
Galang merasa dadanya tambah sesak ,Ia meringis kesakitan biasanya Oma selalu mengingatkan untuk tidak sembarangan makan dan saat sakit sepeti itu selalu mendampingi nya .tapi kini ia sendirian .sambil
memencet tombol merah untuk memanggil dokter ia mencari ponsel nya
"Sial ponselku ketinggalan di mobil "desisnya.
Tak lama dokter dan seorang perawat datang .Mereka memasang tabung oksigen agar Galang tidak tambah sesak napas.
""Anda alergi seafood dari kecil"tanya dokter sambil memeriksa bintik merah di kulit nya .
"Iya dok "jawab nya sambil memejamkan matanya .
""Ada keluarga yang bisa di hubungi "Dokter melihat Galang perlu di beri perawatan intensif .
""Tidak ada dokter keluarga saya tidak ada di sini".Galang menjawab dengan lirih.
"Baiklah nanti akan ada perawat yang akan meminta tanda tangan anda"Ujar dokter lalu mereka meninggalkan ruangan itu .Dia juga melihat seperti nya Galang bukan warga desa itu .
"Dokter..." Galang memanggil dokter itu sebelum keluar.
"Ada yang bisa kami bantu" tanya dokter .
"Ponsel saya tertinggal di mobil bisa kah minta tolong seseorang ambil ponsel ku??"Harap Galang ia mau menghubungi orang suruhan papanya .
"Baiklah berikan kunci mobil nya "
Galang merogoh kantong celana nya dan mengambil kunci mobil serta menyerahkan ke dokter itu .
Tak lama kemudian seorang perawat datang ke kamar rawat Galang dengan membawa kunci mobil serta ponsel nya .
Gianti dan ibu nya serta pekerja lain nya sudah bersiap siap pulang mereka berkumpul di dekat tempat parkir .
Saat berdiri di dekat mobil tiba tiba Bu dini merasa kepalanya pusing ,pandangannya kabur seluruh tubuhnya terasa dingin sambil bersandar di pintu mobil mencoba menahan tubuhnya agar tidak jatuh.
"Gi... Gianti" mencoba memanggil Gianti yang masih ngobrol sama Rina .
"Ya Allah ibuuuu ,"Gianti berseru memanggil ibunya yang sudah pucat.ia panik
"Ada apa Bu , ibu kenapa "sambil memeluk ibunya ia menangis .Rina jadi ikut panik.
"Tolong ....tolong. !" teriak minta tolong ,orang orang sontak terkejut melihat Bu dini sudah jatuh pingsang ."
__ADS_1
"Ayook angkat naikkan ke mobil kita bawa ke klinik ..."seru Ridho yang melihat kejadian itu langsung lari menghampiri .
Gianti terus menangis sambil memeluk ibunya .
"Hiks ..hiks ibu bangun jangan tinggalin gia Bu" Ridho yang menyetir sedih melihat nya
"Bu.... bangun Bu " sambil menggoyangkan badan ibunya .Tangis nya makin kencang .dia tidak bisa membayangkan kalau ibunya pergi .badan nya jadi ikut lemas .
sampai di klinik Bu dini langsung di bawa ke UGD .Gianti tidak melepas tangannya dari ibunya ia terus menangis .berharap ibu nya segera sadar kembali .
"maaf pasien akan kami periksa dulu silahkan tunggu di luar "dokter membujuk Gianti untuk keluar .Gianti menggeleng kan kepala nya ia tidak mau membiarkan ibu nya sendirian di sini .
"Aku mau menemani ibu dok" ujarnya lirih sambil terisak.
"Ibu anda baik baik saja kami akan memeriksanya sebentar kalau sudah sadar kami akan memanggilmu .." ujar dokter .
Akhirnya Gianti beranjak tapi pandangannya tidak lepas dari wajah ibunya yang pucat .perasaannya tidak enak .dari balik kaca ia melihat dokter dan perawat memeriksa ibunya .Rina yang dari tadi ada didekatnya ikut sedih .Ia mendekati Gianti dan memeluknya .
"Gianti kamu yang sabar ibumu pasti baik baik saja " ujarnya mencoba menghibur Gianti .Ia bisa merasakan perasaan Gianti saat ini .
