
"Mati aku"
"aakh pura pura tidak tahu saja"batin nya
"Dia kan tidak kenal aku lagian malam itu muka ku penuh lumpur .
Galang melangkah mendekati Gianti .Matanya tajam seakan mau membelah raga Gianti .
"kalau aku mundur dia pasti tau kalau aku salah "Gianti terus berpikir sambil melangkah dengan menunduk mencari kesempatan buat kabur dari depan Galang .Berharap saat ini dirinya punya kantong Doraemon yang bisa membuka pintu ajaib ke mana saja untuk menghilang .
Melihat gelagat Gianti ,rasa kesal semakin memenuhi hati Galang .
"Benar benar mau di beri pelajaran nih cewek"
"Heii kamu berhenti di sana!" teriaknya
"maaf ngomong sama siapa ya"Gianti pura pura tidak tau .
"Sama hantu "Galang tambah kesal.
"Waduh "
Gianti mengangkat wajahnya .
"Degg" tatapan mereka bertemu .Sesaat mereka sama sama terpaku .Gianti melihat mata coklat itu rasanya dia pernah melihat nya tapi di mana .
Galang juga merasa dia pernah melihat Gianti tapi bagaimana mungkin mereka baru bertemu tadi malam di langgar ia pun tidak memperhatikan Gianti bagi nya di desa ini tidak ada yang menarik untuk di lihat .
"Kak Galang "terdengar suara Lina memanggil Galang .
Gianti menoleh ke belakang .syukurlah Lina menyelamat kan diri nya saat ini .
"Kak Galang kok di sini ? mau jemput aku ya ?" goda nya sambil tersenyum semanis mungkin .
"Haaahh kamu lagi"ketus nya .
"minggir aku lagi ada urusan sama dia"tunjuk nya kearah Gianti .
Lina melihat dari dalam sekolahan saat Galang datang makanya dia lansung menghampirinya .melihat ada Gianti ia makin kesal .Rasa bencinya semakin bertambah .Tadi semua guru guru dan teman nya menyalami Gianti mereka memujinya dan dia tidak suka .
matanya membulat saat melihat Galang memarahi Gianti .
"wah kesempatan bagus menjatuhkan Gianti"pikirnya .
Galang mendekati Gianti .Dia mau menarik tangan nya tapi Gianti sudah waspada .
Reflek mengelak tangan Galang menggantung di udara .maju selangkah lagi tapi gadis di depan nya pintar berkelit hingga Galang tidak bisa menyentuh nya .
"Hei jangan main main denganku Nona "kesal nya ."
"maaf saya buru buru" ujar Gianti lalu bermaksud pergi dari sana
"Aku tidak akan melepas diri mu "kejar nya .
" memang anda mau apa kita tidak punya urusan "katanya mencoba mengalihkan perhatian Galang .
__ADS_1
"Oh ya kita memang tidak punya urusan tapi aku punya urusan sama hantu yang menakuti ku tadi malam."
"Alamak dia tau "
melihat Gianti terkejut dia semakin yakin dengan gadis di depan nya yang sengaja menakutinya tadi malam .
"Ada apa tadi malam kak Galang "penasaran Lina mendekati mereka dia dari tadi tidak beranjak dari tempat nya .penasaran dengan mereka. "
"Bukan urusan mu "bentak Galang sambil menatap tajam ke arah Lina .
Lina tidak peduli .
"Hei Gianti apa yang kamu lakukan pada kak Galang tadi malam??"
"Apa kamu menggoda nya "
"Dasar cewek m****han"
"Haahhh "Gianti melotot kearah Lina .
"Jaga ucapanmu Lin "
Lina boleh mengatai nya miskin atau rakus tapi Gianti tidak terima di bilang m***han .
Galang yang mendengar Lina mengatai Gianti seperti itu malah jadi marah .Entahlah dia merasa tidak terima Gianti di perlakukan seperti itu padahal dia baru saja marah sama Gianti .
"Hey kamu pergi dari sini "menyeret Lina ke luar dari halaman sekolah.
Lho kok jadi terbalik seharusnya dia yang mempermalukan Gianti tapi kok malah dia
"Awas kamu Gianti " serunya kesal .
