
Gianti geram dengan kata kata Galang .Dia jadi menyesal kenapa harus berurusan dengan cowok itu .Di tambah
Panas yang cukup terik membuat suasana hatinya terasa rusak .Harusnya hari ini ia bahagia hari ini adalah momen yang bagus untuknya .
Tanpa peduli lagi dengan Galang ,Ia tetap melangkah dengan tergesa gesa.
"Kok cara gadis itu jalan seperti aku kenal ya "ucap Galang pada dirinya sendiri .
"Huhh dasar orang kaya seenaknya saja memerintah orang "Gianti mengomel sambil jalan .sambil menendang batu batu kecil yang berserakan di jalan meluapkan kekesalannya padahal batu itu tidak bersalah padanya .
Galang melajukan mobilnya pas di dekat Gianti ia membunyikan klason .
"Tinggg.....Tinggg ...tingg."gadis itu melompat kaget .
"Ya Allah betul betul tidak punya akhlak "
Gianti mengelus dadanya .
Galang melirik dari kaca spion sudut bibirnya terangkat .gadis yang keras kepala ,
"
Di kampus semua cewek berebut mendekatinya mencari kesempatan untuk bisa mengambil hati nya atau pun sekedar perhatian dari nya .Tapi disini seorang gadis desa melihat tampan nya pun malas .sungguh ironis .dia yang di lahirkan dengan pahatan wajah yang sempurna tidak di lirik sama sekali.
"kesal "ternyata begini rasanya Tidak di anggap .
Opa membentuk nya menjadi laki laki yang keras .masa kecil nya di habis kan di luar negeri sampai remaja .belajar dan belajar cuma itu dunianya .Hari hari nya di habis kan dengan belajar saat teman teman seusianya nya bermain di luar sana ,opa mengirim dia untuk les dan belajar bisnis setelah selesai sekolahnya dia kembali ke negri nya karna papa nya membutuhkan dia .lalu melanjutkan sekolah nya di sini.dan sekarang di tuntut untuk bisa mengelola perusahaan .
Galang mendatangi ustad Hilmi tadi pagi dia sudah kesana mencari informasi seputar Gianti dan Lia Karna perlakuan mereka kepadanya tadi malam .Ia dapat informasi klo mereka hari ini ke sekolah dan tidak sulit bagi Galang untuk menemukan mereka karna sekolah lanjutan atas di desa ini hanya satu .
karna buru buru ponsel nya ketinggalan di sana .
Sementara Gianti sudah sampai di rumah . mata nya memicing melihat pintu rumahnya terbuka .
"Kok tumben ibu sudah pulang "batinnya sambil melangkah masuk halaman sampai di pintu mengucapkan salam tapi tidak ada yang jawab .
Gianti melangkah masuk di lihat nya ibunya sedang sholat .
"oh pantas "
masuk ke kamar mengganti baju lalu ke kamar mandi berwudhu dan kemudian sholat .setelah selesai ia keluar kamar.
"kok ibu cepat pulang "tanyanya begitu melihat ibunya di kamar .
"Iya sayang hari ini ibu sengaja pulang cepat karna ibu tidak sabar mau mendengar hasil kelulusan mu" .jawab Bu dini sambil tersenyum .
__ADS_1
"Alhamdulillah Gianti dapat nilai yang terbaik Bu "ujar nya .
Bu dini langsung memeluk Gianti
"Ibu bangga pada mu nak "
"Kamu tidak pernah mengecewakan ibu "
"Terima kasih sayang" ucap nya haru .
"Gia juga bangga punya ibu yang selalu menyemangati ku"Gianti memeluk ibu nya dengan semakin erat .
"Bagaiman dengan rencana mu kuliah "Bu dini menatap sendu kearah Gianti .
"Biaya dari mana Bu "
"meskipun saya bisa dapat bea siswa tapi untuk biaya hidup sehari hari bagaimana .terus bagaimana dengan ibu jika sendirian "jawab Gianti dengan muka yang tertunduk .
"kamu tidak usah memikirkan ibu di sini lagi pula ibu masih sanggup bekerja berangkat lah lanjutkan pendidikan mu ,ibu akan berusaha lebih keras lagi supaya kamu tidak seperti ibu "Dengan lembut Bu dini membelai rambut anak nya .
Gianti terdiam hati ya merasa dilema antara kuliah mengejar cita citanya tapi tidak tega meninggalkan ibu nya sendirian .
