Gadis Kembang Sepatu

Gadis Kembang Sepatu
kemarahan Lina


__ADS_3

" Hai semua "sapa Lina dengan nada sombong dari atas mobil yang berhenti di halaman Gianti .


"Eh Pak Desa ,Bu desa mau kemana nih ?mobil baru ya ?" tanya Bu Marni kepo tapi tidak melihat kearah Lina dia tidak suka kesombongan anak itu.


"Ini Bu kami mau menjenguk Bu dini katanya di rawat di klinik ya ?" jawab pak desa ramah .


"Wah kebetulan kami juga mau ke sana pak " jawab Ibu yang lain .


"Baiklah kalau begitu kalian ikut kami saja sekalian ."ajak Bu desa .


"Lho Bu mobil kita kan kecil mana muat kalau mereka ikut "Lina menimpali tidak suka Gianti menumpang di mobil mereka .Ia merenggut kesal .


"Iy Bu benar kata Lina mobil nya tidak muat bapak duluan aja nanti kami naik angkot saja ."ujar Bu Marni melirik sinis kearah Lina .


Gianti juga tersenyum setuju dengan Bu Marni .Lebih baik naik angkot dari pada semobil dengan Lina Ia tidak mau cari masalah .


"Baiklah kalau begitu kami berangkat duluan "pamit pak kepala desa .


Setelah mengunci pintu dan mengambil barang keperluan nya Gianti lalu berangkat bersama Bu Marni dan tetangganya .


Di angkot karna penuh sesak mereka tidak banyak berbicara .setengah jam perjalanan akhirnya mereka sampai .memasuki halaman klinik Gianti melihat mobil Bapak kepala desa sudah sampai duluan .


"Gia ....!" seru Galang begitu melihat Gianti .


" Lho kenapa kak Galang keluar kan sakit "Gianti merasa cemas melihat tangan Galang masih di infus .cowok itu bosan nunggu di kamar jadi keluar lagi .


Bu Marni yang melihat Galang menatap tak berkedip .lha kok bisa jalan kata Gianti kan cowok itu ngak punya kaki.


"Dek ini kakinya asli " tanyanya penasaran sambil mendekati Galang dan menunjuk kaki nya


"Ya asli lha Bu "jawab Galang ketus lah kaki bisa jalan sempurna begini masa di ragukan .


Bu Marni menatap Gianti minta penjelasan .

__ADS_1


"Iya Bu asli baru tadi pagi di pasang makanya coba lihat tuh infus nya aja masih di pegang " Gianti menjawab tatapan Bu Marni .


"Duh nih anak seenaknya saja kalau ngomong "Galang melirik tajam ke arah Gianti .


"Ayok Bu kita masuk di sini hawanya panas" Dia tahu Galang marah padanya .jadi memilih cepat cepat pergi . Bu Marni mengikuti dengan bingung .


Galang rasanya mau mencium gadis itu karna gregetan dari tadi di cari ngak ketemu tapi begitu ketemu malah ngerjain lagi .ia melotot karena ditinggal begitu sana .Ini ujian baginya 🤭


"Gianti masuk ke dalam ruang perawatan ibunya . ternyata ada pak kepala desa dan istrinya dan Lina tidak kelihatan


"Sudah lama pak ,Bu "sapa Gianti sambil menyalami kedua nya pak kepala desa dan istrinya di dalam ngobrol sama ibu nya .


"Tidak nak Gianti kami juga baru sampai "jawab ibu kepala desa karna suaminya tidak mendengar pertanyaan Gianti .


"Bu dini apa kabar ,bagaimana kondisi nya ? Bu Marni langsung memeluk Ibu Gianti .lha badannya yang gemuk membuat Bu dini susah bernapas .


"Alhamdulilah baik Bu "jawab Bu dini sambil mengatur napasnya .mereka lalu mengobrol bersama dan suasana jadi ramai karna Bu marni .


Gianti keluar hendak membeli air minum buat tamu Ibunya .Dilihat nya Galang bersandar di depan ruang perawatannya .melihat Gianti dia langsung menegakkan badan nya menghampiri Gianti .


