Gadis Lugu Penakluk Dunia Gangster

Gadis Lugu Penakluk Dunia Gangster
POV LEO 2


__ADS_3

Rumah ini terlalu besar untuk orang yang baru saja keluar dari penjara, bahkan lebih besar dari rumah kami yang dulu, Aku sempat berfikir, benarkah ayah melakukan tindak kejahatan korupsi seperti yang di tuduhkan.


Kedatangan kami di sambut oleh orang berbaju hitam serta tinggi besar, wajah mereka datar tanpa senyuman.


Kim Nana yang berada di sampingku selalu memegang erat ujung bajuku sampai rasanya kerah baju ini mencekik sangking kencangnya tarikan Kim Nana.


Ketika kami masuk kedalam rumah yang besar ini, berdirilah sosok wanita muda berambut pirang di hadapan kami menyambut dengan senyumnya yang lebar.


Sejenak Aku Dan Kim Nana bingung sampai menghentikan langkah kaki kami, sampai ayah berjalan mundur Dan menggandeng tangan kami untuk kemudian bersalaman memperkenalkan diri kepada wanita muda di hadapan kami.


"Ini adalah Rose, dia pemilik rumah ini, sekaligus ibu sambung kalian, panggil dia dengan sebutan ibu juga" ucap ayah lalu terdiam.


Bak di sambar petir di siang bolong, penjelasan ayah meruntuhkan impian anak anaknya, ayah yang ku kira baik Dan setia ternyata dia memilih mendua, meninggalkan ibu yang sudah lemah tak berdaya.


Ada rasa benci menyelimuti, tak berfikir kah wanita itu, mengambil harapan seorang anak akan kembalinya ayah yang selama ini di rindukan.


Mengambil kebahagian wanita lain yang bergelar ibu dari dua orang anak. Dimana hati nuraninya?.


Aku menarik tangan Kim Nana untuk pergi dari rumah besar ini, namun pria tinggi besar itu menghadang kami.


"Tinggallah disini, Aku akan menganggap kalian anakku sendiri, bahkan apa yang kalian minta pasti Aku berikan" Ucap wanita itu sambil mendekat ke arah kami.


"Aku juga akan merawat ibumu, sampai dia sembuh, ku mohon ijinkan Aku menjadi bagian dari kalian" lanjutnya lagi.


Aku Melotot tak percaya, namun langkah kaki wanita itu semakin mendekat


Dia memeluk ku dan Kim Nana dengan penuh kasih sayang, membelai lembut kepala kami, lalu kemudian mengecup kening kami bergantian.


Hingga kulihat di berjongkok mensejajarkan dirinya dengan kami, kulihat buliran bening keluar dari kelopak matanya yang indah.


Lalu dia menghambur memeluk ku dan Kim Nana dengan penuh kasih sayang, membelai lembut kepala kami, lalu kemudian mengecup kening kami bergantian.


Ku lihat ada ketulusan dalam dirinya. Akhirnya kami pun luluh juga dengan sikap lemah lembutnya, Aku dan Nana membalas pelukan nya.


Sudah dua minggu aku dan Kim Nana tinggal di rumah besar ini. Tante Rose sangat baik, bahkan dia menawarkan sekolah termahal dan menjadi favorit di daerah ini.


Ayah memberi kabar kepada kami, bahwa besok pagi ibu sudah di bolehkan pulang oleh dokter.


Aku dan Kim Nana tentu merasa senang, kulihat senyum Tante Rose mengembang tanda ia pun sangat bahagia mendengar kabar itu.


Malam ini pun kami terlalu antusias, sangking senangnya besok dapat bertemu ibu.


Sampai mata ini terlelap mengarungi lautan mimpi indah bersatunya kembali keluarga kita, di tambah tante Rose menjadi bagian dari keluarga kita.


Jam 10 pagi ibu sudah sampai di rumah besar ini di jemput oleh ayah.


