Gadis Lugu Penakluk Dunia Gangster

Gadis Lugu Penakluk Dunia Gangster
19


__ADS_3

Di sebuah rumah yang asri, dengan halaman belakang di tanami pohon bunga, Reina sedang menyirami tanaman dengan bersenandung lirih.


Dia di kejutkan dengan kedatangan laki laki dengan seringai senyum seribu makna.


Reina berteriak histeris, psikisnya mulai terguncang kembali karena kedatangan seseorang dari masa lalunya.


Laki laki tersebut langsung berlari, dia bersembunyi di balik dinding pembatas, Tapi Reina semakin menjerit, sampai Agnes datang menenangkan Reina yang sedang dalam kondisi syok berlebih.


Tangan Reina tak henti hentinya menunjuk sebuah dinding pembatas, dimana laki laki tersebut bersembunyi.


"Dia.. Di-a.. Dia ada di sini,, TOL-ONG selamatkan saya" ucap Reina ketakutan sambil menangis.


Agnes pun berjalan mendekat ke dinding tersebut guna mengecek apa yang menjadi penyebab ibunya histeris.


Namun hasilnya nihil, dia tak menemukan seorang pun di sana, Agnes pun kembali ke arah ibunya berada.


Dia menenangkan Reina dengan lembut dan penuh kesabaran.


"Tak ada siapa siapa, ibu. Ibu jangan khawatir yah, ada agnes di samping ibu, Agnes janji akan menjaga ibu" ucap Agnes memeluk Reina.


Reina pun berhenti menangis dan memeluk kuat Agnes.


"Janji yah, nak!!, kamu akan selalu bersama ibu, ibu takut kita di pisahkan kembali nak. HU.. HU.. HU.. "


"Iya ibu, Agnes janji, Agnes sayang banget sama ibu, Agnes akan selalu bersama ibu. Yuk kita masuk kedalam agar ibu bisa beristirahat"


Agnes pun membawa ibunya kedalam rumah dengan posisi masih memeluk reina.


Reina pun langsung menurut, Agnes adalah pawang Reina, ketika Reina mulai menunjukan reaksi berlebihan atas psikisnya yang terganggu.


Agnes akan menjadi orang pertama yang akan datang kemudian memeluknya, Ajaibnya Reina langsung bersikap tenang kembali.


Kim nana pulang setelah mendapat telephone dari Agnes.


Dia yang sedang meeting dengan client langsung gegas pulang menemui rena, alhasil kontrak bisnis merekapun gagal.


Namun itu tak jadi masalah yang besar bagi kim nana, kesehatan dan mental istri jauh lebih berharga di banding dengan kontrak yang bernilai triliunan. Rupiah.


"Apa kita ke Korea saja, nak?. Agar ibumu bisa di tangani dokter di sana yang lebih bagus" tanya Kim Nana setelah melihat kondisi Reina yang sudah pulas.


"Sebaiknya jangan ayah, menurutku di negara sana jauh lebih membuat psikis ibu terguncang, mengingat awal kejadian adalah di Korea"


"Terus, apa kamu tadi melihat ada seseorang yang mencurigakan di rumah ini?. Sampai ibumu berubah histeris seperti itu?"


"Aku sudah mengeceknya ayah, aku pun menyuruh bodyguard agar memeriksa sampai ketemu. Nyatanya, tidak ada orang yang mencurigakan sama sekali di sekitaran rumah kita"


"Lalu apakah menurutmu, ibumu, penyakitnya kambuh lagi setelah kita bawa pulang ke rumah? . Aku takut kebahagiaan ini hanya sementara karena kebodohanku".

__ADS_1


"Jangan berkata seperti itu ayah, aku harap, ibu hanya berhalusinasi karna masih syok tinggal di tempat baru".


"Bagaimana kalau akhir pekan ini kita jalan jalan ke luar negri?. Hmmm.. Paris misalkan" ujar kim Nana antusias.


"Hmm, boleh juga ayah, siapa tahu dengan kita berlibur, kondisi ibu semakin membaik" jawab Agnes dengan antusias pula.


...****************...


Keesokan paginya kim Nana datang ke kamar Reina dan Agnes karena mereka sekarang tinggal satu kamar.


Agnes ingin memantau perkembangan Reina secara langsung, agar dia tidak terlalu merasa bersalah karena telah banyak membohongi keluarga ini dengan memakai nama Agnes.


Kim Nana datang untuk memastikan kondisi Reina.


"Sayang, apa semalam tidurmu nyenyak? " tanya Kim Nana masih di pintu kamar dalam jarak yang jauh dengan posisi Reina.


"Hu'um.. Tidurku sangat nyaman oppa" jawab Reina dengan tersenyum.


Setelah mendapat jawaban dari Reina, barulah Kim Nana berani mendekat ke sisi ranjang yang di tempati Reina.


