
Nana pergi dengan keadaan kecewa, padahal ayahnya belum menjelaskan apa apa, pikirannya sudah jauh menduga duga, namun hatinya menolak.
maka dari itu dia langsung pergi tanpa ada mau mendengar penjelasan dari ayahnya.
Nana khawatir apa yang menjadi ketakutannya benar terjadi, bahwasanya ayahnya lah dalang di balik semua.
...****************...
Memori itu muncul seakan ingin mengejek jalan kehidupan kim Nana, dimana kejadian 18 tahun lalu yang menjadikan istrinya sampai berada di tempat ini, tempat orang orang yang seakan kehilangan jiwa dan harapannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di dalam sebuah ruangan, dua orang sedang berbincang mengenai rencana pembalasan dendamnya yang pertama. Dia adalah Tuan Ramzi dan Anisa.
Tuan Ramzi memerintahkan kepada Anisa agar besok lusa untuk ke Bandung, dan hari ini penampilan Anisa di permak habis, ia ingin menjadikan Anisa wanita yang lugu namun tetap menampilkan aura yang mematikan perhatian kaum adam.
Mereka pun pergi ke sebuah mall terbesar di jakarta untuk memilih beberapa pakaian yang cocok, kacamata bulat dan juga ransel ukuran sedang untuk memuluskan rencananya, tak lupa pula Anisa oun di bawa ke salon untuk perawatan kulit dan badan.
Misinya adalah membalaskan dendam, selain berpenampilan lugu Anisa harus menawan, agar korban yang bisa terpancing.
Setelah acara treatment selesai mereka pulang ke rumah Ramzi, Ramzi pun banyak berpesan jangan sampai penyamaran Anisa nantinya terungkap.
...****************...
Hari yang di tunggu telah tiba, Anisa pun pergi menuju ke Bandung dengan di kawal 2 orang bodyguard, Sedangkan Ramzi sudah pergi ke Bandung setelah acara ke mall kemaren lusa.
Memakan waktu 6 jam perjalanan dari jakarta menuju ke Bandung, tujuan utama nya adalah rumah mbak lala untuk tempat Anisa menginap dalam waktu satu bulan ke depan.
Mbak lala adalah teman kerjanya dulu sewaktu bekerja di salah satu rumah tuan Ramzi yang terletak di bandung, dia sebenarnya adalah kaki tangan tuan Ramzi di daerah sini, namun lagi lagi sesuai misi penyamaran untuk suatu hal yang di rahasiakan oleh tuan Ramzi kepada Anisa.
"Makanlah Anisa, ingat namamu sekarang adalah Agnes , kamu nanti akan menjadi keponakanku, aku akan memulai rencanannya besok, sekarang kamu istirahatlah" ucap mbak lala kepada Anisa sambil berlalu pergi.
__ADS_1
Anisa pun memasuki kamar yang berukuran lumayan kecil sekedar untuk mengistirahatkan tubuhnya, sambil mengingat ingat wajah simbok yang ia lihat di foto yang sedang ia pegang. Dia pun akhirnya terlelap dalam kubangan mimpi indah bersama simboknya.
...****************...
"Aku sudah meminjam uang kepada juragan Basir tiga minggu yang lalu, minggu depan waktunya juragan Basir menagihnya datang kesini beserta bunganya 45℅," ucap mbak lala tiba-tiba di menyerobot masuk ke kamar Anisa.
Antara kaget dan tak percaya ternyata tuan Ramzi sudah memulai rencana sedemikian rupa untuk membantunya membalaskan dendam.
Bahkan tuan Ramzi sudah menyuruh mbak lala dari 3 minggu yang lalu, itu sangat amat di luar dugaan Anisa.
"Secepat itu? wah mbak lala hebat juga yah gercep banget" ujar anisa memecah kecanggungannya.
"Dan ingat satu hal, namamu agnes, A G N E S!!! paham!! " ucap mbak lala penuh penekanan.
"Iya mbak, saya ingat kok, oh iya kok tuan ramzi baik banget yah sama aku, Apa dia baik juga ke semua orang" tanya anisa yang sekarang menjadi Agnes.
"Hahahahahaha" tawa mbak lala sambil tersenyum sinis lalu pergi dengan tergesa.
Di rumah ini hanya ada aku dan mbak lala, Suami serta anak mbak lala sedang berada di rumah orang tuanya yang berada di Subang.
