
kendaraan itu terus melaju melintasi perkampungan dan perkebunan karet .Tidak lama kemudian berhenti di sebuah pasar yang tidak terlalu besar karna hanya ramai di hari tertentu saja .
Bu dini membangunkan Gianti yang masih tertidur dengan pelan sambil menepuk pipi nya
"Gia kita sudah sampai"bisiknya di telinga Gianti.
"ummhhh" Gianti mengeliat sambil mengerjapkan matanya melihat sekeliling iya lalu tersadar ketika melihat deretan angkot yang berhenti .
"ayok Bu kita turun "ujarnya sambil menarik tangan ibunya .
mereka berdua lalu turun bersama sambil melihat sekeliling pasar yang sepi dari pengunjung karna hari sudah menjelang sore hanya ada beberapa pedagang yang masih ada ,untunglah apa yang mereka butuh kan juga masih ada di jual .
saat melewati penjual tas mata Gianti terpaku pada sebuah totebag sederhana berwarna hitam dengan gambar kembang sepatu berwarna merah ,sejenak ia berhenti lalu mendekati tas itu memegang lalu menurunkan darii gantungan .
"berapa harga tas ini pak"tanyanya agak keras karna yang jualan ternyata asyik main ponsel tanpa memperhatikan jika ada pembeli nya .
"yang mana dek"tanyanya Tanpa mengalihkan matanya dari ponsel .
Gianti merasa kesel ia lalu masuk sambil menenteng tas itu kehadapan penjualnya .
"yang ini pak "sambil menyodorkan tas itu
"seratus ribu dek"katanya sambil melirik tas itu sebentar tapi matanya masih di ponselnya .
"Delapan puluh ribu ya pak"tawar Gianti .
"iya dek "sahut bapak penjual itu tanpa menoleh .
"oiya plastik buat bungkus nya ada di samping mu silahkan ambil sendiri "sahut nya lagi tapi tetap main ponsel.
Gianti gregetan kok ada ya penjual kayak gitu banget ngk peduli sama pembelinya kalau tidak mikir ia pingin tas seperti itu sudah lama mungkin tas itu akan di taruhnya lagi .
Ibu dini yang sudah selesai berbelanja menghampiri Gianti .
"gia beli apa "tanyanya sambil melihat plastik yang di pegang anaknya .
"ini bu tas "jawab Gianti sambil mengeluarkan tas itu dari dalam plastik .
Bu dini tertegun melihat gambar kembang sepatu merah yang ada di tas Gianti ,sekelabat bayangan muncul tapi cepat cepat di hapus nya sambil menarik napas panjang tiba tiba dadanya merasa sesak . Gianti dan diri nya menyukai kembang sepatu juga sama seseorang yang sudah bertahun tahun ingin di lupakan nya .
melihat ibu nya diam saja Gianti menarik tangan nya .
__ADS_1
"ayok Bu sudah sore nanti kita kemalaman sampai di rumah "ujar nya .
"kamu tidak mengajar kah hari ini "tanya Bu dini .
"Tidak Bu kemarin sudah ijin sama pak ustad
hari ini saya bantuin ibu kerja "sahut Gianti sambil jalan ke tempat parkir angkot .
kehadiran Gianti di tempat itu menyita perhatian dari sopir dan penumpang lain .
seorang pria bertubuh besar menghampiri nya hendak menarik tangan nya .
Gianti waspada ia punya ilmu bela diri matanya menatap tajam ke arah pria itu naluri nya berkata itu bukan orang baik baik
"maaf kami mau naik angkot yang di sana"kata Gianti sambil menunjuk angkot berwarna biru .
laki laki itu mendekati Gianti sambil nyengir dan menatap seakan akan mau menelan nya .
"Ayok saya aja yang antar mb di jamin sampai ke surga "ujar nya sambil mencoba meraih tangan Gianti .
Ia terkekeh gadis ini sungguh cantik sayang klo di lepas ucap nya dalam hati .
Gianti mundur .
