
Tok... Tok... Tok..
"Kim bangun cepetan!"
Tok.. Tok.. Tok..
"WOY KEBO BANGUN CEPET!
"Kimimela agatha cepet bangun!"
"Iya sabar napa sih ah!" Gadis itu menyingkap selimut yang menggulung di tubuhnya dengan kasar, kimi menggerutu kesal. Lagi-lagi suara Airin mengganggu gendang telinganya sejak tadi.
Kimi menggeliat sembari mengucak kedua matanya yang masih di hiasi runtukan belek. Dengan susah payah melawan rasa malas, gadis itu beranjak turun dari kasur lalu membuka pintu kamar yang masih tertutup rapat.
"Apasih kak? Pagi-pagi ganggu orang tidur aja! Hoammm" ucapnya pada Airin yang sudah berdiri di depan pintu.
"Pagi mbahmu! Tuh liat udah jam 9," tunjuk Airin pada jam yang terpajang di dinding kamar membuat kimi langsung melirik jam itu.
"Tapi kan ini tanggal merah, sia-sia dong kalo jam segini bangun, ah!" gerutunya sembari memanyunkan bibirnya kesal. Baginya, bangun pagi di saat hari minggu dan tanggal merah merupakan sesuatu yang sangat mubazir. Ya minimal jam 10 lah.
"Pokoknya sekarang lo harus mandi, terus ikut kakak." titah Airin membuat kimi menggaruk kepalanya dengan malas.
"Kemana?" Melihat penampilan Airin yang sudah rapih mengenakan celana jeans panjang dipadukan dengan blouse, sudah bisa di pastikan bahwa ia akan pergi.
"Udah cepet jangan banyak tanya, sana mandi ah." Airin mendorong tubuh kimi yang masih lemas menuju depan kamar mandi.
"Iya sabar dih." Menuruti perintah Airin, kimj benar-benar masuk dan melakukan ritual mandinya di dalam sana.
Sementara Airin setia menunggu di depan kamar mandi dengan mondar-mandir sambil memikirkan sesuatu yang terus menganggu pikirannya.
"KAK AMBILIN HANDUK DONG," teriak kimi tiba-tiba yang membuat Airin mendengus.
Tiga puluh menit berlalu, Kimi sudah selesai dengan ritualnya dan juga sudah siap dengan stelan baju kodokan yang dipadukan dengan kaos lengan pendek. Berbeda dengan kakaknya yang lebih feminim, Kimi justru tidak terlalu perduli dengan penampilan. Katanya yang penting pakai baju saja sudah cukup.
Entah kemana Airin akan membawanya pergi yang jelas kimi tidak tahu apapun setelah ini.
"Loh kok kamu masih di sini, kasian tuh Jov udah nungguin dari tadi," ucap Santi yang menghentikan langkah mereka berdua di antara anak tangga.
Mendengar ucapan maminya itu, Kimi menatap Airin dengan tatapan butuh penjelasan.
"Inn-i Airin mau pergi mi, tapi mau ngajak Kimi juga soalnya emm-" Airin menggantung ucapannya sejenak.
__ADS_1
"So-soalnya tadi Kimi maksa mau ikut mi," lanjutnya sedikit gugup.
"Tap- emmphhh" Belum sempat melanjutkan ucapannya, Airin sudah terlebih dahulu membungkam mulut adiknya itu dengan cepat.
"Kimi katanya mau ikut sekalian mau jalan-jalan, iya kan dek? " ucap Airin dengan melempar kode mengedipkan mata beberapa kali yang membuat gadis itua hanya mengangguk pasrah sambil tersenyum getir. Kimi baru ingat kalau semalam kan memang David mengajak Airin fitting baju pengantin.
"Ya sudah kalian berdua cepat turun kasian Jov udah lama nunggunya. Oh iya Airin, mama pesen sama kamu tolong jangan menunjukkan sikap kamu yang benci sama Jov. Mami tau kamu nggak suka sama perjodohan ini tapi mami juga nggak mau kalo kamu di marahin lagi sama papi kaya tadi melem," ujar Santi panjang lebar. Tadi malam memang Airin kena semprot habis-habisan oleh Fahmi. Dan itulan yang menjadikannya harus mengikuti ajakan David untuk fitting baju pengantin hari ini.
"Mau fitting baju apa mau nagih utang masa pakenya jubah hitam kaya gitu." Celetuk kimi saat melihat David dengan setelan hitam yang selalu menjadi ciri khas penampilannya tengah duduk di sofa bersama Fahmi.
Menyadari Airin dan Kimi datang, David langsung berdiri dan berpamitan pada calon mertuanya itu.
"Kalo begitu saya mau ajak Airin sekarang om." David menyalami tangan kanan Fahmi dengan rasa hormat, meskipun sebenarnya ia menolak keras perjodohan ini tapi ia tetap menghormati Fahmi yang sebentar lagi akan menjadi calon mertuanya.
"Hati-hati di jalan calon menantu," ucap Fahmi mengelus punggung David kemudian terkekeh pelan untuk meledek. Hal itu hanya di tanggapi geli oleh kedua putrinya yang menyaksikan sejak tadi.
