GAERAH CINTA

GAERAH CINTA
1. Pernikahan


__ADS_3

Cayaha Wijaya (Aya) - 25thn. cewe sederhana, baik, cukup cantik, sabar, pandai setidaknya dalam mengatasi dan memanfaatkan hampir tiap keadaan yg dihadapinya. Posthink motto hidupnya.



Ravier Erlangga (vier) - 27thn. Pengusaha sukses, tampan, pendiam tapi bikin adem gitu kalo diliat..ga ada tampang galak sama sekali soalnya.



 


Tiga hari sebelum pernikahan digelar. Aya tampak sibuk bersama Wo dibantu mama Irene dan papa Indra, mereka orang tua vier. Orang Tua Aya sudah meninggal sejak 2thn yang lalu. Mereka memastikan untuk semua kesiapan acara pernikahannya. Dari taman, dekorasi, ritual pemberkatan, undangan yg memang hanya tertentu, makanan, fotografer dll.





Yang sejak awal sudah sepakati bahwa tidak ada pesta besar dan mewah untuk pernikahan Aya dan vier. karna memang itu syarat yang di berikan vier untuk setuju menerima pernikahannya.


*


Sebulan lalu "Ya sudah lah ma, pa aku terima pernikahan ini tapi jangan harap akan ada pesta besar atau pun mewah ya. cukup pemberkatan saja dan undang keluarga saja." kata vier sambil melangkah masuk kekamar tidurnya.


Ga apapa yang penting nikah vier batin mama Irene sambil senyum udah ga sabar. Papa Indra hanya anggukkan kepala tapi raut wajahnya ga kalah senang dengan istrinya.


*

__ADS_1


Drrrrrt drrrrrt


Aya masih posisi tidur mata terpejam tapi tangannya bergerak meraih hp nya, dia melirik melihat jam tertera 06.00 pagi.


Dengan posisi masih terlentang Aya mengangkat kaki nya untuk menendang nendang selimut yg menutupi tubuhnya, sampai selimut itu di bawah kakinya. Memperlihatkan tubuh Aya yg hanya dibalut atasan tipis tanpa lengan dan celana dalam saja. otomatis memperlihat tonjolan kecil dari buah dadanya karna dia terbiasa tidur tanpa bra.


Aya menggeliatkan tubuhnya lalu membuka pesan yg masuk melalui pesan wa dari mama irene. "Pagi udah bangun sayang, siap2 ya nanti mama jemput untuk kesalon ,,,😘"


*


Dikamar dirumah vier sendiri masih lelap tidur karna semalam dia masih lebur dengan pekerjaanya. Lagian buat pria ga yang terlalu ribet harus dandan lama, jadi masih ada banyak waktu buat vier bersantai.


Vier tidak tinggal dirumah orang tuanya, karna dia sudah memiliki rumah sendiri. dan art tidak ada yg menginap mrk datang jam 9 pagi dan pulang jam 5 sore. jadi cukup bebas buat vier untuk rutinitas malam dan paginya.


Bibi Ina segera menuju kamar vier setelah dia datang karna jam sudah menunjuk angka 9 dan Vier belum terlihat.


"Tuan apa tuan sudah bangun .... tuan vier" bi Ina menunggu jawaban dari dalam, dan karna lama belum juga ada jawaban, bi Ina pun berkata lagi. "Tuan vier ... Tuan sudah jam 9 lewat tuan, maaf sepertinya tuan harus bersiap siap"


10menit berlalu baru kemudian terdengar suara jawaban dengan khas bangun tidur ,"iya ya aku bangun." kata vier masih malas dan masih telanjang dada dan hanya menggunakan boxer dia beranjak ke kamar mandi.


*


Matahari semakin memancarkan terangnya, buktikan hari semakin siang, waktu acara pernikahan pun tiba.


Satu demi satu rentetan pernikahan dilangsungkan. Para tamu undangan bangkit berdiri disamping kanan kiri, dengan diiringi lagu ' Beautiful in White' milik Westlife, kedua pempelai berjalan menuju altar yang sudah dipersiapkan ditaman untuk mengucapkan janji nikah.


Setelah seorang Pastor meresmikan pernikahan, ciuman mesra pun dilangsungkan.

__ADS_1


"Rasa apa coba yang harus aku nikmati , cium ,hwwgh, cium mesra dengan orang ga aku cinta" dengan perasaan kesal vier berkata dalam hati tapi tetap dengan raut wajah sedikit tersenyum yg dipaksakan.


"Tuhan apa ini perasaan apa yg harus aku ungkapkan,senangkah, kecewakah." dalam hati Aya pun berkata , sembari dia memberanikan diri menatap sang suami yg ada dihadapannya, kembali dia membisikan pada diri sendiri "Biarlah cinta itu tumbuh, bersemayam dalam hatiku, bagaimana pun pernikahan sudah terjadi, ijinkan aku Tuhan memulai mencintainya dari sekarang." senyum Aya pun tulus di tunjukan.


*


Acara pernikahan sudah selesai , Aya dan Vier pun sudah sampai, dirumah Vier yang akan ditempati mereka berdua untuk selanjutnya.


Sampainya dikamar Vier langsung menuju ke kamar mandi, dia udah berasa gerah karna keringat saat acara tadi. Aya duduk didepan meja riasnya dan mulai menanggalkan satu satu asesoris yang dikenakan, juga menghapus riasan dari wajah aya.


Vier keluar dari kamar mandi dengan celana boxer saja dan handuk untuk mengeringkan rambut basahnya. Dengan santainya jalan lalu duduk diujung tempat tidur. "aku ada janji dengan teman-teman, kamu ga perlu tunggu, aku ga tau jam brapa pulang."


Mata Aya tak berkedip melihat sang suami,.menelan Saliva nya,.sampai-sampai dia tidak memperhatikan apa yg diucapkan Vier.,sibuk dengan pikirannya sendiri "waah beneran ni dia suami aku.... waah mau mau"


sepertinya hati Aya mulai ada rasa, entah Aya sendiri bingung. sadar dia menggelengkan kepala mengingatkan diri "cih ,dari sikap suamiku aja udah jelas dia ga cinta sama aku".


Vier yang merasa berkata nya belum direspon akhirnya memalingkan kepala dimana Aya berada. otomatis Vier melihat tingkah Aya, Vier mengeluarkan senyuman smirk yg hampir tak terlihat bahkan oleh Aya. "kamu dengar ga aku ngomong."


"a..apa..o...ohh itu ..iya" jawab aya yang sebenernya ga tau tapi tidak ingin menambah malu dirinya kalo harus meminta Vier mengulang perkataannya.


.


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca dari cerita pertama yang ku buat ini. Aku harap kalian suka. kritik dan saran aku tunggu ya. Dan aku harapkan banget dukungan dari para Reader dengan kasih like nya ^-° biar aku juga semangat nih. sekali lagi thank you


__ADS_2