Gadis Kembang Sepatu

Gadis Kembang Sepatu
lukisan yang sama


__ADS_3

Galang menatap Gianti penuh arti ia ingin melihat reaksi gadis itu .Gianti tertunduk diam ia ingat perkataan ibunya untuk fokus pada kuliahnya dulu terbayang bagaimana kerasnya usaha ibu supaya dia bisa lanjut sekolah tapi di satu sisi ia juga menyukai Galang .


"Gia ...aku sangat merindukan mu "ulang Galang kembali sambil meraih tangan Gianti .


"maaf kak "Gadis itu menarik tangannya.


"Hemmm ...ada tamu sekalinya kak Galang kok bisa tau kami disini "Lia yang tiba tiba muncul dari belakang pintu mencoba tersenyum ia sudah mendengar apa yang Galang katakan pada sahabatnya itu dan jauh dari lubuk hati nya ia merasa iri .


"kebetulan aku juga waktunya pulang jadi sekalian nyari kalian "alasan Galang .


"Lia kamu temani kak Galang dulu aku mau kebelakang sebentar "Gianti tau Lia menyukai Galang walaupun dia juga suka gadis itu tidak mau menampakkan perasaan nya .Ia tidak mau egois dan mengecewakan ibunya .


"Kalau begitu aku pamit dulu ini juga sudah malam "Galang berdiri dengan wajah sedikit kecewa .Gianti melihat Galang beberapa saat pandangan mereka bertemu terlihat jelas perasaan mereka sama.Gianti membuang muka lalu menghela napas dengan kasar .


Setelah pamit pada kakak Lia ,Galang keluar dengan langkah lesu .selama perjalanan ia membayangkan Gianti akan senang dengan kedatangannya tapi yang di terima tidak sesuai dengan harapannya .


"Kak Galang hati hati di jalan 'teriak Lia sebelum Galang masuk mobilnya dan cowok itu cuma tersenyum tipis .


"Gianti ..sepertinya kak Galang menyukaimu "kata Lia pelan saat mereka makan .

__ADS_1


"Masakan kakakmu enak boleh tidak aku belajar masak sama dia" Gianti mengalihkan pembicaraan mereka ia tidak mau membahas cowok itu sekarang ."


"Apa kamu juga suka "Lia masih bertanya tak peduli ucapan Gianti .


"Aku mau fokus belajar dulu"gadis itu mencoba menepis perasaanya . Ia tersenyum lalu berdiri membereskan bekas makan nya .


"Biar saja nanti aku yang mencuci piring nya "ujar Lia saat melihat Gianti mau mencuci piring .gadis itu sudah terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah ."ngak apa apa aku sudah merepotkan kalian di sini "sahutnya .


setelah selesai Gianti masuk kamar ia belum menelpon ibunya seharian .Kemarin ia membelikan ibunya ponsel yang murah biar bisa berkomunikasi .sementara Lia memilih nonton tv bersama kakaknya .


Gianti mencoba menelpon ibunya tapi tidak di angkat di lihat nya jam di ponselnya ternyata sudah jam Dua belas malam .


"Pantas saja ibu pasti sudah tertidur "pikirnya .Ia lalu merebahkan tubuhnya pikirannya melayang membayangkan wajah Galang ..."Gia aku merindukan mu " kata kata cowok itu mampu memporak-porandakan hatinya jujur ia sangat senang tapi di sisi lain ia sadar diri dan tidak ingin ibunya kecewa .


Sementara itu di sepanjang perjalanan Galang mengemudikan mobil nya dengan kencang .Selama ini ia yang di kejar wanita dan tidak pernah sedikitpun menaruh perasaan pada mereka tapi malam ini ia melihat wanita yang di puja nya tidak menanggapi perasaan nya sama sekali ,Ia meraup wajahnya dengan kasar ."sial "umpatnya dalam hati .


Sampai di depan gerbang rumahnya yang tinggi ia menekan klason mobilnya berkali kali sampai penjaga gerbang membukakan pintu dan kaget melihat Galang .


