
""Hemm" Galang mendekati mereka.
Gianti dan Rina menoleh .
"lho kamu kok masih disini " Pikirnya Galang sudah pergi karna ketemu Rina dia jadi lupa kalau tadi Galang bersamanya .
"memang aku hantu ?? sampai kalian tidak melihatku "Nadanya bicaranya ketus .
"Bisa tidak sih kamu nggak marah melulu"kesal Gianti
"Ayo Rin "di tarik nya tangan Rina menjauh dari laki laki itu .
Rina melongo mulut nya sampai membulat .Takjub dengan mahluk yang ada di depan nya.
"Gi ...gianti itu siapa ?" tanya nya .
"Hantu " jawab Gianti asal.
"Haahh benar kah ?"
""kamu ngk percaya coba saja kamu tanya dia ada tapi tidak nyata apa namanya kalau bukan hantu" jawab Gianti sambil mengeraskan suaranya .
" Biar pun hantu tapi kalau tampang begitu aku mau jadi pacarnya"ujar Rina sambil melirik galang .
"Kamu tidak demam kan"Gianti meletakkan tangannya ke jidat Rina .dia pikir sahabatnya ini lagi mengigau .
Galang yang melihat kelakuan Gianti rasa nya jadi gemes .Ia mendekati gadis itu hingga jarak mereka cuma satu jengkal .
"Hei apa yang kamu lakukan" Gianti malu muka nya memerah .
"sekali lagi kamu mengatai ku seperti ku pastikan aku akan mencium mu "ancam nya
"Deggg" jantung Gianti rasanya mau copot mendengar ancaman Galang .
Rina melihat mereka jadi penasaran seperti nya Gianti mengenal nya tapi kenapa tidak pernah cerita ya .
sepintas di lihatnya mereka mirip seperti kakak adik tapi Rina tau itu bukan kakak Gianti ia sudah mengenal Gianti dari kecil dia cuma berdua dengan ibunya dan tidak punya saudara lagi .
"Apa mereka akan berjodoh ya kata orang jika
wajah mirip pasti akan berjodoh" pikirnya mulai ngasal ingat mitos.
"Tapi kalau jadi pasangan sih mereka sangat serasi yang cowok ganteng yang cewek juga cantik .." mulai menganalisa .
"Riinn" Gianti mengangetkan Rina yang diam saja dari tadi.
"Kamu mikirin apa sih" tanyanya .
__ADS_1
Galang melihat ke arah Rina ,gadis itu dari tadi tidak lepas pandangan nya dari dirinya .Galang membuang muka .
"Gia "suara ibu nya yang memanggil mengingatkan gianti akan tujuan nya tadi ke sini .
"maaf Bu sebentar saya kesana "sambil melihat buku absen di tangannya . bergegas menghampiri ibu nya .
"sampai ketemu lagi ya kak" Rina menyusul Gianti sambil melambaikan tangannya ke arah Galang .
Galang melihat mereka pergi ikut juga melangkah kan kaki nya tapi tidak tau mau ke mana .Dia tidak pernah ke sini ia ingin melihat lihat apa yang mereka kerjakan .mengikuti para pekerja itu ke arah blok nya masing masing .
Dari jauh di lihat nya ada beberapa orang yang sebaya Gianti biasanya memang kalau musim libur banyak yang ikut membantu orang tua nya bekerja ada juga yang sudah putus sekolah dan mereka menggantikan orang tua nya .Perkebunan dan pabrik karet itu banyak membantu warga sekitar karna bekerja di sana tidak perlu ijasah cukup mereka mau bekerja keras .walaupun gajinya kecil tapi lumayan dari pada nganggur di rumah .seperti Ibu Gianti bisa menyekolahkan anaknya dari gajinya .Kalau Gianti ikut lumayan bisa dapat banyak .
Galang melihat Gianti kebetulan ia jalan kearah blok tempat Gianti bekerja .
"Gadis pekerja keras"pikirnya saat melihat gadis itu lincah mengambil setiap mangkuk yang sudah berisi getah karet dan menumpahkan ke ember.
Gianti menoleh di lihat nya Galang memperhatikan dirinya .Ia cuek terus melanjutkan pekerjaan nya .dia tidak merasa malu .pekerjaan ini halal untuknya .
