
Agnes pun masuk kedalam mobil itu seorang diri, sedangkan lelaki tadi masuk ke dalam mobil berikutnya tepat di belakang mobil yang Agnes tumpangi.
Mobil melaju ketempat dimana keindahan yang menjadi ikon kota Paris berada.
Mobil yang di tumpangi Agnes berhenti di tempat parkiran. Panggilan telepon masuk dari lelaki yang tadi ia temui.
"Halo ada a-" ucapnya ter jeda.
"Kamu pergi ke sisi menara!, saya tunggu di sana"
Ucap lelaki di ujung telephone, sambungan telephone pun terputus.
Agnes berjalan sesuai rute yang di tunjukan di chat berlogo warna hijau yang di kirimkan oleh nomor lelaki tadi.
"Indah, bukan?" Tanya lelaki itu tiba tiba setelah Agnes sampai.
"Heem.. Iya.. Iya indah banget menaranya". Ucap Agnes sambil mengatur nafas yang nampak ngos ngosan.
"Hmm.. Menara??? " tanya lelaki itu sampai kening ikut berkerut.
"Lah iya. Tuan Ramzi membawa saya datang kesini untuk melihat manara yang indah ini kan?"
"HA HA HA.. Bukan, Anisa, ups.. Maksudku Agnes" ucap lelaki yang ternyata adalah Ramzi, ia tertawa sambil meminum satu botol kopi yang ia beli di supermarket terdekat.
"Di hadapan ku" lanjut Ramzi lagi.
"Maksud tuan apa? " bingung Agnes.
"Indah nya ciptaan Tuhan, bahkan menara Eiffel tak dapat menandingi keindahannya" jawab Ramzi sambil menatap mata wanita di hadapannya, lengannya pun menyiku lengan Agnes.
Membuat waja cantik Agnes memerah bak kepiting rebus.
Hatinya melambung tinggi, bahkan bukan kupu kupu lagi yang berterbangan, melainkan semut semut kecil yang seakan menggerayangi hatinya. Ada rasa desir menjalar bak sengatan listrik.
Jatuh cinta pada pandangan pertama gadis belia di usianya yang akan menginjak 19 tahun.
Dia lelaki yang umurnya cukup jauh, bahkan perawakannya seumuran dengan ayahnya.
Namun, bukankah cinta tak memandang usia?.
Bukankah, Tuhan menciptakan seseorang yang di dalam dadanya ada sebuah hati untuk bisa merasakan hal yang seperti ini?.
Bahkan Tuhan menciptakan adam dan hawa agar meraka saling melengkapi, walaupun akhirnya mereka terpisah jarak dan waktu, namun Tuhan tak setega itu untuk memisahkan mereka terlalu lama.
Mereka pun di pertemukan kembali dalam ikatan cinta yang semakin besar, akibat rindu yang telah lama bertahta, dan pertemuan adalah obatnya.
__ADS_1
...****************...
Tepat pukul 23.00 malam , Agnes pulang dengan mengendarai mobil semula ia tumpangi.
Namun tuan Ramzi tak terlihat di belakangnya.
Hati Agnes rasanya gundah gulana. Pertemuan tadi seakan membawanya menerobos tujuh langit sampai tata surya, hingga perpisahan seakan menghempaskannya dari ketinggian sampai dasar bumi.
RINDU..
Jelas itu yang sedang gadis muda ini alami, pubertas pertama dalam usianya mengenal cinta.
"Ini titipan dari tuan Ramzi, Nona." Suara supir membangunkan lamunannya akan pertemuan tadi.
Sebuah kotak di bungkus dengan kertas kado berwarna hitam polos dan di hias dengan pita berwarna keemasan, menambah kesan elegan di mata Agnes, diapun menerimanya dengan senang hati.
Kotak itupun di buka dengan senyum mengembang di bibirnya, matanya ikut berbinar, sambil dikiranya menerka nerka isi di dalam kotak tersebut.
Sayangnya, harapannya pupus, setelah melihat bukan cincin permata yang menjadi keinginannya.
Melainkan sebuah kaca mata dan jepit rambut serta secarik kertas bertuliskan dengan tinta emas.
"{Dengan kamu memakainya, artinya aku akan berada di sisimu, selalu}"
Tiba tiba sang sopir menghentikan mobilnya di loby utama hotel manolita tempat dimana Agnes tinggal.
