
"Aku mau mampir ke rumah Bu Marni sebentar boleh kah "tanya Gianti
yang di tanya cuma mengangguk .
"Rumah nya di depan ya yang cat warna biru "jelas nya lagi .
Galang menepikan mobil nya berhenti di depan rumah yang cat biru .
Bu Marni saat itu sedang mengangkat jemuran penasaran dengan mobil yang berhenti di depan rumah nya .Tangan nya penuh pakaian hampir seluruh wajah nya ketutup tapi rasa ingin tau nya tak bisa di tahan .
lha bukan nya menaroh pakaian dulu malah berjalan keluar .
"Bu Marni mau ke mana??"Gianti heran melihat nya.
"waaah nak Gianti sama siapa tuh" mendengar suara Gianti ia menurunkan sedikit pakaian di tangan nya .
"Itu Bu sama teman"
"Hahh "
Galang mengeluarkan kepala nya dari jendela mobil mendengar Gianti menyebut nya teman .
"Brukkkk" pakaian di tangan Bu Marni jatuh ketanah .matanya melotot melihat Galang .
Ia mengucek matanya .seperti bermimpi melihat pangeran turun dari langit😂.
"Aduhh mimpi apa semalam bisa melihat cowok seganteng itu .
"Ayo Gianti teman nya di ajak turun "
"Sini ..sini masuk "sambil memperbaiki dandanan nya .
"waah ganteng sekali"serunya norak .
Galang kesal melihat tingkah nya .
Gianti tertawa sambil menutup mulut .
"Kayak artis sinetron ya " gemes nya sambil mengedip ngedip kan matanya .
"Bu Marni kue nya mana"sambil tersenyum Gianti mengingatkan .
"Ada di dalam sebentar ...ya sebentar kuambil .."bergegas masuk lalu .secepat kilat keluar lagi .
"Ini ambil lah semua buat kamu dan ibu mu "senyumnya sambil melirik galang.
"Banyak betul Bu ! suami ibu tidak di sisain ?" Tanya Gianti .
Bu Marni melotot ke Gianti .
"Huss jangan kencang kencang ngomongnya "sambil melirik kiri kanan takut suaminya sudah pulang .
"Gianti teman nya kenapa tidak mau turun "bisik nya .
"Dia tidak punya kaki Bu ".
"Hahh"tidak percaya.
"Trus nginjak rem pakai apa"selidiknya .
"pakai tongkat "
"ooh "percaya begitu saja
"sayang sekali "
"Ya sudah Bu terima kasih ya kue nya sudah senja saya pulang dulu"Gianti pamit sambil mengulum senyum."
__ADS_1
"Iya ..iya salam buat ibu mu "semangat nya sudah kendor .
"Jangan lupa jemuran pakaian nya yang jatuh di tanah Bu ".Gianti mengingatkan .
"Waduhhh mati aku" menepuk jidatnya yang lebar.
Galang melihat mereka berbisik bisik cuma mendengus kesal ngak tau apa yang mereka bicarakan.
Gianti melangkah keluar .lalu mendekati mobil Galang .karna kesal Galang tidak membukakan pintu untuknya padahal tangan Gianti memegang kue dan satunya memegang buku bukunya .melihat muka Galang yang kesal .Gianti berbalik melangkah .tidak mungkin dia membuka pintu mobil dengan kakinya .
"Dasar mahluk tidak peka "gerutunya .
Galang menyadari Gianti tidak naik tapi berlalu dengan jalan kaki jadi bingung .
"upss "dia baru melihat Gianti tidak bisa membuka pintu karna tanganya penuh.
Dia tidak biasa merayu . Di garuknya kepala nya yang tidak gatal .
turun dari mobil menghampiri Gianti .
"Sini biar aku yang bawakan"tawarnya
"Tidak usah aku bisa sendiri "
Galang meraih plastik yang di pegang Gianti dia tidak suka penolakan .
lalu menariknya masuk mobil .
Gianti mencoba menepis tangan nya tapi kalah kuat .
"Dari pada ribut mengalah aja "Pikir nya .
Di dalam mobil sesekali Galang curi pandang padanya tapi dia pura pura tidak tau.. tak lama kemudian mereka sampai di rumah Gianti .Rumah yang sangat sederhana tapi bersih dan terawat .
Bu dini yang sedari tadi menunggu Gianti berdiri dari duduknya melihat ada mobil berhenti di depan rumahnya .Dahinya berkerut ketika melihat Gianti turun dari mobil .Itu mobil Galang tadi siang Dia sudah melihatnya .
