
Lina melangkah dengan santai mencari dokter kalau bukan ayahnya yang suruh dia tidak Sudi biarkan saja Gianti cacat pikirnya .
Dia menghampiri perawat yang sedang jaga
"sus ruang perawatan nomor Dua butuh dokter tuh " lapor nya Santai .
"Ada pasien baru "tambahnya lagi .
perawat itu mengerutkan dahi nya heran dari tadi dia merasa tidak melihat ada pasien baru masuk .
"Baiklah saya akan kesana melihat dulu " jawab perawat itu hendak memastikan .sampai di ruangan Bu dini Ia melihat Gianti sedang kesakitan karna bagian perut dan tangannya kena teh panas .
"kenapa tidak cepat panggil dokter Bu " tanya perawat .mereka heran mendengar pertanyaan perawat karna Lina sudah dari tadi keluar di suruh mencari dokter . semua diam tidak ada yang menjawab .perawat itu lalu bergegas keluar dan tak lama datang bersama dokter .
"Kok. bisa ada kejadian begini di sini ?" tanya dokter itu sambil mengobati luka Gianti .
"tidak sengaja dok"jawab Gianti .
"Terima kasih dok" ucap Gianti begitu dokter sudah selesai mengobati lukanya .
"Bu dini kami pamit dulu ya " Bu kepala desa beranjak dari duduknya dia jadi merasa tidak enak sama semua orang di situ .suaminya sudah keluar duluan waktu Gianti di periksa dan Lina entah di mana tidak kembali lagi .
"Iya Bu terima kasih sudah kemari"sahut Bu dini sambil tersenyum .Tak lama Bu Marni pun ikut pamit dari tadi malam giginya sakit jadi lebih banyak diam sambil sesekali meringis .
sementara Galang di kamar sebelah dari tadi melihat makanan nya diatas meja belum tersentuh ,ia mau makan tapi tunggu Gianti ia .berpikir bagaimana caranya Gadis itu bisa ke sini .jarum infus di tangannya juga sudah dia minta lepas .
"Apa aku ke sebelah aj ya "pikirr nya sambil beranjak dari tempat tidur .Dia melangkah ke jendela dan melihat sekeliling .Dirinya malas jika bertemu Lina setelah di rasa aman akhirnya ia keluar .dan mendekati ruang perawatan ibu Gianti ."
" Lho tangan Gianti kenapa" pikirnya bingung .
"Gia tanganmu kenapa" karna penasaran ia langsung masuk setelah mengetok pintu terlebih dahulu .Bu dini yang melihat nya tersenyum .
"Tidak apa apa cuma luka dikit aja" sahut Gianti .Tanpa melihat ke arah Galang .
"Tidak apa apa bagaiman ini di perban seperti itu" kuatir terlihat jelas di matanya .
"Gia tidak apa apa nak Galang cuma kena air panas sedikit paling sebentar juga sudah sembuh " Ibu Gianti nampak tersenyum melihat Galang perhatian dengan anaknya .
__ADS_1
"Oiya bagaimana keadaan mu " tanyanya .
"Sudah baikan Bu siang atau sore sudah bisa pulang "
"Syukurlah kalau begitu ,maaf ya ibu tidak tau kalau nak Galang alergi seafood kalau tau ibu pasti tidak membolehkan Gianti menyuruhmu makan bekal itu kemarin .."
"Tidak apa apa Bu " sahut Galang
" kapan ibu pulang " mengobrol dengan Ibu dini dia jadi lupa maksudnya tadi kesini .Ada kehangatan yang mengalir dalam hatinya tiap mereka berdekatan salah kah jika ia merindukan seorang sosok ibu .Ibu yang tidak pernah ia kenal seumur hidupnya .saat ini sifat angkuh dan sombong nya runtuh .
"Apakah Galang tidak punya ibu ,lagian perempuan mana yang tahan dengan sikap papanya yang seperti itu " tanya Gianti dalam hati tapi mengingat wajah papa nya Galang ia jadi berpikir sendiri .
Bu dini membelai rambut Galang yang tertunduk di samping nya hati nya juga terasa sakit .Gianti melihat netra ibunya berkaca kaca sebenarnya ada apa dengan ibu .keheningan pun tercipta di ruangan itu.