Seminggu sudah Anisa berada di bandung tepatnya di kediaman mbak lala. Dengan rambut yang di kepang dua, serta kacamata bulat menghiasi area matanya, tak luput juga tiga tahi lalat palsu yang berjejer tepat di bagian bawah mata kanan Anisa.
Tepat di jam 10.00 wib, ketika Anisa sedang menyirami tanaman di halaman rumah, tiba tiba datang empat orang dengan pakaian seperti coboy dan satu diantaranya berjalan dengan gaya orang yang habis di su-nat.
Ya!.. mereka adalah kawanan Juragan Basir, tiga anak buahnya yang siap siaga berada di sisinya.
Anisa pun siap dengan apapun yang akan terjadi, demi memuluskan rencananya dia menumbalkan dirinya sendiri masuk ke kehidupan Basir, juragan kambing yang terkenal seantero raya.
"LALA!!!.. wooyyy!! keluar kamu" teriak salah satu anak buah Basir dari kejauhan.
Dengan tergesa-gesa lala pun keluar rumah menemui mereka, dengan kaki bersimpuh, memohon agar hutangnya bisa dibayarkan bulan berikutnya.
__ADS_1
"Saya mohon, beri saya waktu satu bulan lagi, juragan. Saya janji akan melunasi nya tepat waktu" ucap lala dengan membentuk anak sungai yang mengalir dari matanya.
"Sesuai perjanjian yang sudah kamu tanda tangani, wahai lala yang sem-ok. Ha ha ha" ucap juragan Basir sambil tertawa.
Kemudian dia melirik ke arah anisa yang sedang bengong menatap ke arah mereka. Senyum tersungging menampilkan dua gigi emasnya.
"Ehemmm...itu siapa la?, hehehehe.. aku punya tawaran yang bagus la, bagaimana? " ucap juragan Basir sambil menunjuk ke arah anisa.
"emm.. emm.. i-itu keponakan saya dari subang, juragan. Ma-maksud juragan tawaran apa ya? " ucap mbak lala terbata.
"Saya akan menganggap hutang kamu lunas, Asa-l" ucap juragan Basir menggantung.
"Asal apa juragan?, saya pasti akan melakukan apa yang juragan minta, asal jangan diri saya, juragan. Saya mohon,, Saya masih punya suami dan anak yang membutuhkan saya"
"Hahaha.. baiklah baiklah baiklah lala, bangun dulu kamu, nanti sepatu saya kotor kena keringat kamu!,. Dengar yah la, hutangmu lunas asal keponakanmu itu bekerja di rumah saya, bagaimana? " tawar juragan Basir.
"Hmm.. apakah benar tuan, hutang saya lunas asal ponakan saya mau bekerja di rumah juragan. Kalau cuman bekerja sebagai pembantu sih dia pasti mau tuan" ucap lala.
"HA HA HA" tawa juragan menggema.
"Maksudku pelayan adalah, melayani client client ku. HA HA HA" lanjutnya lagi.
Dengan menundukkan kepala sambil melirik ke arah Anisa, dia pun mengiyakan penawaran juragan Basir.
"Biar nanti saya yang Agnes ke rumah juragan, juragan tak perlu capek capek lagi kesini, oke juragan?.
" Oooooh,, Jadi.. namanya Agnes, Nama yang cantik seperti parasnya, namun dia masih kelihatan lugu sekali, tapi gak papa, sekali poles wajahnya pasti client ku langsung menyepakati kerja sama yang menguntungkan. HA HA HAHA" Ucap juragan Basir penuh kemenangan.
"Pokoknya ingat yah lala! Antarkan dia sore ini ke rumah saya. Jika kamu melanggar perjanjian ini, maka anak kamu yang masih kecil jadi taruhannya."
"Ba-baik juragan, saya pasti bawa Agnes ke rumah juragan. Terimakasih banyak juragan atas bantuannya. Terimakasih banyak" ucap mbak lala dengan mencium berkali kali tangan juragan Basir, yang kemudian di tepis oleh sang pemiliknya, karena merasa punggung tangannya basah terkena ludahnya mbak lala.
__ADS_1
Juragan Basir dan bawahannya pun pergi meninggalkan rumah mbak lala, sebelum pergi dia pun mengedipkan sebelah matanya ke arah Anisa dengan bibir yang di monyong monyong kan.
setelah kepergian mereka, mbak lala dan Anisa saling menatap, sambil seringai senyum terbentuk menandakan rencana awalnya berhasil.