
Hatinya terluka, ketika orang yang amat ia cintai, orang yang ia anggap baik hati, dengan tega membunuh ayahnya dengan memancing menggunakan dirinya.
Dalam pelariannya,air matanya tak henti hentinya mengalir membasahi baju yang ia kenakan, baju yang basar karena airmata bercampur dengan keringat.
Dalam pelariannya Agnes menangis tersedu, hatinya merasa sakit yang teramat. Ketika ia baru menemukan keluarga aslinya namun Tuhan begitu tega memisahkan seorang anak dengan ayahnya, apalagi ayahnya mati di tangan seseorang yang ia anggap dewa penolongnya.
Nyatanya orang yang ia anggap bak malaikat, malah tega merampas paksa kebahagiannya yang baru ia rasakan. Tuan Ramzi yang dianggapnya baik bahkan hati dan kepala Agnes di penuhi bunga bunga yang bermekaran karena perlakuan Ramzi yang begitu membuatnya jatuh hati.
Sayangnya itu hanya semu, kebaikan yang tuan Ramzi berikan semua itu palsu, entah apa alasan di balik itu semua, namun menurut Agnes Ramzi sudah amat keterlaluan. Diapun berjanji dalam dirinya sendiri akan membalaskan dendam atas kematian ayahnya.
"Kita istirahat dulu di sini, aku lelah, Lohan" ucap reina sambil ngos ngosan setelah sekian lama berlari.
"Baiklah nyonya" jawab Lohan sambil melirik ke arah Agnes yang tak henti hentinya menangis.
"Kamu kenapa nak?, Kamu ketakutan yah sayang? , ibu akan menjaga kamu nak, sudah jangan menangis yah nak? " ucap Reina lalu memeluk Agnes erat, tangis Agnes semakin pecah, karena sang ibu tidak tahu bahwa suaminya telah tertembak.
Agnes tidak sanggup untuk mengatakan ayahnya telah ma-ti kepada ibunya, ia takut ibunya akan tambah tertekan dan psikisnya akan kumat.
"Aku baik baik saja ibu, ibu jangan khawatir yah, kita akan berjuang bersama pergi dari kejaran mereka" bohong Agnes, padahal ia amat tertekan dengan perasaan yang sekarang. Agnes masih tidak percaya akan apa yang di lihatnya tadi.
Lohan yang tahu peristiwa bosnya tertembak pun ikut bungkam, ia tak ingin istri bosnya semakin terluka hatinya, dalam hati Lohan pun merasa sakit yang teramat, orang yang berjasa dalam hidupnya, mengangkatnya dari lembah derita, kini pergi meregang nyawa. air matanya pun ikut luruh, namun segera ia hapus, ia tak ingin terlihat lemah di hadapan dua wanita di depannya.
__ADS_1
"Nak??.. Ibu percaya, bahwa kamu anak ibu, ayah sudah mengatakan semuanya, tadi ibu hanya ber acting supaya mereka menganggap ibu gi-la nyatanya acting ibu berhasil, iya kan? He.. He.. He.." tawa Reina untuk menghibur.
"He.. He.. He" tawa Agnes dengan tirta alam yang tak hentinya mengalir. Di sampingnya, Lohan hanya tersenyum melihat hubungan ibu dan anak yang semakin erat.
"Ngomong ngomong apa kalian tidak haus?, ayo kita lanjutkan perjalanan, siapa tahu di jalan kita menemukan sungai atau buah untuk kita makan" ujar Lohan.
Lohan tak ingin berlama lama di tempat ini, yang di takutkan Lohan adalah mereka akan semakin dekat bila Lohan, Agnes dan nyonya Reina tak segera melanjutkan perjalanan.
Akhirnya Agnes mengiyakan untuk segera melanjutkan perjalanannya. Mereka harus keluar dari wilayah markas Beruang putih.
Dengan keterampilan dan cara berpikir Lohan yang sudah amat mengenal situasi alam, akhirnya mereka menemukan sungai.