Ketika Agnes akan membuka pintu mobil, namun tangannya di cegat sang sopir, sang sopir membalikan badanya di kursi kemudi, sampai dia membuka topi sebagai penutup kepalanya.
"TARAA!!!! "
Agnes syok sekaligus senang, raut wajahnya tak bisa menutupi rasa bahagianya, bahkan matanya terpancar jelas bagai lampu tembak di taman.
"Iiiiihh Tuan, kenapa pakai menyamar segala, aku sampai benar benar mengira tuan ini supir loh. Dan lagi, kenapa sepanjang perjalanan hanya diam saja" sungut Agnes.
"Aku hanya ingin memastikan, mahluk yang Tuhan ciptakan dengan keindahan di segala sisinya, sampai dengan selamat"
"Ya sudah cepat masuk, nanti orang tua barumu mencari kamu, jangan sampai meraka panik karena putrinya di culik oleh Om Om . HE..HE..HE..Dan jangan lupa di pakai yah" lanjut Ramzi lagi sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Iya tuan" jawab Agnes.
Agnes pun keluar dari mobil dengan perasaan berbunga.
Di tempat lain dua orang sedang kebingungan mencari keberadaan Agnes, dialah Kim Nana dan Reina.
Mereka khawatir, putrinya akan mengalami kejadian 18 tahun lalu yang memisahkan mereka terulang kembali.
__ADS_1
Bodyguard di kerahkan oleh Kim Nana, namun Agnes tak kunjung di temukan, hingga salah satu bodyguard mengirim sebuah foto kepada Kim Nana di aplikasi berwarna hijau tersebut.
Dialah Agnes, dia bersama seorang lelaki paruh baya yang di taksir seumuran dengan dirinya.
Ada rasa kecewa di benak Kim Nana, namun ia tak ingin mengecewakan hati istrinya.
Dia pun mengikuti alur yang Agnes perankan.
Selagi Agnes membawa perubahan yang baik terhadap mental dan psikis Reina, maka ia akan memaafkan tindakan Agnes malam ini.
Walaupun di benaknya ada rasa curiga, ia pun menyuruh Lohan bodyguard kepercayaannya untuk segera mencari tahu sosok Agnes secara diam diam.
...****************...
Di Sebuah kamar tepat di hotel yang sama dengan Kim Nana berada, yaitu hotel manolita Paris, Leo sedang menikmati pemandangan dari kaca jendela, ia pun tersenyum simpul sambil sesekali meneguk jus jeruk yang ada di tangannya.
Ia datang jauh jauh dari Bali ke Paris setelah sambungan telepon yang dengan Kim Nana terputus.
Gegas ia mencari tahu lewat bawahannya, diapun tersenyum penuh kemenangan kala mengetahui titik lokasi Kim Nana berada.
Tujuan utamanya adalah bukan mengikuti Kim Nana, melainkan wanita yang bersama Kim Nana, yaitu Reina. Istri dari adiknya sendiri.
Ada rencana besar apa yang ingin Leo lakukan, kenapa Leo selalu mengikuti Reina.
Apakah sebuah rahasia yang bahkan hanya Leo dan Reina yang tahu?.
Kenapa laki laki tersebut begitu menggilai istri adiknya, sampai ia sengaja dari korea ke Indonesia selain urusan usahanya ternyata ada udang di balik batu.
Leo sengaja menjebloskan dirinya sendiri di sel tahanan di Indonesia selain untuk usahanya ternyata demi bisa melihat istri adiknya, Reina.
Sangat mudah bagi Leo walaupun dia di sel tahanan, bisa menemui Reina di RSJSH walaupun dengan sembunyi sembunyi.
...****************...
"Kamu habis dari mana" tanya Kim Nana mengintrogasi Agnes setelah baru sampai.
Agnes diam, dia tak berani menjawab, bahkan untuk sekedar mengeluarkan suara pun rasanya tenggorokannya kering tercekat.
"A-aku " jawabnya terpotong, kala Reina datang langsung menghambur memeluk Agnes.
"Kamu habis dari mana, anak ibu?" Tanya Reina sambil mengecek seluruh badan Agnes apakah ada yang kurang atau lecet.
"Kamu nggak papa kan nak?, Apa ada yang mengganggumu?, kenapa baru pulang nak?" Tanya Reina beruntun, sambil kedua tangannya menangkupkan wajah Agnes, mencari jawaban dari raut wajah putrinya.
Agnes bingung ingin menjawab apa, diapun menatap ayah dan ibunya bergantian.
__ADS_1