GADIS GESREK VS GURU KILLER

GADIS GESREK VS GURU KILLER
1.


__ADS_3

Kimimela agatha, gadis cantik itu menghentikan langkahnya tepat di sebuah pintu cafe. Dengan perasaan kaget sekligus kesal, tanpa sadar kedua telapak tangannya mengepal tatkala matanya menangkap sebuah objek yang berada sejauh tiga meter dari tempatnya berdiri.


Rahangnya mengeras, mengeratkan kedua bagian giginya.


Tiba-tiba saja atmosfer di ruangan tersebut mendadak menjadi sangat panas, seperti amarah Kimi yang hampir membludak.


Gadis itu menarik nafas panjang. Menghentakan  kakinya jenjangnya kemudian melanjutkan langkahnya menuju objek yang tidak pernah di lepaskan dari kedua matanya,sejak tadi.


Tanpa ragu, ia mengambil gelas berisi ice coffee latte  dari meja yang ia lewati. Seseorang yang tengah duduk memainkan ponsel tiba-tiba mendongak saat minumannya di ambil begitu saja tanpa alasan. Bukannya bertanya, orang itu justru membiarkan apa yang di lakukan gadis itu pada minumannya nanti.


Byurrrrr


Byurrrrr


Hening.


Keadaan caffe benar-benar menjadi hening. M


Tatapan pengunjung yang berada di dalam seketika trerfokus pada satu arah, yakni saat gadis bar-bar tersebut berhasil menyiramkan satu gelas penuh es kopi ke kepala cewek bermake up tebal serta pada cowok yang duduk di sampingnya


Brakkk


"Eh monyet lo gila nyiram gue kaya gini!" Cewek bernama Gita itu berdiri dari posisinya setelah menggebrak meja begitu keras. Percayalah dia kaget setengah mati karena kepalanya tiba-tiba basah. Apalagi itu air es, bisa di bayangkan bagaimana rasanya.


"HARUSNYA GUE TANYA SAMA LO! NGAPAIN LO MESRA-MESRAAN SAMA KEVIN HAH!" Kimi berkacak pinggang meluapkan semua kekesalannya.


Sementara itu, sang cowok bernama yang bernama kevin itu hanya menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal, ia tak mengatakan sepatah kata pun. Mungkin dia bingung apa yang harus di lakukan saat pacar dan selingkuhannya di pertemukan dalam satu tempat.


"Heh harusnya lo itu sadar diri, lo itu udah buriq, pecicilan ya jelas kevin bakalan belok ke gue lah!" Tanpa ragu, Gita mengarahkan kedua tangannya menjambak rambut Kimi dengan brutal. "Nih biar lo sadar diri!"


"Aw aduh aduh lepasin nyet." Kimi berusaha melepaskan tangan Gita dari kepalannya, namun Gita malah semakin menganas.


"Gue tuh nggak suka liat lo pacaran sama kevin puas lo!" Ucap Gita sembari terus melanjutkan aksinya.


"HARUSNYA GUE YANG JAMBAK LO, KENAPA JADI LO YANG JAMBAK GUE BAMBANG!"


"LO YANG NYIRAM GUE DULUAN GOBLOK!"


"MAKANYA JANGAN JADI PELAKOR!"


Situasi benar-benar semakin panas, para penonton tidak lupa menyalakan kamera di ponselnya untuk mengabadikan pertarungan sengit yang terjadi saat ini.


Kevin yang merasa situasi semakin berbahaya, seketika langsung berdiri. Jika di biarkan mungkin bisa saja terjadi baku hantam yang lebih parah.


"KIMI ! GITA! BERHENTI!"

__ADS_1


Krik krik


Kevin menarik tangan Gita dan menjauhkannya dari Kimi yang rambutnya sudah acak-acakan seperti sarang burung.


"Mba, mas jangan buat kerusuhan di sini!" Salah satu pelayan datang menegur dan yang paling malu disini sih harusnya si kevin.


Kimi berusaha mengatur deru nafasnya. Sementara Gita memayunkan bibir seolah kurang puas menjambak rambut Kimi yang selama ini menjadi musuh bebuyutan di sekolah.


Kevin berdiri tepat di tengah-tengah. Memberi jarak agar tidak terjadi baku hantam kembali. Kevin dengan kondisinya yang juga sudah basah itu, kini mencoba bersikap keren karena diperbutkan dua cewek cantik ini.


"Oke biar gue jelasin." Cowok itu akhirnya membuka suara dan tentu saja membuat penonton semakin penasaran. Lumayan kan nonton sinetron gratisan.


"Nggak ada yang perlu di jelasin! Udah jelas kan lo itu selingkuh? pantes gue sering curiga sama kalian berdua! " jawab Kimi dengan ketus.


"Kim dengerin gue dulu. Lo emang pacar gue, tapi gue nggak pernah cinta sama lo."


Deg!


Apa? Kimi menatap kevin tidak percaya.


"Gue pacaran sama lo itu cuma buat nyelesaikan tantangan karena gue kalah taruhan-"


"Dan dari awal kita pacaran, gue emang nggak pernah ada rasa sama lo." lanjutnya.