Gianti mendengus kesal ,ketika tangan kaki laki mendekat ke tubuh nya dengan sigap dia menangkap nya lalu menarik ke belakang hingga terpelintir tenaga yang luar biasa tidak sebanding dengan penampilan nya yang lembut .
laki laki itu kaget dengan badan nya yang besar dia mencoba memutar tangan Gianti tapi percuma tangan nya sudah terkunci ,Gianti lalu menendang kaki nya seketika kaki laki itu terjatuh .
orang orang yang menyaksikan hal itu terkejut laki laki itu preman pasar tapi di kalah kan dengan mudah oleh seorang gadis belia .
mereka mendekati nya lalu mencoba menolong Gianti ,laki laki itu tidak terima ia malu di perlakukan seperti itu ia bangkit dan merogoh sebuah pisau lipat di pinggan nya .
"giaa awas " Bu dini berteriak ketakutan
orang orang yang tadi nya berniat membantu mundur perlahan melihat laki laki itu memegang sebuah pisau .
"mundur kalian atau aku akan melukai gadis ini "serunya sambil mengarah kan pisau ke arah leher Gianti .
melihat hal itu Gianti tidak takut ia tetap tenang mencoba mengalihkan perhatian laki laki itu ia lalu berteriak .
"polisi datang "teriaknya
__ADS_1
laki laki itu kaget ia melihat kebelakang saat itu lah Gianti mengambil kesempatan menendang tangan nya yang memegang pisau hingga pisau itu terlempar ke dekat kaki ibu nya .
ibu Gianti langsung mengambil pisau itu dan menyimpan nya dalam tas buat barang bukti jika polisi benar benar datang
merasa di bohongi laki laki itu tampak kesal ia maju hendak memukul tapi Gianti dengan tangkas menangkis pukulan laki laki itu .lalu menendang alat vital nya .
"Aaargg "teriakny sambil memegang pangkal paha nya terasa telur nya mau pecah .
seorang ibu yang melihat itu langsung menelpon polisi tak lama kemudian sirene mobil patroli pun terdengar .
laki laki itu hendak kabur tapi orang orang yang melihat nya langsung mengikat tangan nya .
"rasakan kena batunya kamu "umpat orang orang itu preman itu memang kasar dan kerap memalak orang yang jualan di sekitar pasar itu .
mereka pun menyerahkan preman itu ke polisi .
Gianti dan ibunya hendak berlalu tapi seorang anggota polisi mencegahnya .
"bisa ikut kami sebentar Bu "ujar nya
"kami akan meminta keterangan "sambung nya lagi .
"maaf pak kami buru buru nanti kemalaman sampai di rumah."tolak Bu dini .
"nanti kami akan mengantar kan ibu pulang"sahut polisi satunya sambil menyeret preman itu naik ke mobil .
Bu dini menatap Gianti sambil bertanya
"gimana nak "ia meminta persetujuannya Gianti mengangguk lalu mereka pun ikut naik ke mobil tapi duduk nya di depan .
sampai di kantor polisi Gianti memberi keterangan dengan jelas .
Preman itu minta maaf kepada Gianti dan ibu nya .Dia berjanji tidak akan melakukan hal itu lagi kepada yang lain .
mereka berdamai Gianti memberi kesempatan buat nya agar bisa berubah
meskipun begitu tetap aj preman itu di kurung selama tiga hari buat pelajaran untuknya .
Akhirnya Gianti dan ibunya pulang diantar oleh polisi tadi .
sampai di rumah Gianti lansung ke kamar mandi membersihkan diri nya setelah itu masuk ke kamar dan sholat .
__ADS_1
selesai sholat ia mendengar ibu nya sibuk di dapur berniat membantu tapi matanya melirik plastik yang dari tadi di letakkan di tempat tidur .Di raihnya plastik itu mengeluarkan isinya di tatap nya tas hitam yang bergambar kembang sepatu itu ,bukan tas branded yang mahal dan mewah tapi di balik tas itu ada drama yang tak terlupakan .