Gadis Dingin Itu Istriku

Gadis Dingin Itu Istriku
Hari yang di tunggu


__ADS_3

Pernikahan bagaikan melihat daun yang jatuh di musim gugur, selalu berubah dan semakin indah setiap hari.


Ruangan yang sudah di hias begitu indah akan menjadi saksi, dimana Dhawan akan mengucapkan kata² sakral yang akan ia ucapkan satu kali dalam seumur hidup.


Dhawan terlihat tenang, namun di dalam hati begitu gugup menunggu sang pengantin wanita datang. Sedangkan Bastian dengan hati yang lapang ia turut hadir di acara pernikahan sang mantan istri yang begitu ia cintai, dadanya begitu sesak ia duduk dengan tenang namun hati menolak menerima semua ini..


Bastian menunduk dan memegang cincin kawinnya, ia mengingat kembali saat dulu pernikahannya dengan Alea, Bastian tersenyum saat melihat Alea datang dengan gaun putih melekat pas di tubuhnya, Ia begitu cantik dan anggun berjalan menuju Dhawan. Dhawan begitu terpesona oleh kecantikan yang Alea miliki, sama halnya dengan orang² yang hadir di acara pernikahan begitu takjub melihat pengantin wanita.


'' Bisa kita mulai..'' Tanya sang penghulu


Dhawan mengangguk dan berjabat tangan Wali Hakim, dan mengucapkan kata² yang akan mengikat dan menjadikan dirinya suami. Dengan satu kalimat tanpa mengulang Dhawan sudah sah menjadi suami dari sang wanita yang ia cintai.

__ADS_1


Dhawan mengecup kening sang istri, '' kau dan Megan sekarang menjadi Tanggung jawabku. Aku akan melindungi kalian berdua dan menjadikan dirimu ratu satu² di hatiku. '' Ucapnya dalam hati.


Di saat Alea memasangkan cincin di tangan Dhawan, di saat itulah Bastian melepaskan cincin pernikahan yang masih ia pakai di jari manisnya lalu memasukkan di saku jasnya. '' Semoga kau bahagia bersama orang yang kau cintai, Maafkan aku yang tidak bisa membahagiakan dirimu aku akan selalu menunggu dirimu sampai kapanpun. '' Ucap Bastian dalam hati, tak terasa tetesan airmata lolos begitu saja.


Mike yang melihat sahabatnya yang sedang dilanda patah hati, Ia menepuk bahu Bastian berharap ia akan tegar menghadapi semuanya.


Sedangkan Doni dari kejauhan melihat sang sahabat dengan perasaan kasihan, Shakira memeluk Sang suami. '' Aku tau apa yang kau rasakan, Dia akan menemukan kebahagiaan nya sendiri percayalah. '' Ucap Shakira lali melirik Alea..


Aku bahagia melihatmu tersenyum Leaku...


Di malam hari Dhawan sedang duduk di ranjang dengan gugup, ini kali pertama dirinya satu kamar dengan seorang perempuan. Ia terus saja memukul dadanya berharap degupan kencang berhenti sejenak, Namun bukannya tenang degupan itu semakin kencang saat mendengar pintu kamar mandi terbuka.

__ADS_1


Dhawan semakin salah tingkah di buatnya, ia melihat kanan kiri dan menyambar koran pagi yang ada di nakas lalu berpura² membacanya.


Alea keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit di badannya, ia melihat Dhawan sedang membaca koran namun Alea malah menggeleng saat ia tau koran itu terbalik.


Alea tersenyum secara perlahan menghampiri Dhawan dan duduk di sisi ranjang, Alea meraba kaki Dhawan yang berbulu secara perlahan dan nakal. Sentuhan itu membuat Dhawan semakin salah tingkah, aliran darah memuncak degupan itu semakin kencang. Tangan Dhawan bergetar hanya dengan Sentuhan itu..


'' Sayang, apa yang sedang kau baca.? tanya Alea dengan senyum jahilnya.


Dhawan berdehem, menetralkan perasaannya, '' Khem,, Tak ada yang penting di koran ini, Hanya berita biasa saja. '' jawab Dhawan tanpa melihat koran.


Tangan Alea semakin keatas dan berhenti di paha, Lalu mengelusnya sedikit meremas membuat Dhawan menggigit bibir bawahnya. Dhawan sudah tak tahan dengan desiran² aneh yang ada di tubuhnya.

__ADS_1


'' Kau sungguh Hebat suamiku, Aku saja yang pintar dalam segala hal belum tentu bisa membaca koran terbalik seperti itu. '' ucap Alea dengan senyum kemenangan..


Dhawan membuka matanya dan melihat koran terbalik. '' Ah Shitt. '' Ucap Dhawan yang merutuki kebodohannya..


__ADS_2