anak anak yang tentu tidak boleh menahan kelaparan, apalagi setelah kejadian hari ini mereka di serang Subuh subuh sehingga mereka belum makan apapun.
Anak-anak yang memang sudah menahan lapar dan haus dari tadi langsung bergegas meminum air mineral botol, sedangkan yang lain memakan cemilan terlebih dahulu, berbeda dengan Mom Sheyra yang memang menyukai coklat panas langsung menyeruput nya, selang beberapa menit tiba tiba dia merasa sesak nafas dan batuk mengeluarkan darah, melihat keadaan Mom Sheyra semuanya kepanikan, langsung mendekatinya,,,,Mom kenapa .....tanya Queen yang sudah menangis, sedangkan Kandy melihat itu langsung melihat apa yang sudah di makan nya, dia langsung mencium gelas coklat panas yang sudah diminum Mom Sheyra, dia mencium bau yang berbeda dari coklat panas itu, rahang nya langsung mengeras, dia langsung menendang meja itu Praaaaaaaaaaank.....semua makanan gelas dan piring langsung berserakan, pandang semua teralihkan pada nya.
Princess ada apa ??tanya papi safir pada Kandy.
Dad buat unty memuntahkan semuanya, ada racun di coklat panas yang sudah di minum.
Apa......? terik semuanya..
Cepat lakukan....bentak Kandy, geram melihat semuanya malah shok dan terdiam. mendengar teriakkan Kandy mereka semua langsung bertindak, hingga Mom Sheyra memuntahkan banyak sekali yang bercampur dara segar, kemudian diberi minum air kelapa sebagai penawar sebentar, sedangkan Kandy langsung menyuruh anak buahnya untuk mengumpul semua pelayan, dia sangat yakin ada penyusup yang tersisa.
__ADS_1
disaat semua sedang bersiap untuk membawa Mom Sheyra ke rumah sakit, dan disaat itu juga tatapan tajam seseorang dari persembunyian nya melepaskan tembakan ke Queen...door....awas...teriak angga mendorong Queen hingga terpental....namu dia sendiri tidak berpikir jika peluru itu mengarah di kepalanya, Angga pun terjatuh kelantai, namun dia tidak merasakan sakit.
Buuuuug......Kandy .......teriak semuanya melihat kendy terjatuh tak sadarkan diri, semuanya langsung mengangkat Kandy dan mom Sheyra ke pesawat untuk dibawah kerumah sakit.
kini pesawat yang mereka tumpang sudah mengudara menuju rumah sakit kota A dimana tuan Malik dan yang lain di rawat.
Sayang....kau harus kuat, Papi tidak bisa hidup jika kau berani meninggalkan Papi dan Mami, lihatlah Mami mu sudah pingsan dari tadi sambil mengalihkan tatapannya ke istrinya yang sedang berbaring lemah didampingi bunda Bilqis, ucap Papi Safir sambil memangku kelapa Kandy, tangan Kandy sudah terpasang infus di ruangan medis yang ada didalam pesawat itu, Angga sendiri mengeluarkan kemampuanya sebagai dokter bedah untuk menaganinya, namu dia tidak bisa mengeluarkan peluru itu sekarang karena untuk mengeluarkan peluru itu harus melakukan tindakan operasi besar.
sedangkan Mom Sheyra kondisi nya semakin drop, tentu itu membuat Queen ketakutan. Mom harus kuat, mom tidak boleh lemah hanya gara gara racun itu, lirih Queen dengan tatapan kosong melihat Mom nya terbaring tak berdaya, dengan hidung yang dipasang alat pernafasan, dan tangan tertancap jarum infus.
setelah memastikan Kandy dan Mom Sheyra dalam kondisi stabil, Angga kekamar mandi, dia meraup wajahnya dengan air bersih, dipandanginya baju yang dia pakai masih terdapat noda dara Kandy, ditatapnya dari pantulan cermin, tatapan yang begitu senduh yang seakan penuh kekhawatiran. Aku pastikan kau akan baik baik saja, kau seorang Sriekandy batin Angga.
*
__ADS_1
*
Di sebuah taman seorang laki-laki paru baya yang terlihat masih gagah dan tampan sedang duduk diatas rumput sambil memangku bayi mungil, kau akan menjadi gadis yang cantik setelah besar nanti, ayah akan menjagamu dan menjadikanmu seorang pricess, ucap nya sambil mencium pipi gembul bayi itu.
Mayer....aku senang melihatmu semakin membaik, ucap Arjun yang baru datang kadung ikut duduk di rerumputan.
Sejak kapan kau datang kesini, apa semuanya baik-baik saja???
Aku sudah dari tadi datang, langsung bagi bagi hadiah untuk anak anak, jawab Arjun. kemudian dia melanjutkan ucapannya
Aku sudah memberi pelajaran mereka. dan kau sekarang harus kembali seperti Mayer ku yang dulu, aku yakin Megan akan bahagia melihatmu sekarang. tiba tiba tangan baby yang di pangkuannya mengelus wajah Mayer.
Lihatlah putri mu saja begitu menyayangi mu, tambah Arjun melihat gemas ke anak yang diadopsi Mayer.
__ADS_1
Iya....sayang, apa kau bahagia...ucap Mayer sambil mencium tangan anaknya yang dia beri nama Megan Aurora Mayer, yang sama dengan nama mendiang istrinya.