Setelah mereka mengisi perut mereka walaupun hanya dengan air, mereka langsung melanjutkan perjalanan, di sana Mereka lega karena telah melewati wilayah kekuasaan Beruang putih, setelah menemukan beberapa rumah warga.
Ketiga orang itu di suguhi minuman dan makanan berupa ubi dan singkong rebus.
Agnes, Reina dan Lohan amat bersyukur, karena mereka lepas dari kejaran Beruang putih, dan bertemu dengan orang orang yang baik.
Di pedesaan dengan hamparan sawah yang luas, serta bukit bukit tinggi dengan semilir angin yang berhembus menunjukan sangatlah asri desa ini, bagaikan negri di atas awan, dan pemandangan bak surga yang tersembunyi di sudut bumi.
Di tambah para warganya ramah saling menyapa, Bahkan tumbuhan yang mereka tanam di tanah surga ini, hasil panennya sangat melimpah ruah.
__ADS_1
Berkah dari Tuhan yang tak keliru memerintahkan Malaikat Mikail yang bertugas memberi rizqi kepada seluruh umat manusia keturunan adam dan hawa.
Sehingga semua manusia di beri rizqi sesuai takarannya, selagi hambanya mau berusaha dan berdoa, pasti akan di kabulkan sesuai gilirannya.
...****************...
Tiga hari sudah mereka bertiga singgah di padepokan ki Agung. Bahkan ketika sesi latihan silat, Lohan selalu iku serta dalam pelatihan yang di ajarkan oleh Ki Agung sendiri.
Sampai akhirnya Agnes, lohan serta Reina ingin pamit pulang ke kota. Namun Ki Agung menawarkan supaya mereka tetap tinggal, melihat Lohan yang gigih berlatih serta cepat tanggap dalam setiap sesi latihan berlangsung, Ki Agung ingin melatih Lohan secara khusus, guna mewariskan ilmunya.
Agnes yang melihat ada kesempatan besar untuk Lohan dan dirinya, langsung menunda kepulangannya. Agnes pun meminta pada ki Agung langsung untuk melatihnya agar Agnes bisa menguasai ilmu bela diri yang di ajarkan Ki Agung.
"Tanpa senjata, kalian pun bisa melumpuhkan lawan dengan Menyentuh titik syaraf bagian tertentu" ucap Ki Agung ketika sesi pelatihan khusus yang terdiri dari dua orang, yaitu Agnes dan Lohan.
Mereka benar benar mengikuti arahan Ki Agung, siang malam seakan tanpa jeda mereka selalu berlatih, Agnes pun bisa menyeimbangi gerakan ki Agung, bahkan Agnes lebih unggul di banding Lohan. Darah gangster yang mengalir dalam dirinya membuat dirinya semakin kuat, di tambah dendam dalam hatinya, menjadi penyemangat yang tak pernah padam dalam melatih kemampuan bela dirinya.
Hingga di Tengah malam, Ki Agung menyuruh Agnes untuk bertapa, menyempurnakan ilmu kebatinannya, dan mewariskan ilmu yang selama ini ki Agung simpan, menunggu sampai ada orang yang ia percaya dapat mewarisinya.
Agnes harus peka terhadap suara angin, api, serta air. Bahkan sebelum daun yang gugur dari rantingnya ia sudah mahir memperhitungkan dalam algoritma ilmu alam yang ia pelajari.
Tepat di seratus hari Agnes dan Lohan berlatih, Lohan yang masih selalu setia dengan Kim nana sudah tentu ia pun akan patuh dan setia terhadap keturunan kim nana. Lohan akan berusaha keras mendapatkan kedudukan untuk Agnes di Gangster Ninja Hitam. Bahkan dia berniat menjadikan Agnes Big bosnya, setara dengan Leo.
__ADS_1
Mereka bertiga pun pamit pulang ke kota, mengagendakan misi misi yang akan mereka lakukan selanjutnya tanpa kim nana. Reina yang belum mengetahui rahasia bahwa suaminya telah meninggal sudah sangat menantikan pertemuannya dengan sang suami tercinta.