
Hari ini adalah hari yang sangat melelahkan untuk Bastian, dari pagi sampai menjelang sore pantatnya tidak beranjak sama sekali dari kursi kebesarannya..
Kreekk___
Kreekk___
Aahhh...
Bastian merentangkan otot ototnya yang pegal, begitu pun sang asisten Rizki yang sama lelahnya dengan sang atasan..
''Rizki tolong bereskan semuanya ya, aku ingin pulang terlebih dahulu sisanya biar besok berkasnya di kerjakan.'' ucap Bastian
Rizki mengaguk dengan patuh. ''Baik Tuan.''
Bastian Berdiri dan mengambil kunci mobil, lalu turun dari kantornya menuju parkiran mobil...
.
.
Disisi lain Ruby tengah di kejar segerombolan orang, ia lari dengan kencang berharap mereka tak menangkapnya..
Ruby terus saja berlari tanpa melihat kanan kiri depan belang, ia menyebrang dengan se'enak jidatnya membuat para pengendara mobil harus mengerem mobilnya secara mendadak bunyi klasson pun menggema dimana mana akibat ulah Ruby...
Namun Ruby tidak terlalu memperdulikan nya. Yang ia pedulikan saat ini adalah lari dan bersembunyi dari kejaran orang-orang di belakangnya..
Di depan lampu merah Ruby dengan cepat masuk ke dalam mobil orang dan menutup pintu dengan kencang..
Braaakkk__
Ruby menunduk, ''Tuan maaf aku menumpang mobil anda, bawa aku bersamamu dan turunkan aku di depan..'' ucap Ruby tanpa melihat siapa pemilik mobil, ia fokus melihat ke arah jendela tanpa ia sadari seseorang di sampingnya sudah tersenyum penuh makna..
Mobil pun berjalan dengan semestinya, Ruby menghela nafas panjang saat ia terbebas dari kejaran warga..
''Apa kau mencopet lagi..? ucap pria yang tak lain adalah Bastian.
Ruby menegang saat ia merasa familiar dengan suara lembut ini, ia menoleh secara perlahan ke arah suara dan melototkan matanya..
__ADS_1
''Tu__Tuuaannn...
Bastian tersenyum senang saat orang yang ia cari, ternyata menghampirinya sendiri.. '' Ya aku, apa kau masih kenal.? tanya Bastian tanpa menoleh ke arah Ruby..
Huk..
Huk..
Ruby yang kaget ia cegukan mendadak, ''Heheheh__Huk tentu Huk saja aku kena Huk kenal Tuan..'' ucap Ruby di sela cegukan nya...
Bastian mengangguk kan kepalanya, lalu menepikan mobilnya di pinggir. Bastian menoleh dan menatap wanita yang sudah brani menyentuh dompet dan mengambil uang di dalamnya..
''Baguslah jika kau masih kenal, dimana uangku.? tanyanya
Huk..
Uang apa tuan.? Huk..
Huk..
''Kau berisik sekali, minumlah.'' Bastian melemparkan air mineral.
Ruby meminum air itu dengan sekali tegukan, Bastian yang melihat cara minum Ruby mengerutkan keningnya..
''Lihatlah cara minumnya seperti sapi.!! Gumam Bastian namun masih bisa di dengar oleh Ruby.
Ahhhh__
''Terimakasih tuan..
''Hemm kau pikir itu gratis.? kau harus membayarnya dan kembalikan uangku..
Ruby menelan salivanya dan mau tak mau ia harus berkata jujur kepada pria yang ada di hadapannya ini, karna bisa Ruby simpulkan bahwa pria di depannya ini bukan pria sembarangan..
''Kenapa kau diam saja.?
''Maafkan aku tuan, uangnya sudah aku gunakan untuk biaya adikku yang terbaring di rumah sakit.'' ucap Ruby menundukkan kepalanya. ''Tapi aku janji aku akan mengganti uangnya tuan, tapi beri aku waktu untuk mencicilnya..
__ADS_1
Bastian yang melihat Ruby dengan intens, '' Membayar, dengan cara kau mencopet.? tanya Bastian
Ruby diam tak menjawab..
Bastian yang melihat diamnya Ruby, ia pun memiliki ide dan langsung tancap gas pulang ke Mansion nya.. Sementara Ruby pasrah saja saat Bastian membawanya, di dalam pikirannya ia akan di serahkan ke kantor polisi, namun nyatanya ia malah di bawa ke rumah yang begitu besar dan mewah..
''Turunlah.'' ucap Bastian
Ruby pun turun dan mengikuti Bastian dari belakang, Pak Surya yang melihat tuannya membawa seorang gadis cantik merasa senang..
Bastian duduk di kursi, sementara Ruby masih berdiri dan terkagum melihat rumah besar ini..
''Kau tau kenapa aku membawa mu ke Mansion ku.? tanya Bastian dan mendapatkan gelengan sebagai jawaban..
''Kau akan melunasi hutang mu padaku dengan cara kau bekerja di Mansion ku selama tiga bulan, dari pada kau harus mencopet dan di kejar terus menerus oleh warga. Dasar wanita bar-bar..
Ruby mengguk pasrah..
''Pak Surya, tolong berikan jadwal mu pada perempuan ini. Biarkan dia bekerja dengan baik.'' ucap Bastian
''Baik tuan. '' pak Surya mengangguk patuh.
Bastian pun pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri, sedangkan Ruby di bawa ke kamarnya dan di jelaskan apa saja yang harus dia kerjakan..
Seperti di pagi hari, Ruby harus membangunkan Bastian dan menyiapkan baju kantornya. Karna itu adalah tugas Pak Surya yang sekarang menjadi tugasnya Ruby mulai besok..
''Tidak apa apa lah. Toh lebih baik seperti ini di bandingkan terus menerus harus mencopet.'' ucap Ruby
.
.
.
...SEE YOU IN THE NEXT CHAPTER ZIYENG...
...JANGAN LUPA LIKE SETELAH MEMBACA YAA...
__ADS_1