
Galang beranjak dari sofa membuka pintu .
"Hai kak Galang " ternyata Lina yang datang .
"Ada perlu apa kamu kesini "tanya Galang sambil memegangi daun pintu.kekesalan nya belum hilang .
"Ibu masak buat kak Galang "
"Ini "sambil menyodorkan rantang kearah Galang .
"Taruh saja di dalam" tanpa menunggu lama Lina langsung masuk .
"kak Galang sendirian di sini"tanya nya sambil tersenyum .
"Hemmm" yang di tanya cuma berdehem.
"Aku bantuin bersih bersih ya kak" sambil menawarkan diri Lina mencari sapu.
"Disini sudah ada yang bersih bersih "ketus Galang .
"pulang lah aku mau istirahat "perintahnya sambil membuka pintu.
"Aku mau disini saja menemani mu"ujar nya sambil duduk di sofa .
"Aku tidak perlu di temani"sambil mendekati Lina dan menarik tangan nya .
"Tapi kak sehari ini saja"sambil memegang tangan Galang .
"pulang lah jangan sampai aku berbuat sesuatu kepada mu .."Galang semakin jengkel.
"Memang kak Galang mau ngapain "tersenyum sambil menantang Galang
"Aku mau kok di apa apain"
Galang melotot dia tidak menyangka di desa seperti ini pun ada gadis yang bersikap seperti itu ..
Malas berdebat Galang memilih masuk kamar dan mengunci nya .Lina kesal ia mendatangi kamar Galang dan mengetok pintu nya berulang kali .
Galang di dalam kamar memasang hadset di telinga nya sambil tiduran .Membayang kan senyum Gianti .Akhirnya lina berbalik pulang tapi dia tidak akan menyerah .
"Aku pasti akan mendapat kan kak Galang tidak boleh ada yang mengambilnya dari ku".
sementara itu Gianti di kamar juga rebahan seharian dia ini dia merasa lelah . Ibunya sudah tidur .
Gianti gelisah badan nya hanya bolak balik .Ia memikirkan bagaimana dengan ibu di sini jika dirinya berangkat ke kota .Ibu nya pasti merasa sangat kesepian . dan dia juga .
Gianti berdiri mengambil kotak perhiasan yang tadi di berikan ibunya .Dia tidak mau ambil tapi ibunya memaksa .Di keluarkan nya kalung itu dan di pasangkan di lehernya yang putih .
" cantik " kalung itu sangat indah di lehernya .
"Apapun aku tidak akan menjualnya ibu pasti punya kenangan yang berharga dengan kalung ini .." walaupun dia tidak pernah beli perhiasan tapi dia melihat kalung itu sangat istimewa dan pasti mahal harganya .
"Apakah ibu dulu orang kaya "pikirnya .
Ibunya tidak pernah cerita tentang masa kecil ya dulu . Gianti meraba liontin kalung itu ukiran yang berbentuk kembang sepatu.Ia tau ibunya sangat suka dengan kembang sepatu.tapi apa ada hubungannya dengan kalung ini .Gianti lalu mengambil celengan nya uang jajan yang di berikan ibunya tidak pernah ia pakai uang itu di simpang nya .
__ADS_1
"pranggg" bunyi celengan yang pecah mengusik heningnya malam .
Matanya berbinar saat melihat isi celengannya lumayan banyak .sambil menghitung satu satu dia tersenyum .
"Alhamdulillah "ucap nya bersyukur dalam hati .
"Aku tidak perlu menjual kalung ibu uang ini cukup buat bekal ku"lalu merapikan kembali pecahan celengan itu .
Gianti menyimpan uang nya dalam lemari.
Ibu nya yang mendengar suara barang pecah terbangun dan melihat ke kamar Gianti yang tidak di tutup pintu nya Gianti tidak tau ibunya ada di sana .Ia ter senyum anak nya ternyata pintar menabung . Ia lalu kembali ke kamar melanjutkan tidur nya .
"kapan kamu berangkat untuk pendaftaran "tanya ibu saat mereka sarapan keesokan harinya .
"Hari Senin Bu saya akan berangkat sama Lia ke kota " jAwab Gianti sambil mengunyah makanan nya .
"kalau begitu kamu tidak usah ke perkebunan lagi membantu ibu siap kan saja keperluan mu untuk berangkat".
"Tidak apa apa Bu kan berangkat nya nanti cuma pendaftaran saja paling lama sehari kami kembali lagi "
"Kamu tidak capek? Istirahat saja dulu di sana." saran ibunya .
"Tidak usah Bu kami akan menginap di rumah kakak Lia ,tidak enak kalau lama lama"
Jawab Gianti.
