
..._____♤♤♤♤♤_____...
...Happy reading ziyeng....
.
.
Alea tengah berada di kantor memeriksa berkas² yang menumpuk di mejanya.
'' Bos, kapan kau akan terbang ke Swedia untuk menyelesaikan masalah di sana.? tanya Siska
'' Apa Jhon tidak bisa menghendel urusan itu.?
'' Mereka ingin bertemu dengan anda Bos,
'' Kabari Samuel untuk bertemu dengan mereka, suruh dia menyelesaikan apa yang mereka mau. aku malas untuk berurusan dengan mereka. '' Jawab Alea
.
Dering ponsel berbunyi tertera nama Seira di layar ponsel, '' Hallo kak, ada apa.? tanya Alea
'' Apa kau sedang sibuk.? tanya Seira di ujung telpon sana
'' Sedikit, Memangnya apa yang mau dibicarakan. ?
'' Ini soal Sunny. datanglah ke sini jika kau sudah tidak sibuk.'' jawab Seira
Alea nampak berfikir sejenak,'' Hm.. baiklah jam makan siang nanti aku kesana.
.
__ADS_1
.
.
Di kantor Dhawan, ia tengah mengomentari seluruh karyawannya karna memakai parfum yang sangat aneh dan menyengat. seperti sekarang ia tengah menutup hidungnya ketika sedang rapat kantor..
'' Kenapa kalian memakai parfum seperti itu, itu membuatku mual dan ingin muntah. cepat ganti pakaian kalian dan ganti parfum kalian dengan parfum yang wangi anak².'' bentaknya membuat semua orang mengendus badan mereka masing²..
'' Tuan, sepertinya hidung anda bermasalah. ? ujar sang sekertaris..
Braakk..
Aku tidak punya masalah, masalahnya ada pada kalian!! aku tidak mau tau cepat pulang dan ganti pakaian kalian, mulai besok jangan memakai parfum ke kantorku. kalau tidak kalian semua saya pecat.!!
Dhawan pergi membanting pintu membuat semua orang meloncat kaget..
''Si bos kenapa.?apa dia tidak di kasih jatah oleh nyonya.?! tebak karyawan yang bernama Andin..
''Perasaan kita wangi yaa.'' Ujar karyawan bernama Budi..
.
.
Dhawan berjalan keluar kantor ingin menemui sang istri, namun matanya tak sengaja melihat penjual Siomay yang berada di sebrang jalan Seketika air liurnya menetes. Tanpa rasa malu Dhawan mengahmpiri sang penjual dan memesan Siomay tersebut bahkan tak malu duduk di pinggir jalan..
'' Tuan ini somay nya, Dhawan melihat mangkuk di tangannya merasa bingbang makan atau tak makan. Namun rasa penasaran mengalahkan segalanya satu suap dan mengunyah, selanjutnya..
Satu piring..
Dua Piring..
__ADS_1
Tiga piring..
Sampai mangkuk ke empat Dhawan baru merasa kenyang di perutnya.. '' Ahh, kenyang sekali..'' ucap Dhawan sambil mengusap perutnya..
'' Tentu saja kenyang, orang empat piring habis. '' gerutu kang somay dengan suara pelan namun masih bisa terdengar.
Dhawan yang mendengarnya merasa tak senang, mood dia kembali jelek seperti ada awan di atas kepala Dhawan yang mendung. '' Aku bisa mendengar mu, bukankah kamu menjualnya.?! kenapa memangnya jika aku menghabiskan empat piring.??? ucap Dhawan mengomel seperti ibu² komplek, setelah mengomeli kang somay Dhawan pergi tanpa membayar..
Mulut Dhawan masih saja berkomat kamit sambil menyebrang jalan, sampai² ia tak dengar kang somay memanggilnya beberapa kali.
Tuan..
Tuan tunggu anda belum bayar tuan.?!
Tuan..
Dhawan menoleh kebelakang dan melihat kang somay mengejarnya. '' Apa.! kamu belum puas saya omeli.? sentak Dhawan.
'' M_maaf tuan tapii anda belum bayar.'' Ujar kang somay sambil menggaruk keningnya yang tak gatal..
Jedderrr...
Dhawan malu bukan main, ia berdehem menetralkan rasa malu yang tak tertahan. lalu mengambil dompet dan memberikan dua lembar uang berwarna biru..
'' Ini kenapa tidak bilang dari tadi.'' ucap Dhawan
'' Saya dari tadi manggil Tuan, namun anda mengomel seperti ibu² yang kehilangan Tupperware saja. ini kembalinya Tuan...
'' Tidak usah ambil saja untukmu, lain kali jika aku makan somay mu jangan menggerutu kalau tidak aku akan memecatmu..'' ucap Dhawan beranjak pergi meninggalkan kang somay yang bingung..
'' Aku kan tidak kerja di kantornya, dasar aneh?!..
__ADS_1
.
.