Kulihat dia sekarang memakai kursi roda sebagai penopang tubuhnya. Namun ada keanehan yang ku lihat di sana.


Kepala ibu miring ke kanan, tangannya terlihat kaku, dan bibirnya tak seperti biasanya.


'Apa yang dokter lakukan pada ibu kami, sampai bibirnya miring begitu?' batinku.


...****************...

__ADS_1


Kini aku sudah memasuki usia remaja, aku di sekolahkan oleh Ibu Rose di SMA terkenal di soul.


Sedangkan Kim nana baru masuk di Sekolah Tingkat Pertama.


Hari hari hariku rasanya menyenangkan, segala apa yang aku inginkan bisa aku dapatkan. Ibu Rose sangat baik kepadaku apalagi Kim Nana.


Namun, di waktu siang, aku bolos sekolah dengan berpura pura sakit, akhirnya guru memperbolehkan pulang untuk beristirahat di rumah.


Ketika aku menaiki anak tangga, aku mencuri dengar pembicaraan ayah dan Ibu Rose.


Ibu Rose mengancam ayah, jika ayah tak mau melaksanakan perintahnya, ia akan membocorkan sebuah rahasia besar.


"Taehyung!! , kamu harus bisa bekerja sama dengan Tuan Vincent dari italy, untuk apa aku membebaskan kamu dari penjara kalau kamu tidak bisa memberi keuntungan buatku? "


"Iya, Rose. Aku akan berusaha mengambil hati Tuan Vincent, kamu bersabarlah" ucap ayah merayu.


"Heh!! Kamu dengar yah, kalau bukan karna Aku, kalian tidak akan bisa merasakan hidup mewah"


"Iya.. Iya Rose. Aku tahu, Aku pasti akan berusaha lebih keras lagi, oke? "


"Jika kamu gagal, jangan harap, Leo akan menganggap mu sebagai ayah lagi, apalagi hanya dia anak yang tidak di beri marga Kim, seperti Nana".


"Please, Rose. Jangan beritahu Leo yang sebenarnya, sudah yah cukup, percaya saja padaku, Aku akan berusaha semaksimal mungkin"


Aku sudah dewasa untuk mencerna kalimat mereka. Syok!!, sudah pasti.


Apakah benar Aku bukan anak ayah dan ibu karena memang hanya Aku yang tidak bermarga Kim?.


...****************...


Setelah lulus dari SMA, Aku ingin mengistirahatkan otaku, makanya Aku tidak langsung melanjutkan ke perguruan tinggi.


4 tahun Aku hanya bermain, memainkan game di sepanjang hari, sampai ayah terlihat frustasi, namun ibu Rose terlihat biasa saja, dia malah mendukung ala yang menjadi kegiatanku selama ini.


Ketika Kim Nana telah lulus dari SMA, dia mendaftarkan dirinya ke universitas terkemuka di Seoul.


Ada rasa iri terhadapnya. Adik yang dulu selalu Aku lindungi, Aku sayangi fan Aku jaga, rupanya dia telah mengambil paksa kebahagiaan ku.


Kenapa bukan Aku yang menjadi anak kandung ayah dan ibu? .


...****************...


Aku menemui ibu di paviliun belakang, ia tinggal terpisah dengan kami yang tinggal di rumah besar.


Ia masih terbaring lemah di ranjang, badanya semakin kurus, wajah cantiknya dulu kini terlihat pucat, ibu di duga terkena penyakit struk berat. Dia hanya bisa berbaring di sana dengan bantuan infus di tangannya.


Walaupun Aku bukan anak kandungnya, namun Aku amat menyayanginya.


Aku meminta restunya untuk kembali lagi ke dunia pendidikan. Dimana Aku akan masuk ke universitas satu semester dengan Kim nana.


Aku meminta restunya untuk kembali lagi ke dunia pendidikan. Dimana Aku akan masuk ke universitas satu semester dengan Kim nana.


