Gadis Lugu Penakluk Dunia Gangster

Gadis Lugu Penakluk Dunia Gangster
18


__ADS_3

Reina pingsan di pelukan Agnes, dengan banyaknya pertanyaan di kepala Agnes tentang siapa wanita ini, kenapa kondisinya memprihatinkan, apa yang terjadi sebelumnya, menjadi tugas nana untuk menjawabnya.


Reina di bawa oleh dua orang perawat untuk di periksa.


Agnes ingin menyusul mereka, karena rasa penasaran, juga ada rasa simpati di hatinya kepada perempuan ber umur sekitar 40 tahun tersebut.


Namun Agnes di cegat oleh Kim Nana, Dia menyuruh Agnes untuk duduk di kursi panjang taman.


Sebenarnya sudah dari kemaren malam, kim Nana, ingin mengeluarkan segala beban yang ada di hati dan pikirannya.


Berbagai pertanyaan tentang kehidupan Agnes selama 18 tahun pun tak luput dari rasa penasarannya.


Kim Nana ingin sekali berbincang dengan Agnes malam itu, namun Ia menunggu waktu yang tepat, waktu dimana Reina dan Agnes bisa bertemu, Ia ingin tahu bagaimana reaksi Reina dan Agnes setelah pertemuan ini.


"Apa pendapatmu tentang perempuan tadi" Tanya Kim Nana memulai percakapan.


"Saya malah bingung tuan, kenapa saya di bawa kesini untuk melihat pertunjukan itu, apa tujuan tuan sebenarnya? " tanya Agnes balik.


Kim Nana lalu membuang nafas kasar, dia pun mulai mengingat ingat masa lalu, masa dimana mereka saling jatuh cinta, kemudian Reina memilih pergi dari rumah orang tuanya sampai mereka menikah dan memiliki seorang anak perempuan, tak luput juga kisah tragis Reina yang menjadikan perempuan itu kini berada di RSJSH.


Agnes hanya manggut manggut.


"Apa kamu tahu kenapa reaksi Reina setelah melihatmu langsung tak sadarkan diri?" Tanya Kim Nana.


Agnes hanya menggeleng.


"Dia melihatmu memakai kalung berliontin cincin bayi" jelas Kim Nana.


"Apa hubungannya dengan saya tuan? " Tanya Agnes lagi.


"Saya saja syok melihat kamu memakai kalung berliontin cincin bayi itu, apalagi Reina. Dan lagu nama kalian sama," ujar Kim Nana.


"Jadi nama Putri kalian adalah Agnes"


Tanya Agnes.


"YA!, Dan kalian sangat mirip, anakku pun berusia 18 tahun sekarang, sama denganmu"


"Tapi aku tidak mengingat apa apa tuan, bagaimana Saya kecil, siapa yang merawat Saya, karena Saya mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kelemahan di syaraf otak" jelas Agnes.

__ADS_1


"Lalu selama ini kamu hidup dengan siapa".


"Hmm.. Saya tidak ingat, tapi yang Saya tahu, Saya tinggal di rumah juragan basir, awalnya Saya kira, Saya adalah pekerja juragan Basir, dia memanfaatkan Saya yang sedang dalam amnesia, tahu tahu Saya di bawa untuk di jadikan wanita penghi-bur" bohong Agnes.


Anisa semakin pandai memerankan tokoh Agnes, dia sudah di briefing habis habisan oleh mbak lala sebelum melancarkan rencana pertamanya.


Kim Nana lalu memegang kedua tangan Agnes, Seorang big Bos gangster yang sudah biasa dengan keke-jaman tiba tiba tangannya bergetar karena seorang gadis berusia 18 tahun.


"Saya tidak perduli, kamu membohongi Saya atau tidak, tetapi di lubuk hati yang paling dalam saya, mengatakan bahkan kamu memang, Agnes, putri kami"


Agnes menatap iba, dia merasa bersalah karena telah berbohong. Dia hanya mengikuti perintah Tuan ramzi dan mbak lala, tapi baginya dia terlalu dalam masuk ke dalam masalah ini.


Hatinya menolak, dia ingin menjelaskan yang sebenarnya.


Namun sayangnya dia telah mendatangkan surat perjanjian yang di buat oleh tuan ramzi, mau tidak mau dia tetap harus melanjutkan penyamaran sebagai Agnes, walaupun hatinya selalu bertanya tanya untuk tujuan apa tuan ramzi mengikuti sertakan dirinya kedalam masalah ini?


