GADIS GESREK VS GURU KILLER

GADIS GESREK VS GURU KILLER
3.


__ADS_3

"HAH?!" Pekik Kimi di tengah keheningan sontak saja membuat semua tatapan mata tertuju padanya. Dengan spontan, gadis itu membungkam mulutnya sendiri.


Menyadari dirinya sekarang menjadi pusat perhatian semua orang, Kimi berjongkok perlahan lalu memegang kaki Amanda dan bersembunyi di bawah sana untuk menutupi rasa malu yang menusuk sampai ubun-ubun. Doraemon plis sembunyiin gue di kantong ajaib. Batinnya seraya memejamkan mata.


"Kimi geli ih jangan pegang kaki gue," tegur Amanda menghentak-hentakan kaki.


Namun kimi tidak memperdulikan, ia tetap memegangnya dengan sangat erat. Untung saja guru baru itu tetap melanjutkan ucapannya meskipun tadi sempat terhenti sehingga bisa mengalihkan perhatian.


Nana yang menyadari kimi sudah tidak berada di barisannya merasa khawatir. Berulang kali ia melempar kode agar gadis gesrek itu segera kembali ke barisannya namun kimi tetap menolak dan masih setia memegang kaki Amanda di barisan tengah sampai upacara selesai. Untung aja badannya imut plus kecil jadinya tidak ketahuan sama petugas yang berada di belakang.


...----------------...


Jam istirahat telah tiba. Kimi masih berada duduk di kursi menyembunyikan kepalanya di bawah tas yang berada di atas meja.


"Udah dong kim, gue tau pasti lo baru pertama kali liat orang ganteng kan? Makanya histeris kaya tadi." Nana terus berbicara dan menenangkan Kesya sejak tadi namun gadis itu masih tetap diam.


"Kim nih gue bawain jajan. Meskipun lo udah malu-maluin IPS dua setidaknya gue sahabat lo jadi gue beliin permen milkita nih." Digo yang baru kembali dari kantin menyodorkan sebuah permen milkita di mejanya.


"Heh kim udah dong jangan nyalahin diri sendiri terus karena udah bikin malu IPS dua. Lo kan udah biasa malu-maluin jadi tenang aja deh," ucap Bagus yang duduk di pinggir meja.


Brakkk


Kimi tiba-tiba bangkit menggebrak meja dengan cukup keras. Membuat Bagus yang sedang duduk di sana tergelonjat kaget dan hampir jantungan.


Begitu juga dengan Nana yang berada di sampingnya. Apalagi si Digo yang lagi makan permen, hampir ketelen tuh.


"Kayaknya gue harus pindah kelas mulai hari ini," ucap Kimi dengan napas memburu.


Nana, Bagus dan Digo saling bertatapan, Mereka tampa bingung dengan tingkah aneh temannya tersebut.


"Lo sebenarnya kenapa sih? Bukannya lo harusnya seneng kita dapet wali kelas yang ganteng? Tadi aja sampe histeris kaya gitu kok." Nana mendengus menatap Kimi dengan heran.


"Nah itu dia masalahnya, pokoknya bila perlu gue pindah sekolah aja deh."


"Heh Kimimela agatha yang paling barbar. Lo itu udah sering bikin malu diri lo sendiri dan orang lain, kenapa sekarang malah kelabakan kaya gini? Baru juga jadi pusat perhatian satu lapangan." ucapan Digo terkadang ada benarnya juga.


"Masalahnya tuh, jadi gue pe-"


"MASUK GAES ADA GURU DATENG." Alvaro yang tiba-tiba berlari dari luar menghentikan ucapan Kesya.

__ADS_1


Semua menuju tempat duduknya masing-masing. Tidak lama kemudian, seorang laki-laki berbadan jangkung terlihat berjalan memasuki kelas sebelas ips dua sambil bersedekap dada dengan gaya cool.


Melihat wajahnya yang mirip orang chinese, tidak heran kalau cewek-cewek pada kelepek-kelepek. Apalagi pas liat matanya yang tajam dengan tatapan dingin.


Celana trening dan kaos hitam yang berbalut di tubuhnya terlihat sangat serasi. Menampakkan lengannya yang sangat kekar.


Nana sampai nelen ludah sangkin nggak kuatnya. Talita juga terlihat beberapa kali menutup mulut sangkin terpesonanya. Amanda juga langsung benerin poni rambut ala dora biar terlihat cangtip.


Berbeda dengan yang lain, kimi malah kembali menyelusupkan kepalanya kedalam tas yang berada di atas meja. Gadis itu seperti enggan menampakkan batang hidungnya.


"Selamat pagi." Suara bariton menggema di ruang kelas.


"Pagi pak"


"Selamat pagi bapak ganteng"


Dua jawaban yang bervariasi. Yang pertama adalah jawaban dari kaum adam dan yang kedua dari kaum hawa.


