
Gianti ikut menoleh menoleh ke arah pintu masuk .
"Deg"ada desir halus saat melihat cowok jangkung itu melangkah masuk .
Lia yang duduk di sebelah nya menyikut perut nya .
"Aduhh!" seru Gianti tertahan sambil menutup mulut nya .Ia meringis kecil tapi Lia malah melotot kepada nya .
"kamu lihat dia itu sangat tampan aku sudah melihatnya tadi siang"bisiknya sambil melirik kearah Galang .otaknya sudah traveling membayangkan ia dan Galang bisa bersama .sambil tersenyum dia terus menatap kearah cowok itu .
sayangnya Galang tetap memasang wajah angkuh nya tak ada senyum sama sekali menghias wajah tampang nya .pandangannya fokus ke depan Tanpa melihat sekelilingnya .
"Assalamu'alaaikum ...."ustad Hilmi membuka pertemuan malam itu
"waalaikum'salam .."serentak yang hadir menjawab salam ustad Hilmi beliau ada pengurus langgar di desa .
Galang hanya menaikkan sudut bibirnya sedikit tanpa ikut membalas salam .
"Huhh sombong sekali "Gianti membatin .
"Adik adik sekalian mohon maaf sebelumnya karna kami mengadakan pertemuan ini secara dadakan .Malam ini saya hanya akan memperkenalkan tamu kita yang jauh jauh datang dari kota dengan maksud untuk mengadakan perbaikan untuk desa kita ini supaya lebih maju dan bisa bersaing dengan desa desa lain "Ustad Hilmi menjelaskan maksud kedatangan tamu mereka yang dari kota .
Galang mengerutkan dahi nya .
"maksud pak ustad apa ya bukankah aku di kirim ke desa ini untuk mencari informasi sekitar pabrik "tanyanya dalam hati .
"Tapi kok kayaknya jadi mengurus desa ini" batinnya lagi
""Ada yang salah kayaknya "ia terus berujar sendiri.
Gianti dan Lia menoleh bersamaan ke arah nya .pandangan mereka bertemu sesaat lalu ,Galang dan Gianti cepat cepat mengalihkan pandangannya ke arah yang lain .
ustad Hilmi lalu meneruskan pembicaraan tadi .
"maaf saya belum memperkenalkan tamu kita "ujar nya sambil berdiri
"Dek Galang silahkan memperkenal kan diri dulu"Ustad Hilmi melihat kearah Galang lalu mempersilahkan berdiri ke depan .
Galang maju kedepan pandangan semua yang hadir lalu tertuju kearah nya .
"wow sempurna "ucapan itu lolos begitu saja dari bibir Lia .
Gianti yang ada di sebelah nya langsung menutup mulut nya agar tidak bersuara lagi .
"malu maluin aja kamu Lia " bisiknya karna Galang melihat ke arah mereka .
"Nama saya Galang Andika Prayoga "terdengar suaranya lantang dan tegas .
"Tapi cukup memanggil saya Galang"ujar nya lagi
"saat ini saya masih kuliah dan saya rasa cukup itu saja "ia lalu kembali ke tempat duduknya .
__ADS_1
Lia yang mau tau status nya sudah punya pacar atau belum langsung kecewa karna Galang tidak melanjutkan lagi .
Galang kembali duduk dan melanjutkan aktivitas nya memainkan ponsel tanpa menoleh .
"tidak sopan"gerutu Gianti .
setelah tidak ada lagi yang di bahas akhirnya pertemuan itu diakhiri dengan makan bersama ,Gianti melihat kepala desa dan istrinya menyiapkan hidangan untuk tamu tamu itu .kebetulan rumah kepala desa ada di samping langgar kecil itu.
Dari dalam rumah kepala desa tiba tiba keluar seorang gadis yang sebaya dengan Gianti .pakaian yang di pakai cukup ketat hingga menampilkan lekuk tubuhnya .
"Lina" seru Gianti dan Lia bersamaan
"kapan kamu pulang"dan mereka juga bertanya dengan pertanyaan yang sama .
Gadis yang di panggil Lina cuma menoleh sesaat dan mengangkat ujung bibir nya sedikit .
"Tadi pagi "ujar nya acuh
Lina tidak menghampiri Gianti dan Lia tapi melangkah ke arah Galang .