"OPPA?! " rengek reina.


"Ya sayang, apakah ada yang kamu inginkan" tanya Kim Nana dengan antusias setelah sekian lama tak mendengar panggilan itu dari bibir ranum Reina.


Sekarang bibir ranum tersebut memanggilnya lagi, panggilan yang ia rindukan selama delapan belas tahun terakhir.


"Kemarin kem-" ucap Reina menggantung.


"Dia.. Dia datang lagi Oppa. Aku takut kemana pun aku pergi, dia selalu mengikuti aku" jelas Reina.


Lama reina terdiam, kedua tangannya pun bergetar, kim Nana pun tak berani mengeluarkan suara sedikit pun, ia ingin istrinya meluapkan apa yang ada di benaknya atas peristiwa kemaren.


"Dia tersenyum ke arahku, kim. Aku takut, aku merinding melihat senyumnya, kim."


Kim terdiam, otaknya berfikir keras akan siapa lelaki misterius yang di lihat Reina kemaren.


"Kenapa dia bisa datang kesini Kim, apa dia akan menyakitiku dan Agnes. Kim??..Tolong aku Kim.. HU.. HU.. HU" tangsi Reina pecah setelah mengeluarkan semua yang ada di hatinya atas peristiwa kemaren.


Kim Nana pun memeluk Reina, untuk mencoba menenangkan, tapi di tepis olehnya, Reina masih takut akan sentuhan laki laki, walaupun itu Kim Nana, suaminya sendiri.


...****************...


Hari yang di tunggu telah tiba.


Agnes, Reina serta Kim Nana akan bersiap siap menuju ke bandara, tujuan utamanya adalah paris, kota yang terkenal dengan menara Eiffel yang tinggi menjulang makna akan keromantisan cinta.


Di sana juga banyak tempat wisata yang amazing.

__ADS_1


Ketika mereka akan menaiki mobil, handphone Kim Nana berdering, nama Leo tertera di layar, gegas ingin menggeser icon hijau.


"Kamu dimana Kim? " suara Leo di ujung telephone, tanpa basa basi.


"Di rumah. Ada apa? " jawab Kim Nana singkat.


"Datanglah ke Bali, aku sedang mencharger otak" ucap Leo dengan suara setengah berbisik.


"Memang kamu sudah keluar dari penjara,? lalu misi kamu bagaimana?" Tanya Kim nana.


"HA HA HA.. Kamu tahu aku kan?. Pasti berhasil lah, Surat surat sudah lengkap. Kita sudah tak susah susah lagi menyelundupkan barang istimewa itu" ucap Leo dengan sombong.


"Aku tak bisa ke Bali, aku sedang ada urusan. Hubungi aku satu minggu lagi" jawab Kim Nana mengakhiri panggilan.


Icon berwarna merah pun iya geser. Kemudian menyerahkan handphone nya ke salah satu bodyguard.


"JANGAN GANGGU AKU BILAMANA ADA YANG MENELFON.. INGAT!! ATAU KAMU TAHU AKIBATNYA!!" ujar Kim Nana.


"BAIK BOS!! " jawab Lohan yang merupakan bodyguard setia.


Agnes dan Reina menunggu lama di mobil, Kim Nana menghampiri mereka, mobil pun melaju ke bandara soekarno hatta.


...****************...


Mereka tiba di Hotel Manolita paris, salah satu hotel bintang lima yang terkenal di kotanya.


Kim Nana memilih kamar connecting room, agar bisa memantau Reina dan Agnes sewaktu waktu.


Setelah Agnes mengistirahatkan badannya, ia pun ingin keluar pada malam hari.


jiwa mudanya bergelora kala melihat view yang sangat indah di kota Paris.


Paris terletak di benua eropa dengan ikonik Menara Eiffel yang menjulang tinggi di rancang oleh Gustave Eiffel, di sisinya terdapat sunga Seine yang menambah estetika keindahan.


Sungguh itu sangat menakjubkan bagi mata yang melihatnya, termasuk Agnes.


Ketika Agnes berada di loby utama hotel.


Dia di kejutkan dengan penampakan seseorang pria yang amat ia kenal.


Namun pria tersebut terlihat cuek kala Agnes melambai lambai kearahnya.


'Kenapa dia bisa mengikuti ku sampai kesini' batin Agnes.


Sebuah mobil berhenti tepat di hadapan Agnes, ketika pria yang ia kenal membisikan sesuatu tepat ketika langkahnya melewati Agnes.


"Jangan sok kenal!!.. Naik mobil itu, aku akan berada di belakangmu" ucapnya lirih.

__ADS_1


Agnes memutar bola matanya sambil keheranan.


Agnes pun masuk kedalam mobil itu seorang diri, sedangkan lelaki tadi masuk ke dalam mobil berikutnya tepat di belakang mobil yang Agnes tumpangi.


__ADS_2