Bu dini yang melihat Galang terus memperhatikan Gianti .menghentikan kerjaan nya lalu .berjalan menghampiri Galang .
"Apa kamu juga bekerja di sini "sambil tersenyum menyapa Galang .
"Tidak Bu saya hanya jalan jalan" senyum itu sangat meneduhkan baginya .
" oh pantas Ibu tidak pernah melihat mu di sini "
"Ada yang ingin Ibu tanyakan "
Galang melangkah dan duduk di samping Bu dini .Ada tatapan hangat di sana .Galang tiba tiba Merindukan ibunya ,ibu yang tidak pernah di lihat nya sejak lahir .
"Nak Galang usia nya berapa sekarang" tanya nya
"kenapa Bu"malah balik bertanya mungkin ini pertama kali nya berkata dengan lembut pada orang lain .
"Ibu juga punya anak laki laki kalau masih hidup mungkin sekarang seumuran denganmu" matanya berkaca kaca.
Galang melihat kearah Bu dini seperti nya Gianti mewarisi kecantikan sang ibu .
"maaf kan saya Bu jika saya membuat Ibu sedih" meraih tangan Bu dini dan mengeggamnya ada rasa hangat di hatinya.
Bu dini menoleh menatap dalam dalam mata Galang .Dirinya merasa manik mata dan seluruh wajah nya Persis dengan wajah laki laki yang membuat hidup nya seperti ini.
Galang terdiam .membiarkan Bu dini menelisik wajahnya.Tangan nya diangkat dan menempelkan tangan Bu dini di wajahnya..
""Biar rasa rindu ibu bisa terobati " Katanya dengan tulus .
Ingin rasanya Bu dini memeluk Galang saat itu entah lah apa yang ada di dalam hatinya jantungnya terasa berdetak lebih kencang .perasaannya campur aduk .
__ADS_1
"Ibu tidak apa apa" Gianti datang memecah kebisuan mereka
""Tidak apa apa hanya kangen aku saja" malah Galang yang menyahut.
"Aku bertanya pada ibu ku "
"Apa yang kakak lakukan padanya " cecarnya
sejak bertemu Galang dari kemarin dia merasa ibunya jadi aneh .
"Gia ..tidak apa apa ibu hanya mengobrol dengannya " Ibunya beranjak .
"Ayo kita lanjut bekerja " sambil meraih keranjang menarik tangan Gianti pergi dari depan Galang .
Gianti menatap tajam ke arah Galang .yang di tatap malah tersenyum
"Hahh manusia es batu itu bisa tersenyum" cibik Gianti tidak percaya. Kalau saja dia tadi bawa ponsel tentu akan di fotonya saat Galang tersenyum buat di simpan di museum nanti jadi kenang kenangan ðŸ¤.
Gianti dan ibu nya pergi dari sana dan melanjutkan pekerjaan kembali sementara Galang tidak beranjak dari tempat duduk nya matanya terus memperhatikan Gianti .
" Giaa...saat kamu tampil kucel dan berkeringat seperti itu pun kamu tetap cantik" "Ada apa ya dengan hatiku"
"Apa aku jatuh cinta "
"kenapa seceepat itu "
pertanyaan itu terus berkecamuk dalam pikirannya .Tanpa sadar ia merebahkan tubuhnya di atas rumput matanya memandang keatas hamparan langit yang biru .
""Bukkk" sesuatu jatuh diatas bajunya.
"Haahhh" seekor kodok melompat di atas tubuhnya.
"pergi ..pergi "Galang mengibaskan bajunya Ia jijik binatang itu malah menatap ke arahny .
" hahahaha" Gianti tertawa melihat Galang melompat lompat kayak kodok dan sang kodok seperti menikmati harum parfum yang di pakai Galang weeh wangi parfum mahal.
"Byurrt"
Gianti mengambil air minum nya lalu menyiram baju Galang agar kodok itu pergi dan berhasil sang kodok melompat turun .
Galang melotot pakaian nya basah.
Gianti tersenyum seperti nya dia hobi menyiram orang .😂😂...
"Maaf"........
jangan lupa dukungannya ya ...
__ADS_1
biar tambah semangat nulisnya 🤗