
..._____♤♤♤♤♤_____...
...Happy reading ziyeng....
.
.
Pagi ini Seira sudah mempersiapkan sarapan untuk Alea dan untuk semua orang, walau pun sang koki sudah melarang namun Seira memaksa.. Para Koki pun tidak bisa berbuat apa² Mereka hanya membantu ketika Seira membutuhkan bantuan, kejadian semalam membuat Seira tak bisa tidurnIa memikirkan bagaimana caranya supaya Alea bisa lepas dari jeratan sang Kakek.
Ketika Seira sedang menyusun makanan di meja, orang yang ada di dalam pikiranya datang tepat waktu. Wiratmaja menghampiri Seira, yang sedang menyusun makanan di meja..
'' Lihatlah benalu itu sudah seperti Nyonya di rumah ini. '' Ucap Kakek Wira dalam hati.
'' Kau itu memang pantas menjadi pembantu di rumah Cucuku. '' Ucap Wiratmaja mencemooh..
Seira menoleh dan melihat pria yang umurnya sudah 75th lebih, namun masih terlihat segar dan gagah. Bahkan orang yang baru pertama melihatnya mengira ia masih umur 40thn nan...
Seira tersenyum ramah namun dalam hati ia begitu mengutuk pria ini. ''Ah. Tuan Wira anda di sini..'' sapa Seira berbasa basi..
Tak ada jawaban dari Wira, ia langsung duduk dan tak memperdulikan keberadaan Seira.
'' Pelayan dimana Cucuku. ''
'' Masih di atas Tuan besar, Mungkin sebentar lagi turun.'' ucapnya
'' Panggil kan mereka. '' Wiratmaja memerintah..
.
Sementara di kamar Alea sedang muntah².. ia mengeluarkan isi dari perutnya Bastian begitu khawatir ia mengelus punggung Alea dengan lembut..
''Sayang apa kau baik² saja. '' tanya Bastian begitu khawatir sambil terus mengelus punggung Alea..
__ADS_1
''Aku hanya masuk angin, nanti sembuh ko. '' ucap Alea lalu berdiri dan membasuh mulutnya.
''Ayo kita sarapan, mungkin kau belum makan. '' rayu Bastian dan di angguki oleh Alea '' Aku memang lapar..
Mereka keluar dari kamar mandi dan mendengar suara ketukan pintu, Bastian pun membukanya.. '' Ada apa.?
Maaf tuan mengganggu, ada tuan besar di meja makan sedang menunggu. '' Ucap maid itu..
''Ada apa kakek sepagi ini datang kemari. '' Gumam Bastian..
''Baiklah kami akan ke bawah..'' Ucap Bastian.
'' Sayang ayo kita ke bawah, Kakek menunggu di bawah. ''
''Kakek di sini.? tanya Alea yang di angguki Bastian..
.
Sedangkan Shakira ia begitu kesal dengan Doni, semenjak pertemuan di rumah Alea dan menetapkan tanggal pernikahan mereka. Doni susah sekali di temui, Mereka hanya berkominikasi lewat telpon saja. Dan alasan Doni tidak mau bertemu adalah mereka sedang di pingit, Dan tidak boleh bertemu itu adalah kalimat terakhir Doni.
'' Menyebalkan, bukannya aku yang akan menyiksa dia. Kenapa aku yang tersiksa jauh darinya ini tidak bisa di biarkan '' Ucap Shakira yang mondar mandir.
'' Kak ayo kita sarapan.'' Ucap Sonia yang berteriak di luar kamar.
'' Ya aku akan segera datang. '' Shakira pun membuka pintu ia melihat gadis cantik sudah rapih dengan seragam sekolahnya, '' Kau mau berangkat sekolah. '' Tanya Shakira yang di angguki oleh Sonia.
Mereka berdua pun turun dan melihat Sunny sudah duduk di kursinya. '' Selamat pagi Sunny..'' Shakira menyapa.
'' Pagi Kak. '' Ucap Sunny tersenyum dan mengambilkan sarapan untuk Shakira,
'' Terimakasih Sunny ''
Mereka bertiga pun sarapan dengan tenang, namun Sunny melihat Shakira tidak bergairah untuk memakan sarapannya..
__ADS_1
''Apa Kakak sedang memikirkan sesuatu.? Sunny bertanya.
Shakira menoleh dan tersenyum, '' Tidak ada, Kakak hanya gugup saja. '' Elak Shakira
'' Kak, Bagaimana kalau Kakak mempersiapkan diri Kakak. Dengan mempercantik diri ke salon spa, biar kak Doni makin cinta. '' Sunny memberi ide.
Shakira diam dan tersenyum, Ia sudah tau cara menyiksa calon suaminya. '' Baik aku akan ke salon, apa kamu mau menemani ku. '' Shakira bertanya.
'' Maaf Ka, Aku ada kelas hari ini. '' Sesal Sunny.
'' Tidak apa², Pendidikan lebih penting dan habiskan sarapan kalian aku akan mengantarkan kalian aku tunggu di mobil. '' Ucap Shakira lalu pergi dengan senyuman jailnya..
'' Kau menyiksa ku dengan tidak mau bertemu dengan alasan di pingit, dan aku punya alasan supaya kau tidak mendapatkan malam pertama. Kita lihat saja. '' Gumam Shakira dalam hati.
.
.
Sedangkan di tempat Alea, mereka masih menikmati sarapan dengan keheningan. Tak ada yang berbicara hanya sendok yang terdengar di telinga, Keheningan itu buyar ketika Bastian menyuruh sang pelayan membuatkan teh manis untuk istrinya..
'' Pak Surya, tolong buatan istriku teh hangat tapi jangan terlalu panas Dan jangan terlalu manis Istriku sedang tidak enak badan...
Wiratmaja menghentikan suapannya.. '' Kau bisa sakit Cucuku.? tanya Wiratmaja dengan heran, Setaunya dari Alea kecil hingga dewasa Alea tidak pernah sakit..
''Pertanyaan seperti apa itu Kek, Tentu saja Alea bisa sakit. '' Bastian terkekeh dengan pernyataan sang Kakek.. '' Alea hanya masuk angin saja Kakek. '' Timpalnya lagi
Sementara Seira dan Alea hanya diam saja. Seira melirik Wiratmaja dengan tak suka, bagaimana ia bisa berbicara seperti itu kepada Alea
'' Kau harus terus berlatih Cucuku, Jangan sampai kemampuan mu menurun sampai sampai kau tidak tau mana lawan mana kawan..
.
..._____♤♤♤♤♤_____...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE NYA, TEKAN LOVE...