
Anisa kemudian di gendong oleh lelaki misterius itu, setengah berlari dia membawa Anisa agar tidak tertangkap oleh bodyguard Mamih evelyn, dia berani mempertaruhkan nyawanya demi Anisa, menyerobot masuk dan melewati 4 orang yang di tugaskan menjaga keamanan rumah ini, rumah yang di namai castil oleh pemiliknya yaitu Mamih Evelyn.
Dengan cara menyamar dia mengelabui pihak keamanan rumah ini memakai setelan jas dan kumis palsu hingga parasnya terlihat lebih tua dari umur yang sebenarnya.
Lelaki misterius ini berhasil membawa Anisa pergi meninggalkan tempat terkutuk ini, dengan mengendarai mobil avanza berwarna putih, tempat yang utama dia tuju adalah rumah sakit yang terdekat.
Namun sayang beribu sayang mobil yang mereka tumpangi di buntuti oleh mobil hitam yang tak jauh dari jarak mereka, mobil hitam itu melaju dengan kecepatan tinggi, kemudian menyusul dan melewati mobil mereka hingga ahir nya mobil hitam itu memblokade jalur mereka dan berhenti tepat di depan mobil yang mereka tumpangi.
Empat orang tinggi besar keluar dari mobil tersebut dan di pastikan mereka adalah bodyguard Mamih, langkah bodyguard itu semakin mendekat hingga sampailah bodyguard itu di tempat mobil mereka terhenti. Bodyguard memaksa untuk membuka pintu mobil dengan menggedor gedor kaca depan dan samping, hingga pemiliknya pun keluar menampakan dirinya, dia pun membuka semua penyamaran nya termasuk Kumis yang bertengger menghiasi bawah hidungnya.
Hingga ahir nya mobil Alphard berwarna abu abu pun mendekat, ketika pintu mobil terbuka munculah sosok wanita yang di duga Mamih Evelyn. Langkah kakinya cepat dan semakin mendekat sepatu berhak tinggi pun mengeluarkan bunyi seirama dengan langkahnya, hingga ahir nya tamparan keras di pipi kiri milik lelaki misterus itu pun tak ter elakan.
"Bo-d-oh!!" Teriaknya.
"Kenapa kamu ikut campur masalah Mamih, sudah mamih bilang jangan ikut campur masalah bisnis mamih apalagi tentang Anisa. " kata Mamih Evelyn dengan lantang.
"Maafkan Fahmi Mih, Fahmi tak bisa menuruti permintaan amamih apalagi tentang Anisa, Fahmi ngga bisa Mih"
__ADS_1
"Kamu ingat perbuatan kamu 3 tahun lalu,??.. Sadar Fahmi!!, Kamu menolong Anisa dan neneknya dengan rela menjebloskan Mamih ke penjara. Aku ini ibumu, orang yang melahirkan mu, jangan durhaka dengan melawan mamih kamu, Fahmi !!."
"A-ak-u bukan bermaksud melawan Mamih , tapi Neneknya Anisa lah yang menolongku dari kejaran Gangster Ninja hitam itu.".
" Halah..! tidak mungkin seorang nenek nenek bisa membantumu apalagi melawan gangster Ninja hitam, memang Mamih bo-do-h bisa kau tipu".
"Neneknya Anisa bukan melawan Gangster itu Mih, tapi dia membantuku bersembunyi, hingga dia mempertaruhkan nyawanya pada saat Gangster Ninja hitam bertanya padanya tentang keberadaan ku yang sedang bersembunyi di balik pohon besar". Terang Fahmi.
"Bahkan neneknya Anisa bisa saja memilih memberitahu keberadaan ku kepada mereka, hingga mamih bakalan kehilangan anak mamih ini, jika bukan karna neneknya Anisa, pasti fahmi sudah tak ada di dunia ini lagi mih".lanjutnya.
...****************...
Cinta pada pandangan pertama orang orang sering menyebutnya.
