Gadis Lugu Penakluk Dunia Gangster

Gadis Lugu Penakluk Dunia Gangster
BAB 25


__ADS_3

Tepat di hari weekend, minggu pagi Agnes di ajak oleh Ibunya untuk berziarah ke tempat neneknya, kedua orang tua Reina yang sudah meninggal dunia.


Ketika di pertengahan jalan, mobil yang Agnes dan Reina tumpangi di cegat oleh seseorang dengan topeng yang memenuhi wajah mereka.


Agnes yang sudah belajar bela diri tentu berusaha melawan Lima orang yang menyerang mobil mereka. Namun sayangnya komplotan tersebut masing masing memegang senjata api.


Naas sang supir meninggal di tempat dengan luka tem-bak tepat di kepala.


Agnes berusaha melarikan diri dengan menarik lengan ibunya, namun komplotan itu langsung mencegat keduanya, mereka menghadang Agnes dan ibunya.


Salah satu di antara komplotan itu menembakan senjata laras panjang nya ke udara, mereka menggertak Agnes dan ibunya agar patuh dan tidak melarikan diri lagi.


Demi keselamatan bersama, akhirnya Agnes dan ibunya mengikuti permainan mereka, Agnes dan ibunya pun masuk kedalam mobil yang di tumpangi komplotan tadi.


Di sebuah kamar dengan designnya yang mewah, Kim Nana baru bangun dari tidurnya, ia segera mencari benda pipih berbentuk persegi panjang dengan layar yang bisa di tekuk, ia pun segera mencari kontak nama Agnes, karena ketika tadi Reina dan Agnes pamit namun kim Nana masih setengah sadar karena baru saja tertidur.


Sayangnya, panggilan dari Kim Nana tidak mendapat jawaban dari sang pemilik nomor tersebut. Kim Nana pun menghubungi supir yang mengantar mereka, namun tak ada jawaban juga darinya.


Kim Nana memanggil bawahannya untuk mencari Agnes dan Reina, karena kim Nana sudah merasa ada yang janggal. Tidak ada kabar dari Agnes dan Reina membuat kim Nana semakin khawatir.


...****************...


"Bos, kita apakan kedua perempuan ini" tanya seorang pria salah satu komplotan yang masih memakai topeng.


"Tunggu instruksi dari aku, jangan sampai kita lengah, jaga kedua perempuan ini sampai Tuan besar nanti datang" ucap pria yang di duga ketua dari komplotan.


"Baik" jawab mereka serempak.


Satu jam mereka menunggu di sebuah markas rahasia, akhirnya orang yang di tunggu tunggu datang juga.


Agnes dan Reina mereka saling menguatkan, dengan tubuh mereka yang di dekatkan agar mengurangi rasa takut yang menyeruak.


"Hello, apa kabar cantik? " sapa dua wanita yang baru datang dengan pakaian casual nya.


Mata Agnes samar melihat wajah orang yang di hadapannya. Hingga ia melihat dua orang wanita yang ia pernah temui dan salah satunya pernah dekat, dialah Alice ibu dari Ana mariana keponakan tuan Ramzi dan satu lagi adalah, Mbak Lala, partnernya dulu dalam mode penyamaran.


"M-a a-a!! " teriak Agnes dengan mulut yang tersumpal.

__ADS_1


Niat hati ingin mengatakan mbak lala yang keluar dari mulut tak sejalan.


"Hai.. Kita berjumpa lagi Anisa!!! " ucap mbak Lala.


Wajah Reina langsung menghadapi ke Agnes, Reina kaget dengan apa yang di katakan oleh wanita di hadapannya.


"NYONYA REINA YANG TERHORMAT!! HA.. HA.. HA.. " mereka saling tertawa mengejek, bahkan suara tawa mereka menggema di setiap sudut.


"Apa kamu mengenal wanita yang ada di sampingmu, wahai Nyonya Reina? ".


Mata Agnes memerah, ia menahan semua amarah. Memang betul awalnya Agnes adalah Anisa, dia menyamar guna melancarkan aksi balas dendamnya untuk nenek tercintanya, dalam mode penyamaran sebagai Agnes, Agnes sadar dia telah membohongi pasangan suami istri yang telah menganggap nya anak.


Hingga faktanya, kim Nana, ayah dari Agnes diam diam melakukan tes DNA, dan hasilnya Agnes atau Anisa memang anak dari kim Nana dan Reina.


Sayangnya, Reina tak mengetahui awal ceritanya sampai fakta dari hasil tes DNA.


Yang di takutkan Agnes adalah Reina termakan omongan Lala dan membenci Agnes, dia tak ingin di benci oleh orang tersayangnya, yaitu ibunya sendiri.


"Wanita yang di sampingmu itu, bukan anakmu, kamu di tipu!! DI TIPU!! " Ucap lala.


Mata Agnes melotot , dia tak ingin ibunya penyakitnya kumat. Agnes pun mencoba memberi isyarat agar Reina percaya, dia menggeleng gelengkan kepalanya agar Reina tak perlu mendengarkan apa yang di katakan mbak lala.


