
Gianti mendengus kesal kalau Galang masih di sini pasti cowok itu cari cara buat mengganggu nya .perlahan Gianti mundur lalu segera keluar .
"sebaik nya aku minta ke dokter ibu pulang lebih cepat ..."pikirnya .lalu bergegas masuk menemui ibunya .
"Bu kalau nanti sore kita pulang bagaimana?"tanyanya was was takut ibu curiga .
"kalau boleh kita pulang aja ibu juga ngak betah di sini badan rasanya sakit semua ."jawab ibu .
Gianti merasa dapat angin segar mukanya nya berseri seri ."akhirnya bebas juga"
"kalau begitu gia tanya dokter dulu ya Bu " ucapnya sambil bergegas keluar saat jalan di depan ruang perawatan Galang dia melangkah pelan pelan sambil menunduk takut Galang melihatnya lagi .untung pintunya sudah tertutup jadi dia merasa aman .
"Gia kamu mau ke mana " alamak kepala Galang keluar dari pintu .
"Mau ke pasar "jawabnya asal tanpa menoleh lalu jalan dengan cepat .
"Gia tunggu "Galang malah mengejarnya .
"Duh pingin rasanya Gianti menghilang ,tapi jantung nya berdebar debar saat ada di dekat manusia es batu itu .
Gianti semakin mempercepat jalannya dan setengah berlari Galang juga melangkah lebar lebar karna kakinya panjang akhirnya bisa menyusul Gianti .
"kamu mau ke mana sih "Galang penasaran melihat gadis itu jalan seperti di kejar hantu padahal yang mengejar nya makhluk tampan .
"Ngak ke mana mana "Gianti mengurungkan niat nya menemui dokter karna Galang ikut dia pasti akan tau rencana cantiknya .
"lha terus kamu ngapain sambil lari lari?" Galang tambah bingung .
"Aku itu lagi olah raga "kesal Gianti .Bisa tidak ya cowok itu diam .
"ya sudah aku temani kamu olah raga " ngotot tetap ikut .
Gianti berbalik menatap cowok di depannya dengan galak dan jutek .biasanya dia yang selalu jaga sikap lama lama pusing juga sama makhluk satu ini .kaki nya di hentakkan ke lantai lalu berbalik arah .
"lho kenapa kembali " teriak Galang melihat Gianti balik lagi .
__ADS_1
"Ngak jadi "napasnya terasa ngos ngosan menahan kesal .Galang putar balik juga menyusul Gianti .
"Gia dokternya bilang apa ? bisa kita pulang sore ini ??" Tanya ibu begitu melihat Gianti .mendengar itu Galang yang ada di belakang nya jadi melongo .ternyata Gianti tadi keluar mau cari dokter minta pulang cepat .
"lho ibu kan belum sembuh betul kenapa minta pulang cepat "tanya Galang sambil melirik gadis itu yang sudah salah tingkah .
"Gia ngajak pulang lagian ibu juga tidak betah disini "Galang mendekat lalu menggenggam tangan ibu Gianti .
"sebaiknya ibu istirahat saja dulu di sini biar betul betul pulih kalau sudah sehat baru pulang " ucap nya .biasalah cari dukungan
"Baiklah kalau begitu ibu minta pulang besok saja " Mendengar jawaban Ibunya Gianti mendadak jadi migrain .Galang menang ia tersenyum sambil melirik Gianti dan mengedipkan matanya...duhh rasanya mau menelan manusia kalau begini .
"Gia mau cari makan dulu ya Bu"malas dia berada di ruangan itu lama lama .
"Gia aku temani ya " Galang lansung berdiri .
""Tadi kak Galang kan sudah makan mau ngapain lagi ikut"
"Aku masih lapar tadi kan makan nya sedikit "ada saja alasan nya .
Gianti memijit pelipisnya tadi cuma migrain sekarang perasaan semua kepala nya jadi sakit .Ia kembali duduk tidak jadi keluar .Galang juga ikut duduk di sebelahnya .
