Gadis Kembang Sepatu

Gadis Kembang Sepatu
penasaran


__ADS_3

"Bapak memanggil saya" menunjuk diri nya Gianti pura pura tidak tahu.


" Memang selain dirimu ada orang lain di sini "ucap laki laki paruh baya itu dingin


"apa yang kamu lakukan di depan kamar anakku" pandangannya tajam dan dingin .


"Woow ternyata papa nya Galang pantas anaknya seperti itu lha orang tua juga begitu"pikir Gianti .


Gianti melangkah mendekati nya ,laki laki itu kaget darahnya terasa berhenti mengalir dan membeku ..


"D...di...dini " ucapnya lirih.nyaris tak terdengar ."Tapi tidak mungkin "ia menepis pikiran nya sendiri .


Gianti yang sudah berdiri di depannya jadi heran ,wajah orang itu terlihat pucat bahkan ponsel yang masih berdering ditangannya jatuh tanpa dia sadari.


"Kamu siapa ..."tanya nya sambil melihat Gianti dari atas sampai ke bawah .Jantung nya berdesir .tidak percaya dengan apa yang di lihatnya .


"kenapa begitu mirip "desisnya .


"saya Gianti pak " jawab Gianti sambil menatap wajah orang itu .Entahlah dia merasa ada perasaan yang aneh muncul di dalam hatinya . saat mereka bersitatap .


"Hahhh ....suara nya juga sama" "apa dini masih hidup .Pikirannya berkecamuk sampai .


"Tuan Prayoga ..Tuan Galang memanggil anda" yang di panggil Tuan Prayoga menoleh .


Ya orang itu adalah Tuan Prayoga papanya Galang .wajah nya angkuh dan dingin .sebenarnya beliau dulu laki laki yang hangat tapi karna sesuatu di masa lalu nya merubah sikap nya jadi seperti itu .Hari hari sepi yang di lalui nya membuat hatinya beku.


Begitu pak Prayoga masuk Gianti menghela napas lega


"Gia ...kamu dari mana ?" Tanya ibu saat di lihat nya Gianti dari luar .


"Itu Bu dari kamar kak Galang ternyata papanya datang "jelas Gianti


"Ohh"


"Sebaiknya kamu pulang dulu ganti baju dari kemarin ngak ganti baju naik ojek aja biar cepat "saran ibu .melihat Gianti dari kemarin pakai baju yang sama.


"Apa ibu tidak apa gia tinggal"kuatir Gianti .


"Ibu sudah tidak apa apa semoga saja nanti sore bisa pulang " Jawab ibunya .


"Ibu istirahat dulu dokter pasti belum mengijinkan pulang " Ibu hanya tersenyum .

__ADS_1


"Baiklah tapi kamu pulanglah "


"Iya Bu gia pulang dulu ya kalau ada apa apa pencet aj tombol merah itu buat manggil dokter " kata Gianti sebelum meninggalkan ibunya .lalu keluar lewat pintu samping klinik di dekat pangkalan ojek.


Bu dini memiringkan badan nya menghadap tembok karna punggungnya terasa kaku tidur telentang .


Prayoga keluar setelah berbicara sebentar dengan Galang .sambil menoleh kiri kanan mencari sesuatu .


"Kemana gadis itu"gumamnya nya


sambil mencari langkahnya menuju ruang sebelah .


Dari pintu yang tidak tertutup rapat di lihatnya seorang perempuan tidur dengan menghadap ke tembok yang kelihatan cuma punggungnya saja .Ia lalu menutup pintu perlahan dengan rapat takut menggangu .kemudian pergi cepat dari sana .


"perasaan ada yang menutup pintu ya" batin Bu dini ,Ia tidak tidur jadi dengar dengan jelas pintu di tutup walaupun perlahan .


"Mungkin kena angin "hiburnya karna tidak mendengar ada orang di luar .


sebenarnya Prayoga masih penasaran dengan sosok Gianti .Tapi waktunya di sini cuma sebentar saja akhirnya setelah pamit sama Galang dia pulang kembali ke kota mengejar waktu karna akan rapat di kantor .


sementara Galang di dalam ruangan kecewa dengan papanya .