Gianti tertunduk hati nya sangat marah sama Lina ingin rasanya merobek mulut nya .Tapi dia mencoba bersabar .menarik napas dalam dalam agar dadanya tidak sesak .
"Galang menghampiri Gianti dilihat nya sudut mata gadis itu berair .kemarahan nya menguap entah kemana .Dia lalu berbalik meninggalkan Gianti yang masih berdiri di sana .
"Ya Rabb salah ku apa sampai Lina menghina ku seperti itu " .hatinya betul betul sakit .
Dia tidak memperhatikan Galang lagi .
sementara Lia dan Rina sibuk berfoto ria buat kenang kenangan sampai lupa pada Gianti .Lia juga tidak tau kalau Galang tadi kesekolah mereka .Dia dan Rina hanya sibuk bergaya di depan kamera .
Gianti berjalan mendekati mereka sambil tersenyum biar lah sakit hatinya cukup dia yang tau .Dia tidak mau menambah dosa sahabatnya karna pasti mereka akan mencari Lina kalau tahu apa yang di lakukan sama Gianti .
"Ayo gia kita foto bersama buat kenangan"seru Rina .
"Boleh" Gianti pun ikut berpose dengan mereka dengan berbagai gaya sambil tersenyum menutupi kesedihan nya .
puas foto foto akhirnya mereka pulang dengan naik motor Lia bertiga karna Rina tadi ke sekolah hanya jalan kaki rumah nya dekat.karna motor Lia sudah motor tua tiba tiba ngadat tidak mau hidup mesin nya .
"mungkin keberatan "kata Lia sambil terus mencoba menghidupkan motor nya.
"Kita dorong saja Lia Sampai rumahku "saran Rina.
"Baiklah saya juga haus" ujar Lia
__ADS_1
Gianti dari tadi cuma diam saja .
mereka mampir ke rumah rina setelah melepas lelah habis mendorong motor Lia mereka melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki .
"Kamu kenapa Gianti "Lia memperhatikan dari tadi Gianti banyak diam.
"Tidak apa apa" sahut Gianti
"Yakin "
"iya benar tidak ada apa apa "Gianti menoleh sambil tersenyum .
"Kamu mampir kerumah ku dulu ya nanti sore baru pulang "tawar Lia.
"Maaf Ibu ku tadi belum masak sebelum berangkat jadi aku mau masak sebelum Ibu pulang "tolak Gianti .
"terima kasih lain kali aku pasti main kerumah mu ."ujar nya lagi .
Lia sudah sampai di rumah nya .Rumah Gianti letak nya di ujung dekat dari langgar .
"Maaf Gianti aku tidak bisa mengantar mu pulang."
"Tidak apa santai saja "
" Aku pulang ya "pamit nya pada Lia .
Lia pun berbalik dan masuk ke dalam rumah nya.
Gianti terus berjalan rumahnya masih agak lumayan jauh .Tiba tiba sebuah mobil berhenti di depan nya .Gianti terpaku itu mobil Galang .karna perlakuan Lina tadi ia jadi lupa masalah nya sama cowok es batu itu .
Tanpa turun dari mobil Galang membuka pintu di samping kiri nya .
"masuk "perintahnya .
"Apa katanya seenaknya saja memerintah orang"ketus Gianti dalam hati .
"Kamu mau kulit mu seperti ban mobil "sindir Galang .
"maksudnya apa" ketus Gianti
"maaf aku tidak mau ikut "tolak nya lalu pergi .
"Kamu sombong amat sih "ujar Galang .
"Aku tidak suka penolakan"
Gianti pura pura tuli Ia terus melangkah terdengar Galang menutup pintu mobilnya dengan kasar .
"salahku apa sampai bertemu gadis desa keras kepala seperti mu "gerutu nya dengan cukup keras .Gianti yang mendengar Galang berkata seperti itu balik ke arah Galang .
" salahku juga apa bertemu cowok tidak punya akhlak seperti anda!"
main paksa saja .
jangan lupa jejak nya yaaa 🥰
__ADS_1