"Kak Galang tidak makan "tanyanya dengan senyum semanis madu .tutur katanya juga lembut .
Yang di tanya menoleh pun tidak .
Lina tidak putus asa ,ia mengambil piring dan nasi serta lauk yang ada di meja lalu menyodorkan ke depan Galang .
"Nih kuambilkan "sambil tetap dengan suara yang semanis mungkin .
Gianti yang menyaksikan hal itu hanya geleng kepala tapi tidak dengan Lia tatapan nya tak pernah lepas dari Galang .sampai lupa kalau piring nya tidak ada isinya tapi sendok diarahkan ke mulut nya yang terbuka .
Melihat kelakuan Lia, Gianti tertawa yang lain ikut menoleh kearah Lia .
"makan tuh sendok!" celetuk salah seorang dari mereka sambil tertawa.
Menyadari kelakuan bodoh nya Lia jadi salah tingkah .
" Ayo Gianti kita pulang "ajaknya
"Aku belum selesai makan "sahut Gianti sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya .
Dia tidak peduli dengan tatapan sinis dari Lina yang dari dulu tidak pernah menyukainya .
Ia gadis yang miskin dan Lina tidak suka .
Di sekolah Gianti termasuk gadis yang cerdas Bea siswa selalu ia dapat dari sekolah dasar .Gianti juga cantik dan baik hati .
semua guru dan teman teman mereka di sekolah sayang padanya .Tapi tidak dengan Lina yang anak orang berada di desa nya .
Lina membenci nya karna Gianti miskin dan dia merasa tidak level bermain bersama.
Ridho juga sangat perhatian pada Gianti .dan Lina menyukai Ridho .itu yang membuat nya semakin benci .
__ADS_1
"wah yang tidak pernah makan enak hati hati nanti keselek lho "sindir nya .
"Terima kasih Lin tapi masakan ibumu sangat enak"Gianti menatap Lina ia tau dirinya di sindir .
"kan gratis"ketus nya lagi .
"maaf kami permisi "Ucap Gianti tidak mau meladeni ucapan Lina .
pergi ke belakang mencari pak kepala desa dan istrinya .
"pak ,Bu kami mau pamit terima kasih jamuannya .masakan Ibu sangat enak""pamit nya .
"Iya nak Gianti terima kasih pujianya "sahut Istri kepala desa dengan ramah .
"Hati hati di jalan ya "sambil menyalami Gianti dan Lia .
"Iya Bu "serempak mereka menjawab .
Lina menghampiri keduanya di lihat ibunya sangat ramah ke Gianti ia menghentakkan kaki nya ke tanah dan berlalu dengan kesal .
Galang yang duduk tidak jauh dari tempat itu hanya melirik sekilas cahaya lampu yang redup tidak bisa membuatnya melihat mereka dengan jelas .Ia hanya fokus ke ponselnya entah apa yang di perhatikan .
Lina kembali menghampiri Galang duduk di kursi kosong di sebelah nya .
"Apa kak Galang senang di desa ini ,menurutku lebih enak tinggal di kota banyak hiburan "ujar nya
"Oh Iya kak Galang kuliah di mana,ambil jurusan apa??" cerocos nya .
Yang diajak ngomong seperti patung hidup ,menoleh pun tidak .
"kak Galang suka minum kopi ?""
"lina bikinkan ya kak "Lina berdiri tidak peduli yang di ajak ngomong merespon atau tidak .
Tak lama ia kembali dengan secangkir kopi panas di tangan nya lalu meletakkan di meja kecil di depan Galang .
Galang yang terusik dengan aroma kopi mengambil cangkir itu lalu membawa nya pindah ketempat yang lain .
"Hahh "Lina melotot .
"Kopi nya enak kak itu Lina yang buat lho"sambil mengangkat kursi nya ke samping Galang lagi ia tidak putus asa .
"Hemm" hanya itu yang keluar dari bibir cowok itu .
Lina menepuk jidatnya sambil memutar otak.
Bagaimana caranya ya menaklukkan manusia kutub ini .
Dia merasa seperti hantu disini
Ayook ada yang bisa kasi tau caranya??di tunggu komen nya ya ...
__ADS_1
lope sekebun karet buat kalian yang sudah mampir di sini 😘😘