Plak


"Jadi selama tiga minggu ini gue cuma jadi bahan taruhan?"


"Maaf-" ucap kevin menunduk.


"Stop! Gue minta putus sekarang!" potong Kimi dengan tegas.


"Kim, tolong dong genapin satu minggu lagi biar pas satu bulan sesuai tantangan yang gue dapet," ucap kevin tanpa ragu. Bisa-bisanya ia masih memikirkan soal tantangan itu di bandingan perasaan Kimi yang sudah ambyar.


"Nggak! Sampah lebih cocok sama Pemulung!" Cicit Kimi. Gadis itu memilih meninggalkan kevin dan selingkuhannya dengan perasaan yang sudah campur aduk. Antara cemburu, kesal dan juga malu. Dalam benaknya kevin bakal berada di pihaknya. Eh tetapi itu hanya sebatas ekspektasinya saja.


Tidak bisa dipungkiri, Kimi memang mencintai kevin dengan tulus. Apalagi cowok bodoh itu adalah cinta pertamanya.


Tiga minggu memang bukan waktu yang lama, tetapi bagi seorang kimimela agatha. Tiga minggu bukanlah waktu yang singkat.


Masalahnya, selama 17 tahun hidup di dunia, baru kali ini ia merasa di cintai oleh seorang cowok yang ia suka. Eh tapi ternyata zonk.


Hari minggunya telah hancur, niatnya mau menghabiskan waktu bareng pacarnya malah berakhir dengan emosi jiwa.


"Kevin sialan!!!" Gadis itu berteriak. menghentak-hentakan kaki di parkiran cafe. Masa bodo dengan orang-orang yang melihat.

__ADS_1


"Tunggu!" tiba-tiba tangan Kimi di tahan oleh seseorang dari belakang. Seketika Membuatnya tersentak kaget. Jantungnya berdetup kencang. Ia berpikir mungkin saja orang tersebut adalah kevin yang memohon dan meminta maaf.


Kesya berbalik badan. "Apa?" tanyanya dengan ketus. Matanya melotot saat menyadari jika orang itu bukan kevin. Kimi memicingkan mata, menatap lekat orang yang entah dari mana asalnya itu. Jangan-jangan dia alien, Batin Kimi.


Laki-laki ber-jas hitam itu menarik smirk di bibirnya. Membuat Kimi semakin bingung.


"Berapa umur kamu?"


Kimi melotot tajam mendengar pertanyaan dari mulut laki-laki asing di depannya tersebut.


"Om siapa? Lancang banget nanya umur segala!" Ucap kimi dengan mood yang semakin buruk.


"Masih sekolah?" tanyanya kembali.


Kimi hanya mengangguk malas.


"Punya etika?"


"Punya lah. Maksud om apa nanya kaya gitu hah! Jangan kurang ajar ya om, gue bisa teriak sekarang nih!"


"TOLONG ADA OM OM CABUL emphh-mphhh" tanpa aba-aba, mulut Kimi langsung di bungkam oleh laki-laki tersebut. Dan dengan spontan gadis cantik itu langsung menggigitnya layaknya menggigit ayam goreng.


"Aduh aduh." Laki-laki yang nampak berumur tiga puluh tahunan itu meringis kesakitan, sembari memandang telapak tangannya yang sudah di beri cap gigi. Menampakan wajah tanpa dosa, Kimi malah tersenyum puas.


"Kamu itu masih sekolah harusnya punya etika yang baik!" Tegurnya.


"Om tuh maunya apasih?!"


Laki-laki itu mendekatkan wajahnya. Menatap Kimi dengan tatapan maut.


"Jangan sok jagoan!"


Kimi pun terdiam sejenak. Ia berpikir pasti laki-laki ini melihat aksinya waktu di cafe tadi.


"Dih! nggak usah ikut campur ya om, itu urusan gue. Mau gue bikin onar kek, jambak-jambakan kek, nyiram orang kek. Itu urusan gue!"


"Masalahnya kopi yang kamu siram ke wanita tadi itu kopi saya, dan say-."


"Ooh gitu, ngomong kek dari tadi." Gadis itu membuka dompet. Mengeluarkan uang dua puluh ribu dari dalam sana. Itu adalah uang terakhir yang ia dimiliki.


"Maap ya om tinggal segini. Masalahnya jatah mingguan gue udah habis. Besok kalo udah di kasih sama bokap bakalan gue lunasin deh." Kimi meraih tangan laki-laki itu kemudian menaruh uangnya di sana secara paksa. Laki-laki itu malah menatapnya semakin tajam.


Buk


Kaki Kimi berhasil menendang benda pusaka laki-laki itu dengan cukup kencang. Membuat sang tuan berjongkok meringis kesakitan memegang area intimnya.

__ADS_1


"Makanya gausah modus pegang-pegang tangan segala. Gue pergi dulu ya om cabul, bye bye." Gadis itu pun berlari melambaikan tangannya sambil menjulurkan lidah. Laki-laki itu hanya menghembuskan nafas gusar. Baru sekarang ia bertemu orang petakilan seperti ini.


... -Bersambung-...


__ADS_2