Gadis Lugu Penakluk Dunia Gangster

Gadis Lugu Penakluk Dunia Gangster
6.Lelang


__ADS_3

Aku terlelap, rasanya setelah perjalanan tadi kantuk datang tanpa aba aba , saat ingin menutup jendela ternyata hari sudah mulai gelap, terdengar derap langkah kaki semakin mendekat hingga munculah dari balik pintu yang setengah terbuka wajah perempuan cantik yang ku ketahui bernama Alena, bodynya tinggi bak model, kulitnya pun putih bersih, gaun yang ia pakai berwarna biru muda senada dengan warna kulit nya, rambutnya teruarai dengan gaya curly tak luput juga satu set perhiasan berbentuk hati namun elegan menambah kesan anggun siapa yang memakainya.


"Hai boleh aku masuk? " tanyanya dengan sopan.


"masuklah" jawabku sambil mengangguk.


Dia menarik kursi rias kemudian menyuruhku duduk, satu set alat make up dia ambil dan dengan cekatan dia memoles wajahku hingga dipantulan cermin aku tak mengenali wajahku sendiri setelah di rias.


"Done!!,, cantik sekali !!, sekarang pakai gaun ini, oke?? " ujarnya sambil memberiku gaun merah maron dan mendorongku menuju toilet.


40 menit berlalu aku tak kunjung keluar sampai akhirnya Alena mengetuk pintu dengan keras.


"Anisa, sudah selesai belom ganti bajunya?, buruan Anisa!!, Acara akan segera dimulai" teriaknya di balik pintu.


Kubuka pintu toilet dengan mata yang sembab, Make up yang semula melukis wajahku, kini luntur semua akibat air mata yang tak terbendung. Dengan punggung terguncang suara tangis menyayat hati di peluklah erat tubuhku oleh Alena, Dia mendekapku sambil menepuk punggungku kemudian menarik dirinya dan menyuruhku mencuci muka, hinga ahirnya tangan lihai itu kembali mempoles wajahku.


"Nyawaku jadi taruhanya Anisa, aku mohon jangan seperti ini lagi, kamu dan aku tidak akan disiksa mereka kalau kamu menurut, malahan kenikmatan dan kesenangan dan barang barang mahal akan mereka berikan asal kamu memberikan kepuasan ke client Mamih di pertunjukan nanti".


"maksudmu pertunjukan apa Alena?" tanyaku.


"Sudahlah Anisa, lupakan saja yang tadi aku bicarakan, eeh aku punya sesuatu untukmu !. Lihatlah". Tunjuknya pada layar handphone yang bergambar wanita asia berjoged gemulai.


"Apakah kamu sudah terhibur dan merasa tenang? " tanya Alena.


"Hmm.. sedikit mengurangi rasa takut" jawabku.


"Baiklah, ayo kita kemeja sana, aku haus sekali".


Sampainya di meja, Alena mengambilkan aku segelas minuman, Setelah ku minum rasanya agak berbeda dengan air mineral, agak panas di tenggorokan,bahkan kepalaku tiba tiba pusing hingga Alena membisikan sesuatu, tiba tiba tubuhku bergerak mengikuti alunan musik disko seperti gerakan di vidio goyangan yang dia tunjukan tadi di handphonya.

__ADS_1


'Aku kenapa?.. bahkan tubuhku tak bisa ku kendalikan.' Gumamku.


...****************...


Aku seperti melayang, di balik jeruji besi yang turun dari atas ke bawah mereka menontonku hingga suara tawa mereka terdengar riuh. Suara musik terus saja di alunkan hingga ahirnya berhenti.


" Ladies and gentleman kita buka acara ini." Suara lelaki dengan membuka botol minuman kemudian airnya mengucur ke atas dengan banyak busa di susul suara ketukan palu tiga kali.


"Oke kita mulai lelangnya, dibuka dengan harga 250 juta, hayo siapa yang mau membelinya hanya untuk malam ini saja, dia masih original, masih perawan loh..hahahaha" Lanjutnya di balik mikrofon.


"250 juta" kata nomor 2


"300 juta" di susul nomor 10


"500 juta, hahahaha". Tawar nomor 9.


"680 juta" nomer 15


Suara mereka saling bersahutan demi mendapatkan yang mereka inginkan, mereka tidak segan segan mengeluarkan uang banyak namun receh bagi mereka yang kaya.


