
Siapa kamu.? tanya Jessi..
'' Aku.?!
Alea menghampirinya dan membungkukkan badannya, pengawal mengambilkan kursi untuk Alea duduk.
Jessi yang melihat Alea melotot tak percaya, bagaimana bisa.?!bahwa yang ada di hadapannya ini, istri dari sang pujaan hati. namun ia memberanikan diri menekan rasa takut nya.. '' Lepaskan aku jalang sialan, kau tau aku sungguh menikmati setiap sentuhan suami mu itu. rasanya membuat aku gila, kau tau aku akan membunuh mu hahahah__.'' ancam Jessi
Alea yang melihat wanita gila ini sedang mengancam dirinya, ia menaikan sudut bibirnya. Alea pikir bahwa dia itu bodoh mengancam musuh di kandang musuh.
'' Heh, kau akan membunuhku.? tapi__ sebelum kau bisa membunuh ku. aku tanya kepadamu, apa kau bisa keluar dari tempat mengerikan ini..? tanyanya
Yang mana membuat Jessi diam mematung, apalagi teman di sebelahnya dia sudah meronta ronta ingin kabur..
'' Ambilkan aku belati kesayanganku..
Pengawal setia Alea menyodorkan beberapa belati, namun Alea mengambil belati kesayangannya. Alea memainkan belatinya, Jessi berteriak minta tolong namun siapa yang mau mendengarkan teriakan dia. ruangan ini kedap suara siapapun tak akan mendengarkan..
'' Apa yang mau kau lakukan lepaskan aku!! Jessi dan temannya sudah berteriak badan mereka sudah berkeringat, hawa yang dingin begitu mencekam walau badan mereka penuh dengan keringat..
'' Aku akan bersenang² sebelum membunuh kalian!!
__ADS_1
'' Are you ready.?
Jessie menggelengkan kepalanya, ''Jangan ku mohon__.'' ucap Jessi yang meronta².
'' Ck,ck ck dimana kau yang tadi berhasrat ingin membunuh ku.?
Jleb...
Alea menancabkan belati di paha mulus Jessi, lalu menariknya sampai terbelah dua darah segar bercucuran di lantai..
Aaaa___hkkk,, sakit. teriak Jessi sangat kencang..
Srekk...
Alea merobek semua baju Jessi yang di kenakan. '' Tubuhmu sangat indah, tapi sayang berapa banyak pria yang sudah menyentuhnya..?!
Jessi menahan sakit di pahanya, sedangkan temannya sudah di seret kesudut lain. Alea merobek permukaan kulit Jessi dan menguliti dia hidup². jangan di tanya Jessi sudah tak sadarkan diri menahan sakit yang luar biasa saat kulitnya di pisahkan dari dagingnya..
Sedangkan untuk temannya, Alea membiarkan sang pengawal menikmati tubuh gadis itu secara ramai dihadapannya..
Alea yang melihat Jessi tak sadarkan diri malah berdecak sebal, '' Cih belum apa² sudah pingsan. Alea melemparkan belatinya..
__ADS_1
''Jika kalian sudah selesai bunuh mereka!! lemparkan mayatnya ke laut, atau buang mayat mereka di hutan supaya anjing liar memakan nya..
Alea pergi dari sana dan kembali ke kamarnya, dilihat sang suami masih tertidur pulas. ia bergegas membersihkan diri dan mengganti pakaiannya, Alea memeluk Bastian membenamkan kepalanya di dada bidang sang suami..
merasa ada pergerakan Bastian membuka mata, '' Knapa bangun sayang, apa kau tidak bisa tidur.? tanya Bastian
'' Hm '' Alea memeluk dan mengecup bibir sang suami. Bastian tersenyum memper'erat pelukannya, membalas kecupan yang diberikan sang istri. dari sebuah kecupan menjadi ******* yang menggairahkan menuntut dan ingin lebih..
Tengah malam di kamar yang sunyi, terdengar suara desah kenikmatan dari keduanya..
.
Sedangkan ke dua mayat Jessi dan temannya sudah tak berbentuk dan terpisah dari badannya, mereka di masukan kedalam koper dan di tumpuk menjadi satu. para pengawal pun membawa mayat itu ke dalam hutan yang mana tak ada seorang pun akan menemukan mereka..
sungguh kejam memang namun itulah Alea. jika sudah mengusiknya jangan harap akan ada hari esok untuk melihat matahari..
.
..._____♤♤♤♤♤_____...
...LIKE,KOMEN KASIH AUTHOR DUKUNGAN...
__ADS_1