
Alea mengunci pintu dan perlahan menghampiri Ajay dengan menggusur Matril/Palu panjang di tangan kanan nya.. Sementara Ajay Ia tidak menyadari nyawa nya dalam bahaya, Ia malah asik bersiul sambil buang air kecil..
Alea dengan perut buncitnya menghampiri ajay selangkah demi selangkah,, Ajay yang sudah selesai Ia membenarkan celananya dan mencuci tangan. Di saat ia sedang pokus ia tak sengaja melihat bayangan di belakang nya yang membuat ia terkejut langsung membalikan badannya..
'' Kkk__Kau,, Gagap Ajay sambil menunjuk Alea.. Kenapa kau bisa berada di sini, Ajay bertanya sambil melihat Alea yang membawa matril di tangan nya..
Ajay menelan salivanya.. Ada rasa takut di hatinya entah kenapa melihat raut muka dan senyum di bibirnya membuat Ajay merinding.. Tanpa basa basi Alea memukul Ajay dengan matril, Namun sayangnya Ajay bisa menghindar dan malah mengenai kaca hingga remuk..
Makin takut saja Ajay melihatnya, Ia ingin berlari namun kakinya bergetar tidak bisa berdiri. Ajay merangkak ke arah pintu namun Alea sudah mengcengkram leher belakang Ajay..
Kau tidak bisa melakukan ini padaku.. Ayahku berpengaruh di kota Agra ini..
'' Aku tidak perduli,, Bahkan setelah kau mati di sini Ayah mu akan ku kirim ke alam baka bersama mu..
Alea menggusur badan Ajay dan memasukan kepalanya ke dalam kloset dan menceburkan kepalanya beberapa kali sampai Ajay kehabisan nafas...
Tak sampai di situ Alea membanting badan Ajay ke belakang,, mengambil Matril dan memukul betisnya sampai remuk namun tak berdarah.. Ajay berteriak kesakitan namun tak ada seorang pun yang mendengarnya..
Bagi Alea, mendengar jeritan yang keluar dari korban adalah sebuah lantunan lagu yang merdu..
tak sampai di situ, Alea juga memukul paha Ajay hingga tulang nya retak.. Ajay sudah tak tahan dengan rasa sakitnya,
'' Kau salah besar berurusan denganku Tuan Ajay... Alea langsung memukul kepala Ajay hingga__ eeerr... seperti balon yang di tusuk jarum.. Tak sampai sekali namun Alea berulang ulang kali memukul kepala Ajay memakai Matril, Hingga keadaan Ajay sangat mengenaskan. dan tak enak untuk di pandang bola mata Ajay sampai keluar dari tempatnya, sadis memang namun itulah Alea ia tak akan puas jika tidak menyisakan terlebih dahulu..
__ADS_1
Setelah selesai Alea pergi dan mencari mangsa baru..
Brakingnews.. Para media dan reporter India mengabarkan bahwa Gubernur dan anaknya beserta anak buahnya mati terbunuh di tempat pelacuran, Dan itu membuat geger satu penjuru India, Bagaimana tidak jasad mereka semua sangat mengenaskan..
Potongan tubuh yang terpisah dari badannya, darah yang berceceran di mana mana Polisi yang ada di tempat memperketat penjagaan.. dan mencari barang bukti supaya bisa melacak sang pembunuh..
Naasnya tempat itu rata dengan darah, Tak ada yang tersisa semua mati bersama pelayan pelayan di sana. Tak ada saksi mata, tak ada rekaman cctv tak ada jejak sama sekali, semuanya bersih..
Dhawan mematikan Tv dan melihat Alea yang sedang sarapan, '' Kenapa kau melihatku seperti itu dhawan, Seakan kau menuduh Aku sebagai pembunuh mereka.. Ucap Alea tanpa melihat Dhawan.
Dhawan hanya terkekeh. '' Aku tidak menuduhmu, Mana mungkin Wanita hamil seperti mu bisa berbuat seperti itu.. Ucap Dhawan yang menghampiri Alea, Duduk di sampingnya.
Minggu depan aku akan pergi ke Turky, Apa kau mau ikut.? Tanya Dhawan..
'' Aku akan pergi kemana pun kau membawaku,,
Dhawan tersenyum dan mengelus kepala Alea.. cepatlah sarapan aku akan mengajak mu ke istana ratu jodha.. dan ke tempat lainnya..
Dan disinilah mereka berdua berada,, Benteng Agra..
Agra Fort terbentang seluas 94 hektare, Terletak sejajar dengan sungai Yamuna dan bla, bla, bla..
Lalu mereka pergi ke istana Ratu Jodha, Benteng merah, Makam Akbar. dan yang terakhir Tajmahal..
__ADS_1
Mereka berdua sedang duduk di bangku dan makan.. '' Apa kau suka,, ? Tanya Dhawan..
Alea tersenyum dan mengantuk...
Sedangkan di kantor polisi, mereka sedang mengumpulkan bukti mau pun saksi.. Mereka tak percaya jika sang pembunuh begitu lihai dan tak meninggalkan jejak sama sekali..
'' Pasti ada jejak bukan. ? Tanya salah satu polisi
'' Kita pasti akan menemukan nya, dimana pun ia berada. '' Ucap Sarju yang berpangkat LETNAN JENDERAL itu..
Bastian sedang berjalan jalan membeli gaun dan barang lain nya untuk Alea.. Ia sangat yakin jika Alea masih hidup dan kembali kepadanya suatu hari,
Kedua tangan Bastian penuh dengan barang belanjaan, Tak sengaja ia menubruk seseorang..
'' Bruk,, Aw..
Barang Bastian berjatuhan. '' Apa kau tidak punya mata.? Bentak Bastian marah, dan langsung mengambil barang yang jatuh..
'' Bastian..'' pangil wanita yang menubruknya ... Bastian menoleh '' Siapa.? Tanya Bastian
'' Kau tidak mengenalku? Kau sombong sekali setelah tidur denganku kau pergi begitu saja..
Bastian tidak memperdulikan dan langsung pergi dari sana..
__ADS_1