
"Gia....si..siapa dia" lidah Bu dini terasa kelu
"Oh ..Itu kak Galang Bu "sahut Gianti .
"Ibu kenapa kok pucat ??
"apa ibu sakit "khawatir nya .
"Hei apa yang terjadi"Galang masuk menghampiri mereka .
Saat melihat wanita paruh baya itu Galang tertegun entah kenapa tiba tiba hatinya menghangat .
"Gia ambil kan air ya Bu"melihat kondisi ibu yang tiba tiba lemes bergegas Gianti masuk mengambil air putih .
""Ibu tidak apa apa gia "sambil meneguk air putih itu Bu dini memegang dadanya .
"Ya Rabb kenapa mereka begitu mirip "batinnya.
Bu dini memandangi wajah Galang ,matanya ,rambutnya ,juga hidung nya sangat mirip dengan lelaki yang pernah menyakitinya.
"Ada apa Bu kok melihat saya seperti itu"Galang heran .
"Oh tidak apa apa seandainya putra saya masih hidup pasti sudah seumuran kamu"
netra nya berkaca kaca.
"Maaf "ujar nya lalu masuk kembali ke kamar.
Entah lah di hati Galang tiba tiba merasa terusik dia sendiri tidak tau kenapa.
"maaf saya mau ke langgar "sela Gianti
"Kamu mengusirku "tersinggung
"saya mau mengajar "Gianti mencoba bersikap sabar .
Duh kenapa gadis ini selalu membuat nya naik darah. Galang melangkah pergi tanpa berucap apapun ,melihat itu Gianti cuma mengangkat bahunya .
"Bu gia mau ke langgar "
"Apa ibu baik baik saja" Gianti ke kamar ibu dan melihat pandangan ibunya kosong .Bahkan tidak menyadari kehadiran Gianti .
"Gia kamu kenal di mana Galang "tanya ibu dengan suara lirih.
"Kakak galang dari kota Bu baru datang kemarin ."jelasnya .
"Kenapa Bu "Gianti balik bertanya .
"Tidak apa apa yg hanya saja raut wajah nya mengingat kan ibu pada teman ibu dulu "maaf kan ibu membohongi mu nak " batinnya lagi.
Gianti tersenyum
"kalau ibu baik baik saja gia pamit mau ke langgar ya Bu.
"pergilah Ibu tidak apa apa"
Gianti meraih tas nya lalu menyalami ibunya .
"Gia pergi ya Bu "
Melangkah kan kaki nya ke langgar Gianti bersenandung kecil menemani setiap gerakan kaki nya .
"Nak Gianti "Seru Bu Marni sambil melambaikan tangannya .
__ADS_1
Gianti menoleh dan tersenyum .
"kamu tidak mampir sini dulu kah ibu bikin kue loh"tawarnya
"Maaf Bu saya mau ke langgar dulu "
"Nanti saja kalau pulang "Ujar Gianti ."
"Beneran lho ya Ibu tunggu nanti pulang nya"
"Iya Bu saya ke langgar dulu ya"pamitnya sopan.
Gianti lalu meneruskan langkahnya .
setelah sampai di dekat langgar dia melihat mobil Galang ada di sana .
"Duh ngapain lagi orang itu di sini "keluhnya .
"Kak Gianti sudah datang"Rupanya anak anak sudah menunggunya .
"kenapa kok tumben kak Gianti terlambat "seorang anak gadis yang berjilbab merah bertanya ke Gianti sambil mengerucutkan bibir nya."
"kakak lagi ada urusan tadi sayang "sambil mengusap kepala anak itu dan mengajak nya masuk .
setelah anak anak masuk semua Gianti pun mulai mengajar .Dia tidak melihat Galang memperhatikan tingkahnya dari tadi .
Dari jauh matanya tak pernah lepas dari Gianti ,sambil meraba wajahnya dia merasa wajah Gianti seperti mirip dengan nya .Tapi ego nya mengatakan tidak mungkin .
Rencana tadi ia mau pulang ke rumah nya tapi karna kesal dia balik lagi ke rumah ustad Hilmi .Dan disini lah dia sekarang duduk dengan rasa bosan karna ustad Hilmi sekalinya keluar rumah .
"Adik adik pelajaran kita hari ini cukup sampai di sini dulu ya "setelah hampir satu jam akhirnya Gianti mengakhiri jam mengajarnya
"iya Kak terima kasih ya " sahut anak anak itu
Gianti terakhir melangkah keluar .
