
"Kamu nggak papa kan nak?, Apa ada yang mengganggumu?, kenapa baru pulang nak?" Tanya Reina beruntun, sambil kedua tangannya menangkupkan wajah Agnes, mencari jawaban dari raut wajah putrinya.
Agnes bingung ingin menjawab apa, diapun menatap ayah dan ibunya bergantian.
Lama mereka saling diam menunggu jawaban dari putri tersayangnya.
Sang ibu pun paham dengan gerak gerik putrinya, Agnes merasa panik. Maka dari itu Reina langsung mengalihkan pembicaraan guna membuat Agnes agar tidak tertekan.
"Hoaaamm!!! Ayo.. Ayo kita istirahat. Ibu sudah ngantuk" ucap Reina setelah menguap lalu di tarik lah tangan Agnes menuju tempat tidur.
...****************...
Keesokan paginya Reina dan Agnes sudah berpakaian rapih serta wajah di oles dengan make up tipis tipis.
Reina dan Agnes ingin pergi berdua saja ke menara Eiffel, dia ingin menaiki menara tersebut. Namun Kim Nana tak menyetujuinya, dia bersikeras harus tetap ikut bersama mereka, namun keduanya menolak.
"Ini moment antara ibu dan anak, jadi Oppa, aku mohon ijinkan kami hanya berdua" rengek Reina.
"Kenapa aku tak boleh ikut, sayang. Aku kan bisa menjaga kalian, biar kalian yang bersenang senang, anggap saja aku tak terlihat" rayu Kim Nana.
"POKOKNYA TIDAK" jawab Reina dan Agnes berbarengan.
"Apa yang kalian sembunyikan dari aku, hayoo?? " ucap Kim Nana.
"Ngga ada, kami hanya ingin menikmati waktu sesama wanita, iya kan sayang? " ucap Reina meminta dukungan dari Agnes sambil mengedipkan salah satu matanya.
"Iya ayah, iiih ayah mah suka kepo, biar ini jadi urusan perempuan, oke ayah" ujar Agnes.
Reina pun tersenyum riang, diapun segara mengambil sling bag yang berisi dompet dan kartu identitas serta paspor.
Reina menolak ketika di beri alat komunikasi berupa handphone tersebut. Alasannya, dia sudah terlalu tua untuk memainkan benda tersebut.
Padahal alat komunikasi berupa gawai tak memandang usia, karena semakin berkembangnya zaman semakin tinggi kebutuhan pembaharuan tekhnologi.
Apalagi daya jual beli masyarakat sekarang tinggi untuk yang berhubungan dengan teknologis seperti handphone.
...****************...
Agnes dan Reina pergi ke sebuah resto di Paris untuk menikmati waktu berdua, padahal di hotel pun sudah di sediakan makanan untuk sarapan.
__ADS_1
Reina ingin memanfaatkan waktu bersama putrinya setelah sekian lama baru bertemu.
"Habis sarapan, kita jalan jalan kemana lagi sayang" tanya Reina meminta pendapat.
"Mmmm, ibu mau ke mall tidak?, kita cari sesuatu untuk ayah" ujar Agnes memberikan ide.
"Boleh, sayang" ucap Reina lalu melanjutkan suapan demi suapan hidangan di piringnya yang tersisa.
...****************...
Hanya membutuhkan waktu setengah jam untuk sampai ke mall terbesar kota Paris.
Reina selalu menggandeng tangan Agnes bak terkena lem super. Ia tak melepas genggamannya barang sedetik pun.
Reina kembali merasa menjadi ibu yang sempurna akan kehadiran Agnes di sisinya sekarang.
Dia ingin menciptakan moment moment ibu dan anak yang terlewat selama kurang lebih delapan belas tahun lamanya.
Agnes yang melihat Reina seantusias itu tak menampik rasa bahagianya.
Diapun seperti menjadi anak yang benar benar di cintai oleh kedua orang tuanya, walaupun itu hanya pura pura, namun Agnes menikmati momen yang belum pernah Ia rasakan seumur hidupnya.
Hatinya kadang menolak untuk melanjutkan penyamarannya, melihat sikap Reina yang tulus menyayanginya bak seperti ibu kandungnya sendiri, timbullah sifat egois Agnes.
Agnes diambang rasa galau, dia sudah terlanjur menyayangi Reina, namun Ia juga terlibat perjanjian dengan Ramzi dan tak bisa melanggarnya.
