
Gianti beranjak dari tempat duduk nya ,ia meraih ponsel nya benda yang seharian tidak di sentuh nya sama sekali karna batreinnya habis dan ia lupa mengisi nya .syukurlah ia bisa beli ponsel biar pun murah paling tidak ia bisa berkomunikasi dengan teman temannya di sekolah .diraih nya benda pipih itu lalu di nyalakan banyak pesan dan panggilan masuk tak terjawab.
"kamu sudah sampai gia"pesan dari ridho.
"Gianti tempat minum mu ketinggalan"Rina mengirim foto tempat minum nya yang ketinggalan di tempat kerja ibunya.
"kamu tidak masuk kah hari ini ngajar"Lia teman nya ngajar di Taman pendidikan Al Qur'an juga mengirim pesan
pesan di group kelas juga banyak .ia lalu membuka satu persatu lalu membalas nya .
"Gia kamu tidak makan dulu ibu sudah selesai masak nya "ibu dari dapur memanggilnya menyuruh makan
"Iya Bu sebentar "sambil meletakkan ponsel ia menyahut .
Gianti bergegas keluar kamar di lihat nya ibunya menata meja makan buat mereka berdua ia lalu duduk mengambil piring yang di sodorkan ibu nya .
mereka berdua makan dengan lahap ,sesekali Bu dini menatap Gianti yang makan dalam hati nya merasa sedih dan kasihan mungkin saja anak itu bisa menikmati hidangan yang jauh lebih enak ,tapi di tepisnya perasaan itu .
"kapan pengumuman kelulusan mu "tanyanya sambil menoleh ke arah Gianti .
"Senin depan Bu "Gianti menjawab sambil menyendok nasi dari bakul ke piringnya .
Ia merasa lapar habis memukul preman tadi tenaganya terasa terkuras .
"Doa kan ya Bu nilai ku bisa bagus "pinta nya sambil memeluk ibu nya dengan sebelah tangan nya .
"In syaa Allah pasti nilai mu bagus kamu anak yang pintar dan rajin "senyum bahagia terlukis di wajah tua itu meskipun bekerja keras dan panas terik tiap hari mengisi hidup nya namun garis kecantikan nya masih ada .
"Bu nanti malam habis magrib saya mau ke langgar ya ada yang mau di kerjakan Lia tadi memanggil ku kesana "ijin Gianti sekalian sama ibunya .
"pergilah tapi jangan malam malam pulangnya "sambil berdiri dari duduknya Bu dini memberi ijin .
"Iya Bu aman "sambil menaikkan jempol Gianti menyahuti perkataan ibunya.
Habis makan ia mengambil piring kotor dan perlengkapan lain nya buat di bawa ke belakang di cuci .lalu balik lagi membereskan meja makan yang sudah rapuh itu .
ponsel berdering dia melihat ada nama Lia terpampang di layar .
"Halo Lia apa kabar "ucapnya sambil mengusap tombol hijau keatas
__ADS_1
"Gianti nanti malam agak cepat ya datang nya "seru Lia .
"kenapa"Gianti bingung
"Ada tamu dari kota"Lia sangat antusias kedengaran nya
"Apa hubungannya dengan kita??"masih bingung .
"Nanti ku jelas kan kamu siap siap ya nanti malam ku jemput!" serunya sambil memutuskan pembicaraan .
"Tamu dari kota memang siapa sih yang datang"gumamnya dalam hati .
karna desa mereka dekat dengan perkebunan karet biasa nya ada mahasiswa dari kota yang magang di pabrik atau kunjungan dari perusahaan dan pabrik lain .
Gianti tidak pernah juga memperhatikan siapa saja yang datang yang penting bagi nya sekolah dan tugas nya membantu ibunya beres ia tidak mikir yang lain .
sambil meletakkan benda pipih itu Gianti merebahkan tubuhnya yang terasa kaku Ia tidak ngantuk karna sudah tidur diangkot dalam perjalanan pulang tadi .
Di raih nya lagi ponsel nya ia menggeser ke story' teman teman nya hari ini
"salah kah bila rasa itu ada di hati "unggahan status Ridho penuh dengan E-motion hati berbunga bunga .Gianti tersenyum Ridho kayaknya lagi jatuh cinta tapi pada siapa ya ?"