"Hari ini gia ikut ibu ya"pinta nya
"Baiklah kamu bersiap siap " ujar ibunya .
Tidak lama kemudian mobil jemputan pabrik sudah datang mereka bergegas keluar .Di lihat nya Ridho di depan kemudi .
Gianti tersenyum
"Kamu cantik betul hari ini" puji Ridho .
"Ohya ini buat kamu "kata Gianti sambil menyodorkan sepotong kue yang di berikan Bu Marni kemarin sore .
" apa ini hadiah karna aku memujimu "goda Ridho .
Bu dini yang melihat mereka ikut tersenyum .sebelum berangkat ia menyapu pandangan nya ke sekeliling rumah ternyata sudah bersih semua Gianti pagi pagi sudah membersihkan dan tak lupa menyiram kembang sepatu milik ibunya yang berjejer rapi .
mereka lalu berangkat Gianti dan Ibunya duduk di depan karna Ridho meminta nya .
"Bu Marni hari ini ngk ikut katanya pinggang nya sakit habis mencuci banyak"ujar Ridho .
"pasti mencuci pakaian nya yang jatuh di tanah kemarin "guman Gianti sambil tersenyum geli ingat kejadian kemarin.
"kenapa kamu senyum sendiri"Ridho melihat Gianti tersenyum .
"Tidak apa apa" jawab Gianti ia tidak mungkin cerita kalau pakaian Bu Marni jatuh ke tanah karna terpesona pada Galang .ia tahu ridho kemarin marah pada Galang .
Tidak lama kemudian mobil berhenti di depan ibu ibu pekerja lain nya .suara gaduh sesaat oleh celotehan ibu ibu yang berebut tempat duduk .
sepanjang jalan Gianti diam saja begitu pun ibunya dan ridho sepertinya tidak berani mengusik .
__ADS_1
Akhirnya mobil sampai di perkebunan .mereka lalu turun dan mengambil peralatan kerja masing masing .menuju blok kerjaan yang sudah di tentukan .
"Gianti kalau kerjaan mu sudah selesai nanti aku antar pulang ya "
"Tidak usah aku tidak mau merepotkan mu"tolak Gianti lalu berlalu meninggalkan Ridho yang terus menatap nya .
Gianti ke ruang administrasi pabrik hendak mengambil buku absen buat para pekerja biasanya Ibunya yang mengambil kalau tidak ada di pos .
Saat melewati sebuah ruangan dia mendengar suara yang sepertinya ia kenal dan saat melihat dari pintu yang sedikit ter buka di lihat nya Galang marah sama orang di depannya .
"Ada urusan apa orang itu di sini "pikir Gianti
ia cepat cepat pergi dari sana setelah mengambil buku absen .
"Brakkk" pintu ruangan tadi di buka dengan kasar .Galang keluar dengan muka yang tegang dan merah .Gianti menoleh ke belakang karna kaget .
"mati aku"Galang melihatnya ..
"Gia ..!" seru Galang lalu.menghampiri Gianti .
"Hahhh" dia memanggilku apa .Biasanya dia cuma teriak hei .
"Tunggu gia .." teriak Galang saat melihat Gianti mempercepat langkahnya .
Gianti berhenti ia memandang wajah laki laki itu .
"Ada apa "tanyanya .
"kamu ngapain di sini" cuma mau nanya itu tapi pakai teriak segala .Gianti kesal .
"Aku kerja kak "lalu membalikkan badan nya pergi dari sana .Galang bingung mau berkata apa lagi tapi melihat Gianti ada di sini dia jadi senang lupa kalah tadi habis marah marah sembarangan sama orang suruhan papanya di pabrik ini.
"Gianti ...kamu ikut juga ??" Rina tiba tiba muncul di depan mereka .
"Ehh Rin kamu sama siapa " malah balik nanya .
"Sendirian ibu ku masih sakit"ujar Rina
"kamu jadi kan berangkat Senin besok buat pendaftaran kuliah" tanya Rina .
"In syaa Allah jadi"jawab Gianti
"Kamu bagaimana Rin "
Rina menunduk raut wajahnya sedih .
"Ibu ku sakit sakitan adik ku juga masih sekolah sementara ayahku tidak ada kabar sama sekali "
Gianti memeluk Rina .
" sabar ya Rin "ujarnya .
Di belakang mereka Galang mendengar semua percakapan itu .
"Gia mau kuliah ???" lha ngapain ke kota kan pendaftaran bisa online .
__ADS_1
yukk jangan lupa ya tinggalin jejaknya ...🥰🥰