"Kalian mungkin tadi sudah mengenal saya tadi waktu upacara. Saya ulangi lagi lagi, nama saya David Jovian Jareda-"


"Disini saya hanya mengingatkan kembali bahwa mulai hari ini saya akan menjadi wali kelas kalian sekaligus guru olahraga menggantikan pak Pandu. Jadi mulai hari ini dan seterusnya, kalian harus mengikuti aturan yang saya terapkan. MENGERTI!" jelas guru bernama David itu dengan tegas.


"Itu yang di belakang siapa yang tidur?" tanya David saat menyadari ada salah satu muridnya yang tidak kelihatan wujud kepalanya. Maksudnya tasnya di atas meja nah kepalanya di masukin ke dalam tas.


Nana menoel paha Kimi berulang kali saat menyadari bahwa David terus melotot ke arahnya.


Sementara Kimi malah menepis tangan Nana dan tidak mau membenarkan posisinya.


"Inni pak t-temen sayya lagi sakit perut soalnya lagii ca-cacingan. Iya cacingan." Alibi Nana membuat semua yang berada di kelas kaget dan tidak percaya. Nana memejamkan mata, menyadari bahwa apa yang ia katakan tidaklah tepat.


"Cacingan?" David mengerutkan dahinya bingung.


"Iya pak cacingan. Kayaknya sih kena cacing alaska," suhut Digo tiba-tiba dengan ngasal yang membuat gelak tawa sepenjuru kelas.


"Ya ampun punya temen sebangku pekoknya mana tahan." Bagus mendengus. Sementara Digo cuma cengengesan seperti biasanya.


Nana mengengok ke belakang. Menatap Digo dengan tatapan maut, tatapan itu seolah mengatakan kalau Nana ingin melahapnya hidup-hidup.


"Pak kapan nih olahraganya, kita udah nunggu loh."

__ADS_1


"Iya nih pak, ayo dong mumpung belum panas."


"Pak cepetan ya pak"


"Ayo dong pak kita udah semangat olahraga nih"


David menyipitkan mata. Memandang dari mana sumber suara itu berasal, ternyata segerombol siswi kelas dua belas dengan seragam olahraganya sudah berkerumun di depan pintu sejak tadi.


David hanya menunjukkan ekspresi datar. "Kalau begitu kita lanjutkan besok di jam olahraga. Sekian," final David meninggalkan tempat itu. Ia berlalu menghampiri segerombol cewek cantik yang sudah menunggunya.


Penghuni kelas IPS dua mendadak heboh. Apalagi guru Geografi belum datang, jadinya mereka kembali berkeliaran kesana kemari.


Kimi yang sudah menunggu momen ini langsung menghembuskan nafas lega, beralih menjitak kepala Nana dan Digo secara bergantian.


"Sialan lo berdua, gue nggak cacingan kali. Apalagi cacing alaska, dikira gue tinggal di bikini botom?!"


"Lagian lo kenapa tadi malah kaya gitu? Kenapa lo kaya takut ketemu sama pak David coba?" Nana mengelus kepalanya yang sakit akibat jitakan Kimi. Sebenarnya sih jitakannya nggak kerasa tapi buat pencitraan aja.


"Em ituu-" Kimi menggantung ucapannya. Ia tidak mungkin menceritakan kalau sebelumnya dia pernah bertemu David di cafe dan menumpahkan kopinya untuk menyiram Gita. Mana habis itu dia ngasih uang sepuluh ribu terus nendang area terlarangnya dan manggil David dengan om-om mesum lagi.


Tidak, Kimi tidak mungkin menceritakan semua itu. Apalagi mengingat mulut temen-temennya yang lebih julid dari pada lambe turah. Bisa-bisa nanti bakalan jadi gosip hangat.


Apalagi kalau jika David sampai tau. Bisa-bisa itu bakal mengancam nilainya di kelas, biasanya kan Kimi dapat peringkat 5 dari belakang, nanti kalau turun jadi 1 kan bahaya.


"Em ittu gue sebenernya malu tadi pas upacara udah jadi pusat perhatian. Ya gue takut aja lah kalo pak David mikirnya gue gimana-gimana." Alibinya.


"Lebay lo kim." sahut Digo.


"Diem lo bambang!" bentak Kimi sembari melotot.


"Nama gue Digo bukan bambang!"


"Aldigo subambang haha," samber Nana lalu tertawa puas.


"Sembarangan. Dengerin baik-baik, nama gue itu Digo Mahendra. D-i-g-o M-a-h-e-n-d-r-a. Kalo Bambang itu nama kakek gue, tapi ya nggak ada su-nya juga Maemunah!" jelas Digo dengan kesal.


"GAES ADA HOT NEWS. GUE PUNYA GOSIP BARUUU YUHUUU," teriak Amanda di ambang pintu dengan hebohnya.


... -Bersambung-...

__ADS_1


__ADS_2