Setelah acara pamitan, mereka bertiga langsung menuju mobil David yang terparkir di depan rumah.
"Sialan lo kak, tau gini mending gue tidur lagi," gumam Kimi saat membuka pintu mobil yang hanya di balas senyuman jahil dari Airin sambil mengangkat kedua jarinya membentuk lambang peace.
......................
Suasana di dalam mobil benar-benar canggung. Airin memilih duduk di jok belakang bersebelahan dengan Kimi dari pada di sebelah calon suaminya itu.
"Om kenapa mau di jodohin sama saya sih?" tanya Airin tiba-tiba yang membuat David melirik sekilas.
"Terpaksa," jawab David dengan santai sembari fokus dengan kemudinya.
"Tapi jujur dari lubuk hati yang paling dalam, saya nggak mau nikah sama om."
"Silahkan batalkan saja perjodohan ini kalau memang bisa, saya tidak keberatan dan malah saya bersyukur tidak jadi menikah dengan bocah yang masih labil!"
"Saya nggak labil ya om! Om aja yang nggak punya pendirian, katanya nggak mau di jodohin eh malah ngajak fitting baju segala!"
David hanya menepis ocehan Airin dan tidak ambil pusing untuk menanggapinya lagi. Yang jelas dia juga tidak mau berada dalam posisi ini kalau bukan perintah Reno.
Airin benar-benar kesal dengan bentukan calon suaminya ini. Gadis itu memilih menurunkan kaca jendela mobil dan melihat pemandangan gedung-gedung di sepanjang perjalanan dari pada melihat ke arah depan.
Kimi yang sepertinya enggan mendengarkan perdebatan antara Airin dan Darel memilih meyumpal kedua telinganya dengan earphone sejak tadi.
Bolak-balik ia meriplay sebuah lagu yang dibawakan oleh mawang dengan judul Kasih sayang dari orang tua.
__ADS_1
"nu na hi nu na hi nu, hiya"
"nu na hi nu na hi nu, hiya"
"nu na hi nu na hi nu, hiya"
Kimi yang ternyata sudah hafal lirik lagunya sampai tidak sadar bersenandung dengan begitu menghayati saat menirukan suara mawang. Dengan gaya dramatis diiringi mimik wajah lucunya itu mampu membuat Airin tidak kuat menyemburkan tawa.
Sementara David hanya berdehem karena gengsi kalau sampai harus tertawa hanya karena mendengar Kesya bernyanyi.
......................
Setelah setengah jam perjalanan akhirnya mereka sampai di sebuah butik mewah yang cukup terkenal.
Kimi yang sebenarnya hendak menunggu di dalam mobil malah di tarik Airin untuk masuk ke dalam butik.
"Gue nunggu di sini aja kak ngantuk banget sumpah" ucap Kimi mendudukan bokongnya di atas kursi yang berada di lobi.
"Yaudah tunggu disni, nggak boleh kemana-mana." Airin meninggalkan adiknya di sana. Gadis itu berjalan masuk menyusul David yang lebih dulu berjalan di depannya.
20 menit berlalu...
Setelah gaun berwarna putih di pilih untuk acara pernikahannya, Airin kini telah keluar dari dalam sana dengan ekspresi malas yang jelas sekali terlihat.
Disaat para calon pengantin menantikan momen ini, ia justru harus merasa tertekan karena semakin mendekati hari-H menuju pernikahan.
Airin berjalan mendahului David menuju lobi. Ia bergegas cepat saat mengingat Kimi pasti sudah lelah menunggu. Namun saat tiba di lobi, Airin di kaget saat melihat adiknya itu tengah tidur selonjor di kursi dengan posisi terlentang.
"Kimi bangun ih jangan tidur di sini." Airin menggoyangkan lengan adiknya itu berulang kali sampai akhirnya mendapatkan respon.
Gadis itu menguap dan mengubah posisinya menjadi duduk sambil mengucak kedua matanya tanpa mengucapkan apapun pada Airin, bahkan ia terlihat langsung berdiri dan berjalan menuju pojokan tembok.
"Dek mau kemana?" tanya Airin bingung.
Kimi tidak menjawab, ia malah kembali membaringkan tubuh mungilnya dengan santai, tapi kali ini bukan di atas kursi. Melainkan di atas lantai dengan posisi memeluk tembok. Bahkan tidak tanggung-tanggung, gadis itu mengangkat satu kakinya kemudian menempelkannya pada permukaan tembok yang dingin.
Airin baru menyadari kalau Kimi sedang berada dalam posisi mengigau mode on dan belum sepenuhnya sadar dari tidurnya.
Airin mendengus. Berusaha membangunkan Kimi karena sejak tadi menjadi perhatian bagi siapapun yang melihatnya. Termasuk David yang hanya bisa menggelengkan kepala. Melihat posisi David sekarang ia lebih mirip seperti seorang paman yang sedang ngemong dua keponakannya.
Sementara di sisi lain, niat Airin mengajak Kimi kan biar ada temen ngobrol dari pada berduaan sama David . Eh malah ternyata memaksa adiknya untuk ikut adalah pilihan yang salah.
__ADS_1
......-Bersambung-......