
Bastian sudah mengantarkan Lisa pulang ke tempat ia tinggal, Di dalam mobil ia memikirkan cara bagaimana bisa membungkam mulut Anggi agar ia tidak melaporkan masalah hari ini kepada Alea..
Ia takut jika Alea tau kejadian ini, maka ia tidak akan pernah bisa bertemu putrinya lagi..
Bastian berhenti di pinggir jalan yang lumayan ramai, ia pun turun dan akan membelikan sesuatu untuk Anggi sebagai suap untuknya namun ia bingung harus menyuap dengan apa.?!
Bastian berjalan dan berdiri di toko perhiasan, ''Bukankah wanita suka perhiasan, pengasuh anak ku pun pasti menyukainya.'' gumam Bastian yang langsung masuk dan membeli sesuatu untuk Anggi..
.
.
Sementara Anggi ia sudah membersihkan dirinya dan sedang duduk memandangi nona mudanya yang sedang tertidur pulas..
''Wanita itu cantik sekali, apa dia akan menjadi sainganku.?!Ahh bodo amat aku tidak perduli, aku akan melaporkan kejadian ini kepada Nyonya aku takut jika ia mengetahui dari orang lain dia pasti akan marah kepadaku..
Ia mengambil ponselnya dan menekan nomer kepala pelayan di Mansion namun ia mendengar ada yang mengetuk pintu, ia pun menaruh ponsel dan membuka'kan pintu dan ternyata Bastian yang sudah tersenyum manis kepada Anggi. Yang mana membuat jantung Anggi berdetak kencang..
Deg..
Deg..
''Tu__tuan..
''Hallo Anggi, apa Megan sudah tidur.?
Anggi mengangguk dan masih memandangi pria yang ia kagumi, Bastian yang melihat Anggi yang tak berkedip ia merasa kikuk dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal..
''Boleh aku masuk.?
''Ah__silahkan tuan.'' jawab Anggi yang membuka pintu dengan lebar..
Bastian melihat anak nya tidur menghampirinya dan mencium kening Megan, ''Sleep well my princess..
__ADS_1
Bastian melihat Anggi dan memberikan paperbag berukuran kecil, ''Ini untukmu, tapi dengan satu syarat. jangan beri tahu Alea tentang kejadian ini mengerti..?!! ucap Bastian lalu pergi.
Sementara Anggi mengangguk seperti orang bodoh dan menerima paperbag itu..
.
.
.
Di sin lain Alea tengah membuat Dhawan pusing dengan kemauanya yang sangat aneh, bagaimana bisa Alea meminta ia menjitak kepala orang botak tanpa alasan..
Dhawan tengah mencari orang botak di sepanjang jalan, padahal jika di pikir pakai logika di Mansion tempat tinggal mereka banyak penjaga yang botak namun Alea meminta Dhawan mencari di jalanan..
''Oh God, seharusnya aku tak menawari apapun kepada orang hamil, dan lihat hasilnya aku harus menuruti kemauannya..
Di saat Dhawan tengah menggerutu ia tak sengaja melihat bapak² penjual bakso, Ia memarkirkan mobilnya dan keluar memesan bakso..
Dhawan melihat kanan kiri dan tak sengaja melihat orang botak pesanan istrinya, ia pun berdehem dan melangkah duduk di sebelah orang botak itu..
Dhawan mengamati orang sekitar agar tak menyadari jika nanti ia menjitak kepala orang botak yang ada di sebelahnya..
''Ini tuan pesanannya. ''
''Ah, terimakasih pak..
Dhawan berpura² memakan bakso namun tangannya sudah aba² ingin menjitak..
'' Thak..
''Aw.. siapa yang berani menjitak kepalaku.!! sentak orang itu yang melihat kanan kiri belakang depan,
''Siapaaa.!! bentaknya lagi
__ADS_1
Namun semua menggeleng dan tak tau karna tak melihatnya, Dhawan bernafas lega karna tak ada yang tau bahwa ia yang menjitak kepala orang itu..
Seorang anak kecil menghampiri Dhawan dan membisikan sesuatu..
''Paman, aku tau kau yang menjitaknya.'' ucap bocah kecil itu sambil tersenyum penuh arti.. Dhawan melihatnya dengan melotot dan membisikan sesuatu ke telinga bocah kecil itu..
''Apa mau mu.?
''Mudah saja paman, berikan semua uang yang ada di dompet paman dan aku akan menutup mulutku.'' bisik bocah kecil itu.
Dhawan tersenyum dan mengambil dompet di sakunya memberikan Semua uangnya. ''Ini, aku berikan semua dan tutup mulut kecil mu itu.'' bisik Dhawan memberikan uangnya secara sembunyi²..
Bocah kecil itu menaikan dua jempolnya, '' siap paman..'' ucapnya sambil tersenyum penuh arti, dan sedetik kemudian tanpa di duga anak kecil itu berteriak.. '' Paman itu yang menjitak om botak.!!
Semua menoleh dan menatap Dhawan dengan horor, Dhawan gagap mendadak dan sejurus kemudian ia berlari masuk ke dalam mobil karna ia di kejar orang botak itu..
''Alamakkk Ibu selamatkan anakmu ini.'' teriak Dhawan sambil berlari kencang..
Semua orang mengejarnya dan melempari mobil Dhawan termasuk tukang bubur yang belum di bayar oleh Dhawan..
''Woy belum bayar pak, gaya aja naik mobil tapi beli bubur tak bayar..''
Uuuuuuu..
Semua orang meneriaki Dhawan..
.
.
..._____♤♤♤♤♤_____...
...JANGAN LUPA LIKE SETELAH MEMBACA ...
__ADS_1