"Bolehkah saya meminta satu hal padamu, Agnes? " ucap Kim Nana menatap mata gadis mudah di hadapannya.


"Hmm.. , saya tidak punya apa apa yang dapat saya berikan Tuan, saya mohon maaf"


"Bukan itu maksud saya,"


"Besok pagi kita akan ke tempat ini lagi untuk menjenguk Reina, saya mohon dengan sangat, panggilah Reina dengan sebutan IBU"


Lama tak mendapat jawaban dari agnes, Kim Nana tiba tiba berlutut sambil menangis. Dia memohon agar Agnes bisa membantu menyembuhkan psikis Reina, dengan memanggilnya ibu.


"Tuan, saya mohon jangan begini, oke oke oke.. Baiklah saya akan memanggil nyonya Reina dengan sebutan ibu, walaupun saya bukan Agnes putri kalian". Jawab Agnes kemudian.


"Tidak!! Jangan berucap seperti itu , Cincin ini adalah bukti jikalau kamu Agnes, putri kami"


"Ta-tapi tu-an"


"Cukup!!. Panggilah Reina dengan sebutan ibu, dan panggilah saya dengan sebutan ayah, kamu memang putri kami, Delapan belas tahun kami mencari kamu nak"


Dengan berat hati, Anisa atau Agnes melanjutkan sandiwaranya walaupun hati nuraninya tak sanggup untuk membohongi pasutri yang telah kehilangan putri semata wayangnya.


****************


Pagi ini Anisa atau yang di kenal dengan Agnes pergi bersama Kim Nana menuju RSJSH, untuk menjenguk Reina lagi.

__ADS_1


Mereka berangkat lebih awal setelah ritual sarapan paginya selesai di jam 07.00.


Kim Nana tak mau melewatkan waktunya untuk kesembuhan istrinya, lewat terapi dengan hadirnya Agnes.


Dengan harapan yang tinggi, Reina, istri tercintanya dapat pulih, agar Kim Nana tahu alasan kejadian 18 tahun lalu yang menyebabkan Reina depresi berat.


Siapa yang berani memporak-porandakan pikirannya, siapa yang berani menyentuh bahkan dengan sangat keju memp-ko-sa Reina, sampai dia takut akan kehadiran laki laki yang mendekat, walaupun itu suaminya sendiri.


Setelah sampai di taman di dalam rumah sakit, tempat yang biasa Reina kunjungi.


Agnes datang dengan membawa 15 tangkai bunga tulip.


Reina yang duduk di kursi panjang dengan menggendong sebuah boneka dikejutkan dengan kehadiran Agnes.


Reina menatap intens wajah Agnes, tatapannya berhenti di sebuah kalung berliontin cincin bayi, tiba tiba tirta alam tak dapat ia bendung, membludak lah semua isinya sampai baju yang ia kenakan basah.


Ia pun langsung memeluk Agnes, di tatapan yang kembali wajah Agnes, kemauan kedua tangannya menangkupkan wajah Agnes.


Reina pun tersenyum, dia melihat Agnes membawakan 1 ikat bula tulip berwarna warni lalu menghitungnya.


"1 2 3 . . . . 15, wah ada Lima belas, angka kesukaanku, terimakasih yah nak" ucap Reina sambil tersenyum. Dan hanya di balas anggukan oleh Agnes.


...****************...


Dua bulan sudah Agnes Dan Kim Nana selalu menjenguk Reina, sekaligus terapi batin dan psikisnya.


Hasilnya menakjubkan, bahkan Reina sekarang mengingat Kim Nana sebagai suaminya, walaupun kadang tiba tiba dia berlari menjauh ketika Kim Nana datang seorang diri tak bersama Agnes.


Seminggu kemudian Kim Nana Dan Agnes menanyakan perihal perkembangan psikis Reina kepada dokter.


Dokter akan memastikan Dua minggu ke depan bagaimana perkembangannya pasien.


Setelah Dua minggu berlalu Reina pun di perbolehkan untuk pulang dan di beri beberapa resep obat untuk membantu pemulihannya, agar kepalanya tidak pusing sewaktu waktu jikalau psikisnya terganggu.


Dan dokter menyarankan kepada Kim Nana Dan Agnes untuk jangan memberikan guncangan mental dan psikis kepada pasien.


...****************...


Di sebuah rumah yang asri, dengan halaman belakang di tanami pohon bunga, Reina sedang menyirami tanaman dengan bersenandung lirih.

__ADS_1


Dia di kejutkan dengan kedatangan laki laki dengan seringai senyum seribu makna.


__ADS_2