
Galang kaget lalu buru buru mengenakan pakaian kemudian keluar kamar dilihatnya ruang kerja papanya terbuka dan suara barang pecah itu dari sana..
Saat masuk papanya menoleh lalu menghampiri Galang .
"plakk" sebuah tamparan mendarat di pipinya
"Siapa yang mengijinkan kamu masuk sini hahh..?" teriak papa nya .Galang mundur ia memegang pipinya yang sakit .
"Galang tidak sengaja pah"
"Apa yang kamu cari di sini ??apa kamu di suruh Oma mu memata matai papah?? wajahnya tampak merah tangan nya terkepal .Air minum dan makanan yang Galang tidak sengaja dia tinggal berserakan di lantai .
"Apa maksud papa ?Galang tidak ngerti ! "Galang ikut marah tidak terima tuduhan papanya .
"papa tidak suka kamu mencampuri urusan papa"
"Dan ingat kamu tidak boleh masuk keruangan ini lagi " ancam nya lalu mendorong tubuh Galang keluar
"Brakkk" suara pintu yang di tutup dengan keras menggoncang dinding .Galang membalikkan tubuh nya dia heran ada apa dengan papanya .
Saat Galang di kamar mandi tengah berendam ia tidak mendengar suara mobil prayoga masuk rumah .Prayoga saat memarkir mobil nya melihat mobil Galang ada di garasi ia kaget kenapa anak nya sudah pulang .Karna capek ia memilih masuk kamar dan mengecek CC TV yang terpasang di ponselnya dan melihat Galang masuk kamar kerjanya .Dia langsung marah kenapa Galang bisa masuk ke ruangan itu .pandangannya meneliti setiap sudut ruangan dan di lihatnya gelas dan makanan ada di meja kecil di bawah lukisan yang ia tutup . Diia langsung marah dan melempar semua nya ke lantai Galang sudah pasti melihat apa yang di sembunyikan di balik kain putih itu.Dan ia tidak mau anaknya sampai melihat lagi lukisan itu yang berhubungan dengan ibu kandung nya .Di balik lukisan itu ia banyak menyimpan segala kebodohan nya di masa lalu .Ia lalu menangis dadanya jadi terasa sesak .
__ADS_1
Sementara Galang mengompres pipinya rasa penasaran menguasai pikirannya
"Apa yang di sembunyikan papa di dalam ruang kerja nya ? pasti ada rahasia besar di sana tidak mungkin se marah itu kalau tidak ada apa apa" .
"Aku harus tau mungkin itu berhubungan dengan ibu ku "
"Ibu mu sudah meninggal saat melahirkan kamu "jawaban itu selalu di berikan setiap ia bertanya soal ibunya sejak kecil dari papa ,Oma dan opa nya
"Kalau begitu Galang mau ziarah ke kuburnya " kalau ibunya sudah meninggal pasti ada kuburannya bukan .Dan mereka terdiam saat Galang mengucapkan itu lalu mencoba mengalihkan perhatian nya dengan mengajak Galang ke tempat bermain Galang kecil pun lupa tapi tidak sekarang ia sudah besar dan dewasa tentu tidak mudah di bohongi bukan .
"Aku harus mencari tau di mana kuburan ibu "tapi ia bingung mau bertanya pada siapa karna semua orang menutupinya Galang merasa putus asa .
Galang keluar kamar ia haus terpaksa turun ke dapur .Saat melewati kamar kerja papanya ia mendengar suara terisak ."papa menangis "dahi nya berkerut selama hidup nya ia tidak pernah melihat papanya menangis ia hanya tau papanya yang keras dan dingin bahkan pada Galang pun jarang tersenyum .Itulah sebabnya mereka tidak dekat .masing masing sibuk dengan urusannya .
Galang mengambil remote dan mengganti Chanel nya bolak balik tapi tak satu pun yang masuk di pikirannya . Tiba tiba ia merindukan lagi Gianti .lalu ingat lukisan yang di rumah Gadis itu .secercah harapan muncul di benaknya "Aku akan bertanya pada Gianti tentang lukisan itu dari mana gadis itu pasti tau " ia tersenyum .
Jam dinding berdetak menemani tidur Galang malam itu karna capek dengan pikirannya di tambah seharian belum istirahat akhirnya ia ketiduran setelah jam tiga malam .
Prayoga keluar dari kamar kerjanya matanya kelihatan sembab .Ia turun hendak minum di lihatnya Galang tertidur di sofa ia naik lagi dan mengambil selimut kemudian turun menyelimuti Galang .
"Maaf kan papa nak" netranya mengembung lagi .Di tatap nya wajah Galang lama dan dalam ada rasa menyesal telah berbuat kasar pada anaknya tadi .Ia hanya panik takut Galang menemukan apa yang selama ini dia tutupi rapat rapat .
__ADS_1
"Seandainya kamu tau Ibu mu masih ada apa kamu bisa memaafkan apa yang papa lakukan terhadap ibu mu ? gumam nya lirih.
Dadanya pun terasa sesak lagi .Prayoga lalu melangkah kebelakang keluar menuju taman kecil dan duduk di kursi menghadap kolam renang .Di pinggir kolam berjejer rapi aneka jenis kembang sepatu .kembang yang menjadi favorit istrinya sudah dua puluh tahun tanaman itu ada di sana tapi ia memerintahkan pelayan nya khusus untuk merawat nya .
"Dini ...kamu di mana sekarang ,tahu kah kamu rasa bersalah membuat ku seperti mayat menjalani hidup "Dia memilih hidup sendiri hatinya sudah beku berapa kali mamanya mencarikan pendamping tapi Prayoga selalu menolak .Hal itu yang membuat Mama nya semakin membenci istrinya sampai sekarang dan dia sendiri tidak tau di mana keberadaan nya .
Segelas minuman yang berwarna merah di minum sampai habis lalu masuk lagi mengambil botol nya hanya itu yang ia lakukan jika sepi kembali menggangunya .ia lalu memijit kepalanya yang terasa pusing .tak lama kemudian bangkit dan ke atas menuju kamarnya dan mencoba untuk tidur .
Apakah selama nya hidup akan seperti ini ?
Bayangan wajah istri yang sudah meninggalkan kan nya kembali muncul akhir akhir ini tepatnya saat melihat Gianti .Ia merasa semua yang ada pada istrinya ada pada gadis itu .
"kenapa mereka begitu mirip "
Akhirnya Prayoga pun tertidur dan bermimpi ketemu istrinya menggandeng seorang anak perempuan sambil tersenyum dan melambaikan tangan padanya .
"Dini ...."Ia memanggil nama istrinya dalam tidurnya .Tapi itu hanya sekejap lalu hilang .
selalu seperti itu mimpi yang berulang ulang .
sunyi nya malam pun semakin menyelimuti tidurnya .
__ADS_1
Dan harapan yang sama akan selalu muncul saat ia terbangun keesokan harinya .mengharap mimpinya tadi malam menjadi kenyataan .siapa gadis kecil yang selalu ia temui di dalam mimpinya .