"kriuuk ..kriuk " suara perut Galang yang belum diisi bunyi cacing di perut nya sudah demo .
Gianti menahan tawanya .ibu pun tersenyum .
"Gia ambilkan nak Galang makan ya "
wow pucuk di cita makan pun datang "soraknya dalam hati ia pura pura tidak mendengar .bunyi perutnya "terima kasih cacing di perutku"
"Gia mau keruang dokter mau tanya jam berapa ibu boleh pulang tadi lupa bukan mau beli makanan "Gianti kesal dari tadi dia merasa di abaikan .
"Nak ambilkan dulu makan buat dia baru ke dokter "
" biar aja makan sendiri di sebelah Bu kan sudah di siapin "ucap Gianti sambil merenggut bibirnya maju .Galang yang melihat nya jadi gemes .
"Ya sudah nak Galang makan dulu biar di temani Gianti " ibu tersenyum melihat kelakuan mereka seperti saudara yang bertengkar .Galang langsung cepat berdiri .menarik tangan Gianti ke ruang perawatannya .gadis itu menepisnya .
"Hei aku bisa jalan sendiri " nadanya kesal .
Dia tidak mau Galang menyentuhnya .dan takut kejadian tadi terulang lagi .
"ya ayo cepat aku lapar"perintah Galang
"seenaknya saja main perintah ya sana pergi sendiri" Gianti berhenti jalan .Galang gemes kalau saja ini bukan di klinik ia sudah menggendong gadis itu .
__ADS_1
"Ia sudah kamu jalan duluan" hebat dia bisa mengalah .
Gianti masuk duluan dan melihat makanan masih terhidang utuh belum di sentuh sama sekali .ia melirik jam dinding
"Jam segini belum makan pantas aja cacing di perutnya teriak "katanya dalam hati.
Galang masuk dan duduk di atas tempat tidur .Gianti duduk di kursi dekat meja .untunglah yang luka tangannya yang kiri ia ambil makanan itu dan menyodorkan ke Galang .
"Nih makanlah " ujarnya sambil mengambil kan sendok .
"kamu yang suapi ya "ucapnya dengan nada di buat memelas .
"Tangan kak Galang kan ngak sakit lagi kenapa masih minta di suapi "perasaan Galang jadi terbalik mengerjai dia sekarang .
"Lihat lah tangan ku juga sakit "Ujarnya kesal .
"kalau begitu aku ngak jadi makan " lha Galang bisa merajuk sekali nya .
"Terserah kak Galang aja "ujar Gianti malas .tapi kalau dia balik cepat pasti ibu nanya .sambil menarik napasnya kasar ia ambil makanan itu .Galang tersenyum dalam hati .YESS" .
"Nah gitu dong "ujarnya .melirik Gianti yang muka nya cemberut .Akhirnya dia makan dengan cepat dan lahap karna lapar Gianti yang melihatnya hanya geleng kepala .
selesai menyuapi Galang ,gadis itu berdiri cepat mau keluar .tapi dari arah pintu dokter masuk dan hendak memeriksa Galang ia tidak jadi keluar mengikuti dokter di belakang Gianti berdoa semoga Galang bisa pulang cepat hari ini ia merasa cowok itu mengerjai nya terus .
"Anda bisa pulang hari ini bintik di kulit sudah tidak ada dan saya lihat anda juga sudah bisa makan banyak kondisi juga sudah baik "Ujar dokter .sambil melirik bekas makan Galang yang bersih tak tersisa .
Gianti tersenyum akhirnya dia bebas dari gangguan Galang .
"Dok pasien di sebelah kapan boleh pulang"tanya Galang
" Besok pagi Bu dini boleh pulang "kata dokter
"Badan saya masih kurang enak dok ,saya pulang besok saja nanti administrasi nya saya urus " sambil berkata begitu Galang melirik Gianti .
kaki Gianti terasa lemes .
Maksud nya apa coba tidak mau pulang ðŸ˜ðŸ˜
__ADS_1
jangan lupa dukungannya ya 🥰🤗