"Apa telp Oma biar kesini " ia ingat Oma nya tapi kalau tau dia dikirim ke desa pasti tidak terima Galang di perlakukan seperti itu .bagaimana pun di mata Oma Galang adalah cucu kesayangan yang sangat di manjakan pasti Oma akan mengirimnya kembali ke kota .mencarikan dokter terbaik .


Galang mengurungkan niat nya .


Terdengar pintu di ketok dan seorang perawat mengantarkan sarapan pagi buat nya .juga obat di mangkuk kecil.


"Jangan lupa habis sarapan obatnya di minum ya kak " ujar perawat itu sambil tersenyum melirik galang walaupun kondisi nya begitu tetap ganteng .


"Hemm" hanya itu yang keluar dari mulut Galang .


"suster pasien yang di kamar sebelah masih ada" dia ingat Gianti .


"masih ada kak"jawab perawat itu sambil tetap memasang senyum pikirnya pasien ini tidak akan mau membuka mulutnya bicara.


"Kapan aku bisa keluar dari sini"Galang bertanya lagi.


"Mungkin sore tunggu dokter dulu ya kak"ujar perawat


" Apa kakak ada perlu biar saya bantu "tawarnya .

__ADS_1


"Aku mau keluar melihat pasien yang di ruang sebelah " kata Galang


" Sebaiknya jangan ke mana mana dulu sebentar dokter akan datang "larang perawat .


Galang tidak peduli ,Ia berdiri sambil mengambil besi penyangga cairan infus di tangan nya lalu berjalan keluar .perawat yang melihat cuma menghela napas .Lalu ikut keluar .


Galang melihat dari kaca Ibu Gianti tidur menghadap tembok di carinya keberadaan Gianti tapi tidak ada .


"kemana gadis itu ?"


"Apa Gianti keluar ?" Galang lalu ke kantin klinik siapa tau dia pergi cari sarapan pikirnya . sampai di kantin tidak ada juga karna penasaran Galang keliling klinik itu sambil memegang infusan nya .untung cuma klinik kecil jadi ngak capek .karna tidak ketemu dia akhirnya balik lagi ke ruang perawatan nya dengan hati kesal .Tapi sebelum masuk ke kamar ibu Gianti lagi berharap gadis itu sudah ada di dalam .tapi dia kecewa Gianti ternyata belum balik lagi .


mau bertanya ke Ibunya dia malu .


Sementara itu Gianti sudah sampai di rumah bergegas dia ke kamar lalu melepas bajunya dan mengganti dengan handuk yang di lilitkan di tubuhnya yang terasa lengket .lalu masuk kamar mandi .


" papa Galang tadi kenapa melihatku seperti itu ya" Ia jadi ingat tatapan Prayoga tadi .saat berjalan masuk juga di lihatnya jalan nya kok sama cara ia jalan yang agak jinjit .


" aku jadi penasaran "


"Apa aku tanyakan ke Galang ya tapi nanyanya seperti apa" pikirnya sambil memainkan air di dalam bak .Duhh Gianti kenapa jadi melamun di kamar mandi sih .


" Gianti apa kamu sudah pulang ?"mendengar ada yang memanggilnya Gianti kaget lalu mandi cepat cepat .dan keluar setelah memakai baju .Begitu pintu di buka di lihat nya wajah Bu Marni dan dua orang tetangga lain.


" Bagaimana keadaan ibu? mu apa baik baik saja ?sekarang di mana "sudah pulang kah ?? Bu Marni memberondong Gianti dengan pertanyaan .


" Masuk dulu Bu nanti saya jawab di dalam " jawab Gianti mendengar pertanyaan Bu Marni yang banyak.


"Tidak usah nak Gianti "tolak Bu Marni


"Kalau masih di klinik kami mau kesana sekalian berangkat kerja mau mampir dulu nengok ibu mu " Ibu ibu yang lain menimpali .


"Ibu ku tidak apa apa Bu sudah baikan mungkin sore atau besok sudah bisa pulang" jelas Gianti Ia sangat terharu meskipun keadaan mereka seperti itu tapi tetangga di desa itu sangat peduli satu sama lain .


"Tingg....tingg..tingg..." suara bunyi klason mobil


""mobil siapa ya" mereka serentak menoleh .


jangan lupa dukungannya ya 🤗🥰


"

__ADS_1


__ADS_2