"Ngak jadi Bu " jawab mereka bareng kompak sekali .Galang menoleh ke Gianti yang menatap nya dengan tajam .kok bisa sih jawab nya sama .
"Gia mau keluar Bu" sambil berdiri Gianti melotot kearah Galang ia tidak suka cowok itu ikut lagi .Tapi jangan salah ya bukan Galang namanya kalau mau ngalah .ia ikut berdiri.
Ya sudah kalian berdua keluar saja ibu mau istirahat bisa bisa ibu di sini terus kalau melihat kalian seperti tikus dan kucing "usir ibu .
"Terima kasih Bu" Galang senang bukan main .Ia lalu mengikuti Gianti ke kantin .
"Mbak saya mau pesan nasi goreng ya satu minum nya oranye jus aja" Gianti memesan makanan tanpa mau menoleh ke samping nya
"Mas nya ngak sekalian "penjaga kantin tersenyum manis kearah Galang .
"Maaf mbak saya sendirian saja " mendengar ucapan Gianti ,Galang langsung berdiri dan memeluk pinggang Gianti .
__ADS_1
"Hahhh apa apaan sih kamu "kesel Gianti menepis tangan Galang ia malu untung pengunjung Kantin itu cuma mereka berdua Ia jadi malu muka nya memerah .
"Mbak pesan nya dua porsi ya "
"satu aja mbak satunya bakso saja "ia ingat nasi goreng di kantin itu ada udang nya kemarin ia makan di sini .dan ia sudah tau Galang alergi seafood .Daripada sakit lagi nanti dia juga yang repot .
"Aku kan mau makan nasi goreng "Galang menatap Gianti .
"Nasi goreng di sini ngak enak" bisik Gianti pelan ke telinga Galang .waah yang di bisik memejamkan mata menikmati suara gadis itu yang membuat hati nya bergetar .ia mengangguk tapi tidak mengerti Gianti ngomong apa.
Tidak lama kemudian pesanan mereka datang .Gianti lansung mengambil nasi goreng dan menyodorkan bakso kehadapan Galang .melihat makanan itu Galang melotot ia tidak pernah makan bakso .
"Gia ...ini makanan apaan??" bisiknya .
"lha memang kamu berasal dari planet mana bakso kok ngak tau"Gianti heran .Ia mengambil garpu lalu menusuk bakso itu .
"Aaa Buka mulutmu " perintah nya
"Aaah "Galang membuka mulutnya lebar dan Gianti memasukkan bakso itu .
"Kunyah dulu baru di telan "perintahnya lagi ."
Galang mengunyah bakso itu ternyata enak entah karna di suapi Gianti atau memang bakso itu enak hanya dia yang tau .
Galang mengambil mangkuk bakso itu dan makan dengan lahap seperti menemukan keajaiban hidup di desa itu .Biasa nya dia bersikap angkuh dan dingin pada semua orang ,salah sedikit ia akan marah tapi lihatlah di sini ia menemukan kehidupan baru ia bisa makan semangkuk bakso dengan lahap yang katanya Oma nya tersayang itu makanan tidak enaklah tidak steril lah ..dan bla ..bla ..Dia jadi tahu kenapa bakso itu jadi makanan favorit sejuta umat karna ternyata enak .
"Terima kasih gia "ucap nya tulus dia mendapat banyak pelajaran dari gadis itu dan merasa tidak salah kalau dia jatuh cinta sekarang .
"Terima kasih buat apa kan makanan nya kak Galang nanti yang bayarin semua .."ujar Gianti nyantai .
" Aku tidak punya uang bisa kah pakai kartu debit " mendengar ucapan Galang gadis itu menepuk jidatnya apa dia pikir ini makan di restoran .Gianti lalu merogoh saku roknya .mukanya jadi pucat dompetnya tidak ada .uang Ibunya semua ia simpan di dompetnya
"Dompetku tidak ada" bisik Gianti
Duhh bagaimana ini mereka berdua bingung .....
__ADS_1
jangan lupa tinggalin jejak ya 🤗🥰
.