Di sepanjang perjalanan dua wanita itu, sepasang mata selalu mengawasi dari jarak jauh.
Ada rasa lega ketika Wanita cantik yang Ia buntuti sedari tadi, selalu memancarkan aura kebahagiaan melalui senyum dan tawanya.
Agnes dan Reina tiba di sebuah toko pakaian di dalam mall tersebut, mereka saling memilah milih warna dan model apa yang cocok untuk Kim Nana.
Setelah serasa cukup untuk memilih beberapa lembar pakaian, mereka pun bersiap untuk pulang ke hotel.
Ketika Agnes pamit ke toilet sebentar Seorang wanita tiba tiba datang menghampiri Reina, dia memberikan seikat bunga tulip kepada Reina.
Reina menerima dengan raut kebingungan, Agnes datang setelah pergi beberapa menit ke toilet.
Dia menemukan ibunya bersama seorang wanita yang tidak di kenal memberikan satu ikat bunga tulip untuknya.
__ADS_1
"Hey!! Siapa kamu!! " tanya Agnes kepada perempuan yang bersama Reina.
Wanita itupun langsung kabur ketika melihat Agnes datang.
Agnes meminta bunga tulip itu kepada ibunya agar di buang saja, namun sang ibu enggan, karena bunga tulip ini bunga kesukaannya.
Dengan sangat terpaksa, demi kesenangan ibunya, ia tak ingin wanita yang menyayanginya seperti anak kandungnya sendiri, bersedih karena sikapnya yang keterlaluan, bunga itupun di bawa pulang ke hotel dimana tempat mereka menginap.
...****************...
Di sebuah kamar di hotel yang sama dengan keluarga Kim Nana, Leo duduk di sisi ranjang sambil membuka laptopnya.
Dia berharap rencananya kemaren telah berhasil. Sayangnya hasilnya tak sesuai yang dia harapkan.
Kamera tersembunyi itu seakan menghadapi ke langit, seringai senyum ia sunggingkan.
Di sebuah kamar di hotel yang sama dengan keluarga Kim Nana, Leo duduk di sisi ranjang sambil membuka laptopnya.
Dia berharap rencananya kemaren telah berhasil. Sayangnya hasilnya tak sesuai yang dia harapkan.
Kamera tersembunyi itu seakan menghadapi ke langit, seringai senyum ia sunggingkan.
"Pandai juga anak palsu itu, namun kamu ngga akan bertahan lama menjadi anak mereka. HA HA HA" ucap Leo menggertakkan giginya sambil tertawa kesal kemudian membanting sebuah gelas minuman karena kecewa, aksinya mengintai Reina tak berhasil gara gara Agnes.
Dua minggu waktu liburan mereka telah usai, kini waktunya Kim Nana serta keluarganya pulang ke tanah air.
Sudah menjadi hal yang lumrah ketika Datang ke tempat yang istimewa membawa hanya tiga koper, ketika hendak pulang koper mereka beranak pinak menjadi 8 koper.
...****************...
Setelah perjalanan panjang mereka, Kim Nana menyuruh Agnes dalam waktu 1 tahun ini untuk berlatih ilmu bela diri, menembak dan segal macam pertahanan ketika dalam keadaan mendesak.
Kim Nana ingin Agnes bisa menjaga Reina jika sewaktu waktu mereka dalam hal genting.
Dia menyuruh Agnes untuk berbohong pada Reina jika dalam waktu tiga bulan ke depan Agnes pergi study ke luar negri, Kim Nana tak ingin Reina berfikiran dirinya kejam menyuruh anaknya berlatih hal yang biasa di lakukan oleh laki laki.
Agnes pun menyetujui segalanya. Dalam waktu satu tahun dia harus bisa segalanya, demi menjaga seseorang yang ia sayangi, Dialah Reina.
Dengan catatan setiap satu bulan sekali dia kembali ke indonesia menemui Ibu tercintanya, Reina.
__ADS_1
Reina dengan sangat berat hati melepas kepergian Agnes. Dia tak tahu jikalau m 1 tahun ke depan Agnes tidak pergi dari tanah air ataupun luar negri, Agnes masih berada di Indonesia di tempat rahasia yang akan merubah kehidupannya.
Di bantu oleh orang kepercayaan Kim Nana yang bernama Lohan. Lohan akan melatih fisik Agnes menjadi seorang yang lebih kuat.