Gadis Kembang Sepatu

Gadis Kembang Sepatu
ke kampus


__ADS_3

"Gianti...." gadis itu kaget ini hari pertamanya di kota kenapa ada yang kenal.


"Haahh" saat memutar badannya rasanya seperti terpaku .Prayoga ayah Galang menatap kearah Gianti dengan tajam .Dia sudah bohong sama Galang biar tidak mengganggu eh ketemu papanya di sini .


"Apa yang kamu lakukan disini"Prayoga bertanya dengan nada menyelidik di pandangi nya gadis itu ."Bola mata dini pun seperti nya sama dengan anak ini"Batin nya .


"Maaf pak saya mendaftar kuliah di sini "jawab Gianti duh pantas aja anaknya seperti es batu papa nya aj seperti freser kulkas yang lebih dingin .


Prayoga mengerutkan dahinya ini kampus ternama hanya betul betul pelajar yang pintar dan orang berduit bisa masuk dan seperti nya gadis itu masuk kategori pertama .Dan ini yang kedua kalinya ia bertemu dengan gadis itu .


"Aku harus menyelidiki gadis itu "siapa dia kenapa mirip dengan istrinya yang dia tidak tau masih hidup atau tidak .


"Maaf pak saya permisi mau ke dalam dulu"suara Gianti mengagetkan laki laki itu dan tersadar dari lamunannya .Dia hanya diam dan memandangi langkah gadis itu yang sudah menjauh .Prayoga berbalik dan mendatangi asistennya .


"Selidiki gadis itu siapa nama orang tuanya dan cari biodata lengkap nya "perintahnya pada sang asisten .


"Baik pak "Jawab nya sambil membuka kan atasannya pintu mobil .mereka tadi ke sini karna menerima laporan ada yang tidak beres dengan bagian staf kampus itu Prayoga adalah pemilik kampus itu .Galang sendiri pun tidak tau kalau kampus itu milik ayahnya .


sejak pertama kali ketemu Prayoga merasa tidak asing dengan Gianti.Gadis itu mengingatkan nya pada Dini ,wanita yang pernah menjadi istrinya dan karna kebodohan dan keegoisan nya mereka berpisah dia tidak pernah tau kemana wanita itu pergi .Prayoga menghela napasnya kasar sungguh ia menyesali tindakan nya dulu .


sementara itu Gianti dan Lia masuk kedalam .Lia tadi tidak tahu kedatangan Prayoga karna sibuk melihat papan pengumuman di depan kampus dan memperhatikan mahasiswa senior yang menurutnya keren keren .


"Gianti coba lihat itu Ridho..'seru Lia senang sambil menunjuk kerumunan cowok .


"Ayo kita kesana" ajaknya sambil menarik tangan Gianti .Gadis itu menurut saja .


"Gianti ..!"seru Ridho yang juga melihat kearah mereka langsung menghampiri .

__ADS_1


"Kamu masuk sini juga" tanya nya dengan wajah senang "Oiya bagaimana keadaan ibu mu" tanya nya lagi "


"Ibu ku sudah sehat dan sekarang sudah di rumah besok sudah bisa kerja lagi"jelas Gianti .


"Gianti maaf kemarin ibu mu sakit aku tidak sempat menjenguk aku ke rumah kakakku dan nginap di sana" sesal Lia


"Tidak apa apa" Gianti berujar sambil tersenyum ."Ayo kita lihat lihat ke dalam lagi " mereka bertiga pun keliling kampus itu .Gianti sangat kagum melihat bangunan kampus yang begitu megah .


"kita cari kantin aku haus " ajak ridho


Gianti menggeleng kan kepala nya ,Ia tidak punya uang banyak harus pintar pintar mengatur uangnya .


"Ayo lah nanti aku yang traktir "Ridho bisa membaca pikiran Gianti ia tau bagaimana keadaan ekonomi gadis itu .