"Aku takut ibu meninggalkan aku Rin "tangisnya pecah .
"Ibu mu sangat menyayangi mu beliau pasti tidak mau meninggalkan mu "Rina menghapus air mata Gianti bahunya naik turun Menahan tangisnya .
Tak lama kemudian pintu ruang UGD terbuka dokter keluar .
Gianti langsung berdiri menghampiri ..
"Bagaimana keadaan ibu ku dok ??apakah sudah sadar ?.cecar nya .
"Ibu mu baik baik saja sekarang sudah sadar tapi perlu istirahat dulu sepertinya kecapean "ujar dokter .
"Masuklah sebentar akan di pindahkan ke ruang perawatan ."ucap dokter sambil pergi .
Gianti lega bergegas ia masuk dan melihat ibunya terbaring lemah .Rina pun ikut
"kenapa ibu ada di sini gia ?? tanyanya begitu melihat anaknya .
"Ibu tadi pingsang "Gianti lansung memeluk ibunya .
"Ibu jangan sakit gia tidak mau ibu sakit"ucap nya sambil menangis .
__ADS_1
"Ibu baik baik saja berhentilah menangis "merasakan kasih sayang anaknya yang begitu besar kepadanya .
Seorang perawat masuk sambil mendorong kursi roda ,Bu dini akan di pindahkan ke ruang perawatan .Rina dan Gianti membantu mengangkat ibunya ke kursi roda .
"Bagaimana keadaan ibu mu Gianti ?" Ridho tiba tiba muncul dari luar ia tadi mengurus administrasi beruntung Bu dini punya kartu jaminan kesehatan jadi mereka tidak perlu memikirkan biaya perawatan .
"Alhamdulillah tidak apa apa cuma perlu istirahat aja"sahut Gianti.
mereka lalu mengikuti perawat itu mendorong kursi roda ke ruang perawatan .
"Gianti maaf ya aku pulang duluan ibuku sendirian di rumah " Rina pamit pulang
"Iya Rin terima kasih ya sudah membantuku "sambil memeluk Rina, Gianti merasa terharu .
"Iya sama sama kalau kamu ada perlu nanti telpon aku aja ya" ucapnya tulus .Rina melirik ridho yang dari tadi diam saja .
"Kamu ngk pulang " tanya nya pada ridho .
"Aku menemani Gianti sebentar " sahut ridho
"" Tidak usah ridho sebaiknya kamu pulang aja dulu kasihan Rina sendirian sebentar lagi hari sudah gelap "saran Gianti .
"Tapi kamu juga di sini sendirian " Ridho berharap Gianti menahan nya .
"Ibu sudah tidak apa apa aku berterima kasih atas bantuan kalian " jawab Gianti sambil tersenyum .mereka akhirnya pamit pulang .
Sementara itu di ruang perawatan di sebelahnya Galang seperti melihat bayangan dan mendengar suara Gianti tapi di tepisnya pikir nya ngk mungkin Gianti ada di klinik itu juga .Ia sudah menelpon papanya dan papanya sangat kuatir dan besok akan berangkat ke desa itu karna ada sesuatu yang harus di urus .Galang kecewa papanya ternyata lebih mementingkan pekerjaan dari pada dirinya .
"Gia beruntung punya ibu yang sangat sayang padanya walupun tidak punya ayah mereka bahagia " pikirnya saat melihat kedekatan Gianti dengan ibu nya .
"Lihat lah aku di sini sendirian walaupun punya harta tapi miskin kasih sayang " tatap nya sendu kearah jendela .
"aku akan terus berusaha mendapat kan gadis itu apapun caranya " jika mengingat Gianti dia jadi lupa dengan sakitnya .
Ia gelisah tidak bisa tidur mau keluar tapi badannya terasa sakit semua walaupun dadanya sudah tidak sesak tapi alergi itu menyiksanya jika kambuh .jarum infus juga tertancap di tangannya .Dia jadi pasrah mencoba menikmatinya .matanya terus menatap ke pintu berharap ada yang datang menjenguknya .,atau menemaninya disini agar tidak bosan ...
"suster saya titip ibu sebentar ya " Tiba tiba ia mendengar suara Gianti .
Galang tertegun apa pendengarannya tidak salah ..
jangan lupa dukungannya ya ..
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir 🤗🤗