
Hari demi hari Ruby lewati dengan gembira. Sang adik pun sudah sembuh total dan sudah berada di kediamannya..
Sedangkan ia masih betah bekerja dengan Bastian, Ia enggan untuk bekerja di tempat lain karna ia senang bisa dekat dengan Bastian.. Jujur dalam lubuk hatinya yang paling dalam, ia begitu mencintai majikanya itu. Anggap lah ia tak tau diri sepeti Anggi namun pesona seorang mantan female player tak bisa pudar dari diri seorang Bastian yang dulunya celap sini celup situ..
Begitu pun dengan Bastian, ia sudah terlalu nyaman dengan Ruby sampai ia tak bisa jauh dari Ruby.. Namun ia selalu menepis perasaan itu dan selalu yakin jika yang ia cintai hanya mantan istrinya yaitu Alea..
Malam ini seperti biasa, Bastian sedang berada di balkon kamarnya sendirian..
Tok..
Tok..
''Tuan apa aku boleh masuk.? teriak Ruby di luar kamar sambil membawa nampan berisi coklat hangat..
''Masuklah Ruby..
Ruby pun masuk dan menutup kembali pintu, lalu menghampiri Tuan nya yang sedang berada di balkon.. ''Tuan, ini coklat hangat pesanan anda..'' ucap Ruby yang menyodorkan nampan dengan senyuman manis di bibirnya..
''Terimakasih Ruby.'' ucap Bastian yang di angguki Ruby. yang sedang asik memandangi wajah tampan majikanya..
''Ruby, bisa kau temani aku ngobrol sebentar.? tanya Bastian.
''Ah__tentu saja Tuan.'' jawab Ruby dengan semangat 45.
Bastian melihat coklat hangat di tangannya, tanpa mau meminumnya.. ''Ruby,Apa kau pernah mencintai seseorang.'' tanya Bastian.
''Ahhh, tentu saja tuan aku pernah mencintai seseorang. Namun sayang dia mencintai orang lain. ' jawab Ruby menunduk sedih.
__ADS_1
Bastian menoleh ke arah Ruby. ''Bahkan nasib mu denganku sama, yaitu mencintai seseorang yang tak mencintai kita. 'ucap Bastian sambil menyeruput coklat hangat di tangannya. tanpa tau siapa orang yang di cintai oleh Ruby..
''Bukankah cinta tak harus memiliki Tuan.? melihat orang yang kita cintai sehat dan kita masih bisa melihatnya saja seharusnya kita sudah senang bukan..?! Tutur Ruby yang di angguki Bastian.
''Ya kau benar.'.
Ruby yang melihat ada coklat di atas bibir Bastian, refleks mengusap dengan jari jemarinya. Bastian sedikit terkejut lalu sedetik kemudian pandangan mereka bertemu dan terkunci..
Deg..
Jantung kedua sejoli itu berdebar debar tak karuan, Bastian memegang jari jemari Ruby tanpa melepaskan tatapannya..
Perlahan tapi pasti, bibir mereka menempel satu sama lain. Bastian yang memang sudah lama tak merasakan sentuhan wanita, jiwa lelaki yang selama ini tertidur kini di bangunkan dengan bibir ranum Ruby yang begitu manis ia cicipi.
Bastian mengabsen setiap rongga dalam mulut Ruby dengan lihainya, sementara Ruby hanya mengikuti yang Bastian lakukan.
Ruby yang di tatap seperti itu, entah setan dari mana yang membuat Ruby mengangguk setuju atas permintaan lelaki yang ada di hadapannya ini..
Setelah dapat persetujuan, Bastian kembali mencium Ruby dengan lembut dan membawanya ke atas ranjang tanpa melepaskan pergulatan bibirnya..
Tangan Bastian sibuk membuka pengait mbra yang melekat menghalangi gunung kembar milik Ruby. Setelah melepaskan penghalang dan membuang ke sembarang arah, Bastian meremas dengan gemas gundukan itu dan menjilatnya dengan rakus..
Ahhh___
Ruby tak kuasa untuk tak bersuara, suara kenikmatan yang hakiki saat Bastian menjilat putinga yang sudah berdiri tegak.. Satu tangan Bastian membuka celana berbentuk persegi tiga milik Ruby tanpa melepas roknya.
Tangan Bastian bermain main nackal di area terlarang untuk Bastian, karna belum di cap halal olehnya Namun karna sudah di kabut hawa ***** apa boleh buat...
__ADS_1
Hajar kapten..
Dan terjadilah penyatuan yang Ruby tak pernah bayangkan, jika keperawanan nya akan ia serahkan kepada majikanya sendiri. Decitan ranjang menjadi saksi bisu kelakuan dua insan yang sedang bercinta, dengan gairah menggebu di dalam jiwa mereka tanpa tau hari esok akan seperti apa..
Decitan kulit saling beradu, suara suara ambigu menggema di dalam kamar yang sudah bertahun tahun hening. Sekarang sudah ada tanda tanda kehidupan lagi..
Bastian terus melajukan redtime nya, dan membuat Ruby mendesah nikmat dibawah rengkuhan nya.. Entah yang ke berapa kali ia membuat Ruby mengekuarkan cairan yang membuat badan Ruby bergetar ketika mengekuarkan sesuatu dalam dirinya..
Yang jelas membuat Ruby menyukai itu dan meminta lagi dan lagi..
Menit berlalu jam pun berputar, sudah lama Bastian menggempur tubuh Ruby dengan hujaman-hujaman kenikmatan..
Aaahhhhkkk___
lengguhan panjang dari mulut Bastian menandakan bahwa is sudah mendapatkan puncaknya. Bastian pun memeluk Ruby erat dan menghentakkan juniornya sangat dalam, membuat Ruby merasakan cairan hangat memenuhi rahimnya..
.
.
.
...SEE YOU IN THE NEXT CHAPTER ZIYENG...
...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALEN YA....
... LIKE.KOMEN.VOTE...
__ADS_1