"Aku cuma bilang kak Galang ngak punya kaki" sahut Gianti tanpa merasa bersalah.


"" apa ngak ada yang lain "Galang mendekati Gianti ,gadis itu mundur badan nya terbentur tembok dan Galang mengurungnya dengan dua tangannya yang kekar .


"Kak Galang mau apa "Gianti gugup muka nya memerah .


"aku kan sudah pernah bilang kalau kamu bikin kesel lagi maka aku akan mencium mu"


muka nya maju bibir Gianti yang ranum begitu menggodanya .


"Jangan kak aku minta maaf" badan Gianti gemetar tangan nya pun jadi dingin .


"Kak Galang" tiba tiba seseorang memanggil Galang dan dia menoleh ,

__ADS_1


.Gianti pun memanfaatkan kesempatan itu untuk kabur. Lina memang selalu menyelamatkan dia dari Galang ,Ia lalu mengatur napasnya karna jantung nya terasa mau copot dan segera ke toko yang ada di klinik itu .terlihat Lina menghampiri mereka dilihat nya dari jauh Galang mendekati Gianti dan hampir mencium nya .


Lina menatap tajam ke arah Gianti rasa bencinya semakin bertambah karna Gianti ternyata mengenal Galang dengan dekat sudah dua kali ia melihat mereka berdua


"Kak Galang kenapa ada di sini " tanya nya dengan manja lalu hendak menarik tangan Galang dan kaget melihat ada jarum infus di sana .


"Kak Galang sakit apa" tanyanya dengan nada di buat sekuatir mungkin .


"memangnya apa urusan kamu ?"Galang terlihat sangat geram .di tatap nya Lina dengan tajam dan dingin .Dia merasa begitu terganggu dengan gadis itu


"Aku .....aku cuma nanya aja kak " Lina takut melihat tatapan Galang .


"Kamu itu selalu menggangguku dan aku sangat tidak suka ..." tegas Galang sambil melangkah dengan kesal meninggalkan Lina .


"kak Galang tunggu "Lina berteriak Galang tidak mau tau ia masuk ke kamar perawatan dan mengunci nya sungguh dia benci gadis itu karna mengganggu waktu nya .


"Kak buka pintu nya biar aku menemani kakak di sini " Lina mengetuk pintu Galang dengan keras .seorang perawat yang melihat nya menegur .


"maaf ini klinik harap anda tidak mengganggu pasien di sini " tegur perawat itu .


"Huhh ini semua karna gianti awas saja aku akan membuat perhitungan dengan mu kak Galang milik ku tak seorang pun boleh mengambil nya ..."gerutu Lina sambil melirik tajam perawat yang menegurnya .Ia lalu mengintip Galang dari jendela di lihatnya cowok itu berbaring sambil menutup telinga nya dengan bantal.


"Lihat lah nanti aku pasti bisa mendapat kan kak Galang apapun caranya "dia bertekad dalam hati .Ia lalu mencari orang tua nya hendak mengajak pulang dia tadi malas ikut masuk ke dalam . Dilihat nya mereka ngobrol di ruang Bu dini .Gianti berdiri di dekat Ibunya sambil memegang teh panas dan hendak menaruh nya di meja tapi ada Bu desa di depan nya . .Lina lalu masuk berjalan di dekat Gianti lalu sengaja menyenggol badan nya .


"Aduhhh ....panas panas" Gianti teriak teh itu tumpah di badan nya .


wajah Gianti meringis menahan panas .semua kaget dan panik .Lina tersenyum licik


"Apa yang kamu lakukan Lin " pak kepala desa marah .


"Maaf saya tidak sengaja yah" ucap nya dengan nada datar tanpa merasa bersalah sama sekali .


" cepat panggil dokter sana " perintah ayahnya .Bu dini sudah menangis melihat Gianti sementara Bu Marni membantu Gianti ia menyiram baju Gianti dengan air minum biar tidak kepanasan .Tangan Gianti memerah .Lina keluar dengan senyum

__ADS_1


"Rasain kamu Gianti itu belum ada apa apanya nanti kamu akan merasakan lebih dari itu .....


__ADS_2