"Oke tidak adakah yang menawarkan harga lebih tinggi dari nomor 7.?". tanyanya


" Oke sampai hitungan ketiga tidak ada penawar yang lebih tinggi, maka gadis itu malam ini jadi milik Tuan nomor 7" kata pemandu.


"Saya,,!!.. 5 milyar !!. .Dengan syarat bisa membawa pulang gadis itu, bukan hanya untuk malam ini saja, tapi dia jadi miliku seutuhnya. Bagaiamana??" ujar pria yang lain dengan setelan jas berwarna grey dan model rambut casual membuat kesan lelaki berkharisma, dialah lelaki dengan nomor 12.


Di tengah pertunjukan lelang berlangsung belum ada kesepakatan terjadi, karna tiba tiba Mamih Evelyn menyerobot mengambil mikrofon


"Client-client ku, Aku hanya menjualnya malam ini saja dengan jaminan segel keprawananya, tanpa terkecuali, oke??. jika tidak ada yang setuju dengan persyaratan ini maka Gadis istimewa ini akan saya gantikan dengan yang lain". ujarnya sambil berlalu pergi.

__ADS_1


" Hm.. i'm so sory,, baiklah kita lanjutkan saja acaranya dengan persyaratan Mamih, bagaimana?" tanya pemandu acara kepada mereka.


Mereka pun setuju, hingga ahirnya acara selesai dan Anisa pun di menangkan oleh pria bernomor 12.


Anisa masih lemas dengan mata sedikit mengerjap, kemudian jeruji besi itu pun di buka gemboknya hingga di tuntunlah Anisa kepada pria bernomor 12 tersebut.


"Bawa gadis ini ke kamar lantai 2 nomor 6." perintahnya kepada bodyguardnya.


Sampai di lantai dua dengan kamar nomor 6, Anisa dibawa mereka dan tepat di depan pintu Anisa limbung, hingga suara derit pintu terbuka menampakan lelaki gendut dengan postur pendek, perut buncit serta tahi lalat sebesar telor mata sapi mengiasi pipi kananya, diapun menghisap cerutu dijepitan jari tangan bagian kanan serta memegangi gelas kecil yang sudah di pastikan minuman beralkohol.


"Bawa masuk. cepat !! cepat!!!" perintahnya kepada lelaki di hadapannya.


Rupanya lelaki yang menawar dengan harga tinggi dengan nomor 12 itu adalah kaki tangan pria gendut .


Anisa pun di bawa masuk kedalam kamar nomor 6, setelahnya dia dibaringkan di kursi sofa oleh dua bodyguard yang membawanya.


Tangan jahil pria buncit itupun tak luput membelai wajah dan rambut Anisa, hingga pria itu sadar jikalau bodyguard itu belum keluar dari kamar dan malah memperhatikan tingkahnya.


"Bo_d_oh,!! keluar kalian!!!, mau cari mati!! Kau tidak tahu aku hah!!". Teriaknya.


"Ba-ba-ik, maafkan kami" jawab dua bodyguard itu sambil terbata.


Pintu pun ditutup, tak lupa juga di kunci oleh pria buncit dan pendek itu, kemudian dia pun melancarkan aksinya yang sempat tertunda tadi.


Dia mempermainkan dagu Anisa sambil mencubit hidung Anisa yang mancung, kemudian beralih memegangi bibir Anisa hingga dia berhasil menyatukan bibir mereka, Anisa tak bisa berbuat apa apa tubuhnya lemas bahkan dia tak bisa mengontrol dirinya karna dia telah meminum air beralkohol pemberian Alena yang di campur dengan Narkoba.


Narkoba jenis ini bisa membuat si pemakai mengikuti intruksi orang yang memberikanya, apalagi jikalau narkoba itu tercampur dengan minuman beralkohol maka efeknya akan sangat berbahaya.


Ketika tangan jahil Sigendut memegang ujung gaun Anisa, lalu menariknya hingga terlihat paha mulusnya. Suara pintu di dobrak dengan paksa menghentikan aksinya yang kemudian dengan gerakan cepat kepala Sigendut di pukul memakai botol minuman dan membuatnya tak sadarkan diri dengan darah segar yang mengalir.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2