" Gianti kamu sudah mau pulang "Ridho tiba tiba ada di depan nya .
"aku antar pulang ya"tawarnya .
Gianti tersenyum ...
"kamu sendirian?? trus dari mana??" tanyanya
"iya sendirian aj kebetulan lewat sini"bohongnya padahal memang mau jemput Gianti karna tau jam segitu pasti gadis itu di sana.
"Maaf ya tadi di sekolah aku pulang cepat "tukasnya lagi
"Tidak apa apa lagian ada Lia dan Rina "
mereka mengobrol sambil melangkah .
Galang yang melihat Gianti jalan sama Ridho jadi marah .Ternyata gadis itu bisa bersikap manis pada cowok lain.kenapa sama dirinya tidak .
"Ayok Gianti sudah sore ikut aku saja"Sampai di tempat Ridho memarkir motornya mereka berhenti .
"Terima kasih tapi aku mau ke tempat Bu Marni dulu "tolak Gianti .
"sekalian aja kita mampir besama"
"kamu jalan duluan aja saya mau jalan kaki"Gianti tetap tidak mau .
"Ayolah "terdengar nada memaksa dari Ridho.
__ADS_1
"Kalau orang tidak mau sebaiknya tidak usah memaksa " Galang yang memperhatikan dari tadi mengeluarkan suaranya .
Gianti menoleh .Astaga orang ini kenapa selalu muncul tiba tiba .
Galang memandang mereka datar dan dingin .
Ridho yang merasa tidak pernah melihat Galang merasa jengah dengan ucapan nya.Ia melirik tajam ke arah Galang yang memblas tatapannya lebih tajam lagi.
"Maaf ini bukan urusan anda "tegas ridho
"aku cuma tidak suka kamu memaksanya "lirik nya kearah Gianti .
Gianti yang melihat situasi itu langsung berlalu.
"Gianti tunggu dulu "seru Ridho melihat nya pergi .
"memang enak di tinggalin" Galang melihat Ridho mengejar Gianti .tersenyum sinis .
"Aku akan membuat perhitungan dengan mu " ujar Ridho sambil melihat kearah Galang dengan tajam
"Hei memang siapa kamu berani mengancamku "Galang memirinkan kepala nya .sambil berjalan kearah mobilnya .Gianti tetap melangkah meninggalkan dua kaki laki keras kepala itu.Ridho menaiki motornya mengejar Gianti .
"Ayo Gianti naiklah ""ajak nya lagi.
"pergilah duluan" Gianti tetap menolak .
Ridho tetap mengikuti Gianti .
Galang keluar dengan mobilnya di lihat nya Gianti ia lalu berhenti di depan gadis itu .
"Hari sudah mau gelap tidak baik gadis sepertimu berjalan sendirian ."akhirnya berbicara dengan nada lunak kepada Gianti .
"Terima kasih "jawab Gianti singkat .Iya tidak merasa perlu perhatian Galang .
"ikutlah dengan ku "tawar Galang sambil membuka kan pintu mobil .
Gianti berhenti dan berpikir sejenak .Ia tidak ingin ikut Ridho karna takut ada kesalah pahaman antara dia dan Rina sahabatnya ia tau Rina sangat menyukai Ridho .
Dia sangat benci dengan sifat arogan Galang tapi situasi ini bisa mengalihkan perhatian Ridho.
"Baik lah aku ikut"Gianti pun naik ke mobil Galang .
"Hei Gianti kamu kenapa ikut dengan orang yang tidak kamu kenal"seru Ridho tidak terima.
"Siapa yang tidak kenal dia sudah mengenalku jauh sebelum kamu"Galang asal aja menyahut.Ridho geram lalu menaikkan gas motornya dan melaju kencang.
Gianti memejamkan matanya sungguh ia sangat lelah hari ini .duduk di sebelah Galang dia tak berkata apa pun diam seperti patung.
Galang meliriknya sambil mengangkat sudut bibir nya tersenyum samar.
sementara itu di rumah Bu dini duduk menunggu Gianti pulang .
"Gianti harus kuliah di kota "putus nya .
Ia tidak mau Gianti mengalami nasib seperti nya .
Apalagi melihat Galang ia tidak mau kisahnya berulang pada anak gadisnya .
Tidak ....Itu tidak boleh terjadi pada Gianti .
keputusan nya sudah bulat ia akan menjelaskan saat Gianti pulang..
sebenarnya ada apa ya ???
__ADS_1
Buat tidak penasaran ikuti terus kisahnya ya..❤️❤️