"Tapi Bu....."
"Gia tidak bisa meninggalkan ibu sendiri di sini "ucapnya perlahan .
"Yakinlah ibu akan baik baik saja "
"meskipun berat tapi ibu ingin kamu mendapat kan kehidupan yang lebih layak ".
Hari nya terasa seperti di iris saat mengingat dulu ia di singkirkan oleh keluarga suaminya hanya karna tidak punya pendidikan .
"Gia akan berusaha membuat Ibu bangga "ucap Gianti lalu memeluk ibunya lagi .
mereka lalu makan bersama tak ada suara yang terdengar dua duanya sibuk dengan pikirannya masing masing .setelah selesai makan Gianti membereskan peralatan bekas makan lalu beranjak ke belakang cuci piring .
Bu dini masuk kamar di buka ya lemari pakaian lalu menarik sebuah kotak kecil yang bungkus kain yang sudah usang lalu membukanya .Diambil nya sebuah kalung dengan liontin berbentuk kembang sepatu dan sebutir berlian di tengah nya .Netra nya mengembung dadanya terasa sesak .itulah satu satu nya barang berharga yang ia bawa dari suaminya yang telah mengganggap nya sudah mati bersama dengan putrinya .
Kalung itu ia simpan buat biaya sekolah Gianti kelak .sudah Delapan belas tahun iya menyimpannya .meskipun susah dia tidak pernah mau menjual benda itu tapi sekarang Gianti perlu biaya untuk melanjutkan sekolah nya .kalung itu kemudian di letakkan lagi ketempat nya semula .Bu dini merebahkan badan nya tak lama kemudian tertidur dengan sejuta beban di hati nya .
"Bu sudah sore aku mau ke langgar ya ".selesai menyelesaikan kan pekerjaan rumah Gianti ber- siap siap akan ke langgar .
mencari sosok ibunya Gianti melihat ibunya ketiduran .
"wah ibu tidur sebaiknya kutunggu sebentar sampai bangun "ujarnya
__ADS_1
Gianti beranjak hendak keluar menuju halaman tadi pagi dia tidak sempat membersihkan nya
Baru membuka pintu dilihatnya mobil Galang lewat di depan rumahnya .Gianti mengurungkan niat nya untuk keluar tapi Galang sudah terlanjur melihat nya .
"Ternyata dia tinggal di sini "
Galang memperhatikan rumah Gianti kenapa banyak kembang sepatu seperti di rumah ya .Ia menghentikan mobil nya pas di depan rumah Gianti . Dari kaca jendela mobil yang terbuka kepala nya terulur keluar .
"Hei urusan kita belum selesai "teriaknya .
"maaf saya tidak merasa kita punya urusan "kilah Gianti dia jadi tambah jengkel mengingat tadi Galang memaksa nya masuk mobil .
"Apa kamu tidak mau mengakui perbuatan mu tadi malam "tanya nya tanpa keluar dari mobil .
"Hah "
"Apa yang kamu inginkan "dia tau diri ya salah jadi nadanya melunak .
"Baik lah aku minta maaf "ucapnya tidak mau memperpanjang urusan nya dengan cowok itu.
"kamu pikir aku akan memaafkan dirimu semudah itu "cibir Galang .ia lalu keluar dari mobil melangkah mendekati Gianti .
"Kamu harus bertanggung jawab "ucapnya angkuh .
"tanggung jawab apa lagi kan aku sudah minta maaf "Gianti kembali menaikkan suara nya .
"Kamu sudah membuat ku capek berlari dan ketakutan aku akan memberi perhitungan dengan mu "
"kalian mengerjaiku dengan tingkah konyol kalian berdua"
"what "mata Gianti membulat .
"salah sendiri jadi cowok kok penakut "ketusnya .
"Apa kamu bilang "tidak terima di bilang penakut Galang tambah mendekati Gianti .
sementara itu Bu dini yang mendengar Gianti berbicara dengan seseorang bangun dari tidurnya .Ia lalu melangkah keluar hendak melihat Gianti dengan siapa .
"Gia ada tamu kok tidak di bawa masuk"ujarnya .
Gianti dan Galang menoleh bersamaan .
Bu dini yang melihat Galang langsung terpaku ,badan nya membeku ...
yupp besok kita lanjut lagi ya
__ADS_1
jangan lupa ya penyemangat nya 🥰🥰
"