Obsesinya pada Anisa membuat Fahmi melawan ibunya diam diam, diapun kerap kali berbohong jika di tanya mamih nya kejadian 3 tahun silam, dia selalu menutupi bahwa bukan dia yang melaporkan bisnis prostitusi mamih nya, melainkan Gangster Ninja hitam musuh bebuyutan nya. Fahmi menyebut nama gangster Ninja hitam agar ibunya percaya bahwa Fahmi tak sejahat itu menjebloskannya ke dalam jeruji besi padahal faktanya anaknya sendirilah yang bertindak demikian. Bahkan bukan hanya bisnis prostitusi Mamih nya yang ditutup , Bisnis narkoba Om Toni pun ikut kena imbasnya. Usaha om Toni yang di gelutinya selama 10 tahun berkecimpung di dunia itupun tak luput dari kejaran polisi, hingga dia memohon pada neneknya untuk di bebaskan dengan menebusnya datang ke kantor polisi dan membawa sejumkah uang, di situlah awal kejadian mbok Darsih meminjam uang di juragan Basir, menjadikan mbok Darsih dan juga Anisa di kejar kejar hutang serta bunganya yang semakin membesar.
Fahmi mendekat ke ranjang di mana Anisa terlelap. Ketika telapak tangannya menyentuh dahi Anisa, seketika itu dia panik karna bukan hanya dahinya saja yang panas bahkan badan Anisa pun panas, menandakan bahwa sang pemilik tubuh itu terkena demam.
__ADS_1
Dia buru buru berlari ke dapur mengambil baskom dan waslap serta air hangat untuk mengompres Anisa, tak lupa juga mencari kotak P3K kemudian mengambil obat paracetamol dan kembali lagi ke kamar tempat Anisa beristirahat.
Fahmi dengan telaten mengompres dahi Anisa, serta area lipatan lipatan seperti di leher dan bagian ketiak, itu yang iya tahu dengan mencari informasi pertolongan pertama ketika demam di google, sebenarnya masih ada area lipatan yang lain yang belum terjangkau oleh waslap, namun Fahmi tak ingin menjadikan dirinya berkesan kurang ajar di depan Anisa, jika Anisa kemudian sadar dan mengetahui Fahmi telah mengompres di bagian yang lain selain dahinya maka Anisa akan membencinya, Fahmi tak mau seperti itu, yang Fahmi inginkan adalah mendekati Anisa dengan baik baik dan perlahan agar bisa memiliki wanita yang berparas cantik itu dengan utuh.
Fahmi menepuk nepuk bagus Anisa, itulah cara Fahmi membangunkan Anisa untuk memakan sendiri roti untuk meminum obat, namun Bukanya sadar badan Anisa malah lemas bak tak bertulang, panasnya pun naik di susul badan Anisa mengejang hebat, mulutnya pun mengeluarkan busa.
Gegas Fahmi mengambil kunci mobil di meja kemudian membopong Anisa menuju mobil Avanza miliknya, hingga akhirnya mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi sambil tangan kiri Fahmi terus memegangi tangan Anisa sedangkan tangan kanannya memegangi kemudinya.
Dia panik bukan kepalang sampai tak memperhatikan jalanan dan kecelakaan terjadi, mobil yang mereka tumpangi hampir menabrak bapak bapak tua membawa gerobak, ia pun keluar dari mobil dan memaki si bapak tua namun naas, dia malah di keroyok warga karna bukanya bertanggung jawab atas perbuatanya yg menabrak si bapak tua, mengakibatkan dengkul kaki dan tangan si bapak tua terluka , dia malah memaki makinya.
Kericuhan terjadi warga yang melihat kejadian tadi geram terhadap kelakuan Fahmi, pukulan di wajahnya pun ia dapatkan sampai bibirnya terluka.
Kemacetan terjadi akibat ulah mereka yang main hakim sendiri, di balik Mobil sport warna merah ada seorang lelaki yang menunggu berakhirnya kericuhan itu karna ada hal penting yang harus dia selesaikan di tempat yang di tuju, diapun melihat jam melingkar di tangannya menunjukan jarum jam di angka 9 malam, hingga ia pun turun dari mobil dan melihat kericuhan itu, diapun melerai dan membantu Fahmi menyelesaikan masalahnya dengan Bapak tua dan para warga.
Fahmi pun mengucapkan banyak banyak terimakasih lalu melajukan mobilnya hingga si pria itu memperhatikan ada gadis di samping Fahmi.
'Anisa' . Gumam laki laki itu..
__ADS_1
Dia pun mengikuti mobil Fahmi tanpa memeperdulikan tujuan utamanya sebelumnya.
...****************...