"Tuan muda kok sudah pulang .."tanyanya saat melihat Galang keluar mobil .

__ADS_1


"Bukan urusanmu .."sahutnya kasar lalu langsung masuk rumah .pandangannya menyapu rumah besar itu "sepi " cuma terdengar suara detak jam dinding dan langkah penjaga gerbang menuju ruangan di belakang tanpa berani bertanya apa apa lagi .


"papa pasti tidak ada di rumah "pikirnya .sebelum melangkah ke kamarnya di lantai atas ia mengambil air minum di kulkas dan beberapa makanan kecil .saat melewati ruang kerja papanya Galang melirik pintu nya yang tidak tertutup rapat .Ia tidak pernah sekalipun masuk kedalam karna papanya selalu mengunci nya dan tidak membolehkan siapapun masuk kecuali pelayan yang bertugas bersih bersih itupun tidak setiap hari .


Galang penasaran di dorong nya pintu itu dengan badan nya dan memasukkan kepalanya dia melihat papanya tidak ada di dalam dan dia pun semakin heran lalu melangkah masuk .


"Ternyata ruang kerja papa hanya seperti ini tapi kenapa selalu di kunci apa yang papa sembunyikan di sini "di dalam ruangan besar itu hanya berjejer rak buku dan tumpukan map "Apa karna semua berkas perusahaan ada di sini "pikirnya .Karna tidak merasa ada sesuatu yang menarik perhatian nya dia pun lalu melangkah keluar .saat hendak menutup pintu tak sengaja matanya melihat sebuah lukisan yang di tutup kain putih menempel tembok di balik pintu Galang penasaran ia menghampiri lukisan itu ia lalu menaruh air dan makanan ringan di tangannya ke atas meja kecil di bawah lukisan itu .


Dengan kedua tangannya di singkatnya kain itu dan ia kaget "kenapa lukisan ini sama dengan lukisan di rumah Gianti "di sudut lukisan tertulis nama "Dini " kok sama ya dengan nama ibu Gianti .."lalu kenapa papa menutupnya nya?" berbagai pertanyaan muncul di kepala nya .Galang mencoba menghubungkan kedua nya tapi tidak bisa menemukan jawaban .Ia tau nama ibu Gianti dari berkas karyawan di pabrik karet yang ia periksa kemarin .


"Apa sebaiknya aku nanya papa .."dengan wajah masih bingung ia keluar dari ruangan itu dan menarik pintu yang terkunci otomatis .


"Sial minum ku ketinggalan"ia jadi takut papanya tau ia sudah masuk keruangan itu .


Galang malas turun lagi pelayan di rumah nya sudah tidur semua .Akhirnya ia masuk kamarnya melepas bajunya lalu masuk kamar mandi mengisi bathtub dengan air hangat lalu meneteskan aroma terapi ke dalam air .Ia ingin menenangkan pikirannya yang terasa berat dengan berendam .


"Gia...."lirih di ucapnya nama gadis itu .


"Apapun caranya aku harus mendapatkan dia ."matanya terpejam .wajah gadis itu menari nari di pelupuk matanya .Gadis desa itu sudah membuatnya jatuh cinta dan ada sesuatu yang di rasa berbeda ketika dia berada di dekat nya entahlah seperti ikatan batin yang Galang sendiri tidak bisa mengartikan .Ia merasa nyaman saat ada diantara Gianti juga ibunya dan ikut merasakan kasih sayang mereka .Di rumahnya yang besar ia lebih banyak sendirian papanya sering ke luar kota dan kadang tidur di kantor perusahaan jika malas pulang .

__ADS_1


Setelah sudah merasa agak enak ia bangkit dan melilitkan handuk di tubuhnya lalu keluar . Di bukanya lemari pakaian dan mengambil selembar boxer lalu merebahkan tubuhnya .Ia jadi ngantuk .


"pranggg" suara benda jatuh mengagetkan Galang .Siapa di luar pikirnya apa mungkin ada maling masuk kerumahnya .


__ADS_2