Mengetahui bahwa Reina itu lemah, akhirnya mbak lala membuka sumpal kain dan ikatan di tangan dan kaki Reina.


Dia pun memberikan sebuah surat dan dokumen.


Itu adalah surat perjanjian antara Anisa yang setuju untuk menyamar menjadi Agnes, serta ada dokumen berupa Kartu keluarga dan KTP milik Agnes yang disitu tertera nama adalah Anisa Rahma.


Ketakutan Agnes benar benar terjadi. Reina seketika langsung berteriak dan menjambak jambak rambutnya sendiri. Reina menangis tak lama langsung tertawa.


Pemandangan tersebut membuat Agnes semakin terluka, dengan teganya mbak Lala membuat penyakit ibunya kambuh. Dengan tangan yang mengepal, Agnes berteriak ke arah mbak Lala.


Bila tangan dan kakinya tak terikat, mungkin dia sudah berusaha mengh-abisi mbak Lala dengan kedua tangannya sendiri.


"Ayo tinggalkan mereka, biarkan wanita gi-la itu semakin gi-la dengan melihat faktanya, HA HA HA" mbak Lala dan alice pun meninggal kan tempat itu, tiga orang komplotan itupun ikut keluar mengikuti mbak Lala.


Namun tak di sangka sangka, tiba tiba Reina melepaskan ikatan demi ikatan yang ada di tangan dan kaki Agnes, Agnes sempat melongo tak percaya, ia mengira penyakit ibunya kambuh karena bukti yang di berikan oleh mbak Lala.

__ADS_1


Mereka pun saling berpelukan, Agnes dan Reina mengendap endap berusaha melarikan diri.


"Ceklek" suara pintu terbuka, mereka bersyukur pintunya tak terkunci.


PR mereka adalah mencari jalan keluar dari markas ini. Dan lagi lagi merek berhasil melewati di setiap sisi markas dengan sangat mudah.


Di depan layar seorang lelaki sedang tertawa terbahak bahak, melihat dua orang wanita yang mengendap endap mencari jalan keluar.


'Mereka pikir, dewi fortuna berpihak padanya, dengan tidak ada yang menjaga di setiap sudut, Padahal ini sebagian dari rencanaku, HA HA HA" gumam lelaki yang masih mengamati gerakan dia wanita itu, siapa lagi kalau bukan Ramzi.


'Pembalasan dendam ku akan segera kau bayar kim nana,' ucapnya lagi sambil meremas bolpoin yang kemudian patah.


Reina dan Agnes berhasil keluar dari markas gangster Beruang putih, dia pun berusaha lari, namun sebelum berlari, ia melihat ponselnya yang terletak di bawah meja, dia pun mengambil nya dan berusaha menghubungi kim nana.


Sambungan telpon pun terjawab, Agnes segera memberi tahu keberadaanya sekarang, dia pun langsung men Share Lokasi saat ini kepada ayahnya.


Ayahnya pun datang dengan membawa 20 bodyguard termasuk Lohan, orang kepercayaan nya.


Mereka tidak tahu bahwa kedatangan mereka adalah rencana dari Ramzi.


Setelah satu jam perjalanan Kim nana menemukan lokasi yang di kirim oleh Anaknya.


Ketika dia memasuki wilayah tersebut, dia merasakan ada yang tidak beres. enam mobilnya di kepung oleh Laki laki bertubuh tinggi dengan jumlah yang sangat banyak.


Mereka pun turun dari mobil, namun tak di sangka, ternyata Agnes dan Reina sudah tertangkap dan ada di tangan beruang putih.


Kim nana mencoba bernegosiasi, namun negosiasi pun gagal.


Sampai seorang lelaki yang sudah banyak merubah bentuk wajahnya melalui operasi, datang dengan senyum yang mengembang.


Dialah Ramzi, laki laki yang dulu cintanya di tolak oleh kim nana. Dan kini ia ingin membalaskan dendamnya.


Baku han-tam pun tak terelakan, di saat beruang putih lengah, Lohan mencoba membebaskan Reina dan Agnes. Merekapun berlari menjauh, karena instruksi dari kim nana.


Suara tembakan beruntun tak henti henti. Sampai akhirnya ketika Agnes melihat ke arah belakang, dia melihat dengan kepalanya sendiri Kim nana tertembak.


Ayah yang 18 tahun terpisah dan baru saja ia merasakan kebersamaan namun harus terpisah lagi dengan kematian, Kim nana tertembak oleh Ramzi, pria yang ada di hati Agnes, cinta pertamanya.

__ADS_1


Agnes tertegun, namun lengan tangannya di tarik paksa oleh Lohan untuk melanjutkan berlari menjauh dari zona musuh.


Hatinya terluka, ketika orang yang amat ia cintai, orang yang ia anggap baik hati, dengan tega membunuh ayahnya dengan memancing menggunakan dirinya.


__ADS_2