"Ini Bu tadi mampir ke rumah Bu Marni "jawab Gianti
"kak terima kasih tumpangan nya maaf ya sudah merepotkan "ujarnya kepada Galang .
Gianti tersenyum memperlihatkan barisan giginya yang rapi .
Galang terpaku dia baru menyadari Gianti ternyata sangat cantik saat tersenyum .
Bingung mau berkata apa dia cuma mengangguk .
Galang menoleh kearah ibu Gianti dan menundukkan kepalanya kemudian berlalu .
Bu dini menatap kepergian Galang ,Ada sesuatu di hati nya saat melihat nya .Seperti sebuah ikatan tapi tidak mengerti dengan perasaan nya sendiri .
"Ibu kenapa " tanya gianti
"Entah lah ibu seperti mengenal anak muda itu"ucapnya sambil masuk kembali
"mungkin perasaan ibu saja ."lanjutnya lagi .
Gianti cuma tersenyum menanggapi nya..
"Gia mandi dulu ya Bu "meninggalkan Ibu nya yang masih duduk .
"Mandilah selesai mandi ada yang ingin ibu bicarakan denganmu"
"masalah apa Bu?" tanya nya penasaran .
"Nanti saja mandi dulu sana"
Gianti kebelakang tapi masih penasaran .
__ADS_1
setelah mandi gianti pun bersiap untuk sholat .Ibunya juga beranjak sholat .
selesai sholat Gianti mendekati ibu nya dan menyalami nya .
"Tadi ibu mau bicara apa" Masih penasaran .
Ibu nya tersenyum lalu membuka pintu lemari dan mengambil sebuah bungkusan .
"Bukalah "sambil menyodorkan Bungkusan itu pada Gianti .
"Ini apa Bu "
"Buka lah kamu akan tau isi nya "
perlahan Gianti membuka bungkusan kain itu lalu melihat sebuah kotak perhiasan di dalam nya .
perlahan di buka nya kotak itu ,matanya tak percaya melihat benda yang ada di dalam kotak itu .
"Waahh bagus sekali Bu !"serunya .
Kalung dengan liontin ukiran kembang sepatu dan sebutir berlian sebagai putik nya .
"Ini punya siapa Bu"tanyanya heran ,mereka hidup pas Pasan tentu perlu uang yang banyak untuk membeli perhiasan seperti itu .
"Itu warisan dari nenekmu" ujar ibunya menutupi rasa gugup nya.
"Ibu simpan supaya kelak bisa buat biaya sekolahmu " lirihnya.
"Bu ini barang berharga buat ibu sebaiknya di simpan saja "ujar Gianti menggenggam kalung itu dan menyerahkan ke tangan ibunya .
"Gia akan bekerja paruh waktu Bu agar bisa membiayai kuliah sendiri ibu tidak perlu kuatir ".lanjut nya lagi.
"Buat tes masuk nya gia akan ikut jalur bea siswa dan itu tidak perlu bayar Bu doa kan saja gia berhasil ."Gia memeluk ibunya .
Dada Bu dini sesak harusnya putrinya tidak perlu bersusah payah untuk menghidupi dirinya sendiri.Ia menangis bangga anaknya tidak pernah mengeluh sedikit pun dan selalu mengerti keadaan orang tuanya.
"Doa Ibu akan selalu bersama mu sayang "dan memeluknya semakin erat.
sementara itu Galang sudah sampai di rumah ponsel nya berdering .Dia melihat nama papa nya .Ia menggeser tombol hijau itu keatas.
"Halo pah "siapanya
"Halo Galang bagaimana keadaan mu di sana apa kamu betah ?"
"Betah??"bagaimana papanya bisa berpikir dia betah di sini sedangkan dia hidup dulu di luar negri dan di Kota besar .
"Oiya untuk urusan pabrik karet itu bagaimana ?
apa kalian sudah ketemu ?? tanya papanya lagi.
Galang menjauhkan ponselnya dari telinganya .kepala nya pusing mendengar semua pertanyaan papanya .
"Galang...apa kamu masih di dengar " papa ya teriak di ponsel .
Galang tidak menjawab sampai akhirnya papanya mematikan panggilan sana .Di lempar nya benda pipih itu ke sofa
lalu tanpa melepas sepatu nya ia berbaring napas nya terdengar mendengus kesal .
Tiba tiba wajah Gianti yang sedang tersenyum melintas di otaknya .
"Gia "
"Nama yang bagus" ucapnya sendiri ada desir aneh di hatinya...
"Tok...Tok ..tok " ada suara orang mengetuk pintu .
Siapa yang tahu tempatnya di sini .
__ADS_1
Beranjak ke pintu dan kaget...