"jangan jangan sama Rina "tebaknya dalam hati.sambil tersenyum sendiri.
"glowing tidak perlu pakai skin care mahal "tulisnya dengan foto nya tadi siang yang pakai bedak basah seluruh badan .
hehehe Gianti tertawa cukup nyaring ðŸ¤
Ada ada saja orang orang ini tapi itu cukup menghibur diri nya saat ini .
senja mulai menutupi bumi perlahan ..
Gianti Mengganti baju nya ,ia akan bersiap siap ke langgar sebentar lagi Lia akan menjemput nya .
"Gianti kamu sudah siap belum?" belum juga selesai mengucap dalam hati Lia sudah teriak dari depan rumah nya.
"Ehh nak Lia masuk dulu "Ibu membuka kan pintu untuk Lia .
"maaf Bu saya buru buru lain kali saja saya main kesini lagi"ucapnya sambil turun dari motor dan menghampiri ibu Gianti lalu menyalaminya .
__ADS_1
Bu dini tersenyum tidak lama Gianti datang menghampiri mereka .
"Ayok kita berangkat sekarang"ajak nya .sebelum pergi ia menyalami ibu nya terlebih dahulu .
"Gia pergi ya Bu "pamitnya .
"kalian hati hati pulang nya jangan malam malam "Bu dini mengingatkan kembali putrinya .
" Iya Bu"serempak mereka menjawab .
"Gianti kamu nanti mau kuliah kah?"tanya Lia Tanpa menoleh kebelakang
"Aku sih pingin tapi uang dari mana "Gianti menyahut dengan suara lirih .
"kamu kan pintar pasti bisa lewat jalur beasiswa"Lia menyarankan dan menyemangati Gianti .
"Kenapa ngk kamu coba dulu "saran nya lagi .
"Ia deh nanti aku akan coba" ada binar harapan di mata nya .
"Tapi bagaiman dengan Ibuku jika aku kuliah ?"tanyanya pada diri sendiri .
Jarak dari desa dan kota tempatnya menuntut ilmu sangat jauh sehari perjalanan dengan naik bis ,Ia tentu akan tinggal di kos kosan kalau ada rejeki bisa kuliah ,Gianti berpikir sepanjang jalan .
Akhirnya mereka sampai di depan langgar .
Suasana agak ramai karna banyak anak anak yang ikut juga .
saat Gianti melangkah kan kaki nya semua mata tertuju padanya pesona nya mampu membuat kaum Adam di tempat itu terpaku .
kecuali sepasang mata dari cowok yang duduk sendiri di pojok sambil memainkan ponselnya .Dia tetap acuh sama suasana sekitar nya begitupun kala Gianti masuk dia tidak mengangkat kepalanya sama sekali .Baginya gambar yang ada di ponsel ya jauh lebih menarik di bandingkan suasana di desa itu .
"Galang ayo masuk! "seru seorang cowok sambil menghampiri cowok yang dari tadi duduk di pojok itu.
yang di panggil Galang perlahan mengangkat dan memutar kepalanya ke arah orang yang memanggilnya .
"masuk lah duluan sebentar aku nyusul "terdengar suaranya dingin dan angkuh .lalu menatap kembali ponselnya .Ia kesal papa nya telah mengirim dia ke desa itu .Pabrik karet itu akan ada pengalihan kepemilikan dan papa nya berencana untuk membelinya .untuk itu dia harus berbaur ke masyarakat supaya lebih mengetahui kenapa pabrik itu di jual .Dia tidak terima usianya baru Dua puluh tahun .Ia yang hobi bersenang senang tiba tida harus di kirim ke desa yang menurut nya tidak menarik sama sekali .Sambil menyisir rambut nya dengan kasar ia melangkah kaki nya ke dalam langgar .Beberapa anak buah papa nya juga sudah ada di dalam .matanya menyapu ruangan itu .
"Tamu dari kota yang kamu maksud apakah mereka?" tanya Gianti sambil berbisik ke Lia .
__ADS_1
Lia mengangguk ..
Ia menoleh ke belakang Dan matanya menangkap sosok sempurna itu..