"Ayo Gianti mumpung ada yang traktir "ujar Lia senang .mereka lalu mencari kantin kampus


"Kantin nya bagus "ucap Gianti saat mereka masuk dan duduk dalam kantin.sekelompok mahasiswa senior memperhatikan Gianti bahkan salah satu dari mereka menghampiri nya .


"Iya kak"jawab Gianti singkat ia tidak suka .


melihat hal itu ridho berdiri "Gianti kita pindah saja duduknya "ucapnya .Gadis itupun langsung berdiri saat hendak melangkah tangannya di cekal .


"kamu mau kemana duduk di sini aja biarkan ia pindah sendiri"ucap cowok itu kesal sambil melihat kearah ridho dengan tajam dan mencekal tangan Gianti semakin kuat .gadis itu kaget ia menepis tangan cowok itu dan melangkah pergi .Cowok itu jadi semakin marah .


"Hei aku Dion dan aku tidak suka ada orang yang menolak ku " ucap Dion dengan keras .lalu menarik lengan Gianti kasar .Ridho marah ia mengepalkan tangan nya hendak memukul Dion .Gianti menggelengkan kepalanya .Ia tidak mau mereka bermasalah di hari pertama nya di kampus itu .Gadis itu berbalik dan melepaskan tangan Dion .


"Maaf kami mau keluar "mencoba tetap menahan sabar .Dion yang merasa malu di tolak di depan teman teman nya tambah marah "Kamu belum mengenal aku ya " ujarnya sombong .lalu menghadang langkah Gianti .

__ADS_1


"Kami tidak mau mencari masalah kak biarkan kami pergi"ujar Gianti datar ia tidak takut dengan Dion .


"Aku tidak suka penolakan "di tatap nya mata gadis itu dengan tajam .Dan Gianti pun menatap nya tidak kalah tajam .Ridho yang sudah tidak sabar mendekati mereka tapi Gianti menarik tangannya mengajak nya menjauh .


"Ayo kita keluar dari sini" ucapnya sambil menarik Lia yang sudah ketakutan dengan tangan satunya .


"Kali ini kalian ku lepas kan tapi lain kali tidak "ancam Dion sambil teriak dan memukul meja di kantin .Ia anak Rektor di kampus itu makanya jadi sombong dan suka seenaknya .mereka tidak peduli dengan ancaman Dion dan memilih keluar kantin .


"Kita pulang saja nanti cari makan di luar" wajah ridho masih tegang menahan marahnya .


"Kenapa kalian tidak memukul saja anak itu"tanya Lia begitu mereka duduk di sebuah warung bakso .


"kita kesini mau belajar bukan mau berkelahi "sahut Gianti .


"Tapi orang seperti itu sekali kali di kasi pelajaran biar tidak seenaknya menggangu orang lain"Lia tetap tidak terima .


"Kalian kan jago karate "ujarnya lagi .


"Jangan mentang mentang kita bisa karate lalu dikit dikit mukul orang tidak boleh seperti itu"sahut ridho "ya mereka terkenal di desa dan jadi andalan di sekolah karna prestasi mereka ."Ayo makan kan tadi lapar "ujar Ridho saat pesanan mereka datang .


sementara itu di desa Galang kesal tadi ia kerumah Gianti dan ternyata gadis itu tidak ada sudah berangkat .


"Kapan Gianti pulang Bu"tanyanya dengan wajah di tekuk pada ibu Gianti .


"Mungkin tiga hari lagi "jawab ibu sambil tersenyum melihat Galang cuma mengaduk teh nya dari tadi ."Teh itu tidak salah baiknya di minum saja biar tidak haus".


Kalau saja anak nya masih ada tentu Gianti punya kakak yang akan menjaga dan mengkuatirkan nya seperti galang .Hatinya jadi sedih .

__ADS_1


"Nak Galang ibu mau ke belakang dulu sebentar ya"Ibu Gianti tidak kuat menahan air matanya .Galang mengangguk ia melihat kearah ibu Gianti


"Kasihan ibu Gianti pasti sedih di tinggal sendirian sekarang "pikirnya


__ADS_2