Setelah menemui ibu, tak lupa aku pun meminta izin kepada ayah dan Ibu Rose untuk di bantu agar Aku bisa masuk ke universitas yang sama dengan Kim nana.

__ADS_1


Mereka menyetujuinya, ku lihat ayah sangat senang sekali.


Mungkin dengan begitu di kiranya Aku akan selalu melindungi Kim Nana.


...****************...


Waktu kian berjalan, di satu semester pertama, Aku bisa mengikuti kegiatan belajar dengan baik.


Sampai pada semester kedua, datangnya seorang gadis cantik yang mengalihkan perhatianku, dia adalah gadis dari 10 orang pertukaran pelajar dari indonesia.


Kami memang beda jurusan, namun kadang Aku sengaja datang diam diam hanya untuk melihat senyum dari bibir ranumnya.


Aku jatuh cinta pada pandangan pertama pada gadis indonesia bernama Reina. Dia sangat humble, bahkan bahasa Korea pun Ia kuasai dengan sangat fasih.


Hingga terdengar kabar bahwa Reina gadis cantik asal indonesia menjalin hubungan asmara dengan orang yang aku kenal, dialah Kim nana, adikku sendiri.


Kim Nana tega merebut wanita idaman kakaknya, dari situ aku menjadi semakin membenci Kim Nana.


Bahkan setelah Kim Nana dan Reina meminta restu untuk menikah, bagai di tancap seribu pisau jantung dan hati ini rasanya berhenti, mendengar permohonan mereka.


Setelah pernikahan mereka terlaksana, mereka di karuniai seorang anak perempuan yang cantik seperti ibunya.


Aku dan Kim Nana memang sudah masuk dalam dunia gangster, karena ayah kami adalah ketuanya.


Hingga suatu yang tak terduga, ketika Aku lagi lagi mendengar obrolan ayah di sambungan telepon.


Dia mengajak untuk bekerja sama dengan menukar sebagian wilayah kekuasaan wilayah di soul di barter seorang wanita yang akan menjadi budak seumur hidupnya, dialah Reina, menantunya sendiri.


Ada rasa tak tega sebenarnya, namun biarlah sakit hatiku di bayar dengan ini.


Hingga setelah kabar penculikan Reina, Aku tak sengaja melihat Ibu Rose bersama lelaki tinggi besar pergi mengendarai mobil, sikapnya sungguh mencurigakan.


Akhirnya Aku ikuti dia diam diam.


Aku mengikuti mereka sampai di sebuah pabrik bekas yang terbengkalai .


Aku diam diam mengawasi gerak gerik Ibu Rose. Ketika aku mengintip, kulihat Reina sudah terbaring lemas tak sadarkan diri, dengan sekujur badanya di penuhi luka memar, namun tak ku dapati anaknya di sampingnya.


Aku tak tega melihat wanita yang pernah menempati kasta tertinggi di hati menderita.


Aku langsung masuk dan menggendong Reina ketika mereka dalam keadaan lengah.


Aku bawa Reina ke rumahku yang Aku beli tanpa Ada yang tahu, termasuk ayah dan Ibu Rose.


Aku mencoba membersihkan dan mengobati luka Reina dengan kain kasa, namun tiba tiba dia bangun dan berteriak histeris melihatku.


Terlihat ketakutan, padahal Aku berniat baik padanya. Akhirnya diapun pingsan kembali.


Aku berfikir dari pada Aku menambah masalah lebih baik ku kembalikan Reina pada Kim Nana. Ku taruh saja Reina di depan rumah, gegas ku pergi dengan segera.


Ternyata orang yang terlihat baik di awal, menyimpan sebuah rahasia besar. Dialah ibu Rose, sifat keibuan yang Ia perankan tak lebih dari topeng untuk menutupi dirinya sebagai iblis Gangster ninja hitam.


Dia tega membohongi ayah sekaligus Kim Nana.

__ADS_1


__ADS_2