GAERAH CINTA

GAERAH CINTA
11. Alasan


__ADS_3

Aya berdiri didepan cermin memandang tubuhnya memantaskan diri dengan pakaian dan membenahi riasannya. Di Rasa penampilan dirinya sudah cukup baik, ayapun melangkah kembali turun tak lupa membawa tas kerjanya.


Merasa ada yang aneh dibenaknya 'dari tadi sepertinya aku belum melihat Vier bersiap-siap untuk kekantor hari ini.' ragu Aya melangkahkan kaki nya untuk mencari keberadaan vier


Aya meletakkan kembali tasnya di sofa di ruang tamu, lalu Aya menuju ke meja makan. Terlihat Vier yang belum juga beranjak sedari tadi dari tempat duduknya sambil membaca surat kabar yang kali ini benar-benar ia baca.


" Vier sudah hampir jam delapan, apa kamu tidak akan bersiap-siap untuk berangkat ke kantormu." selidik Aya yang ikut duduk dihadapan Vier.


"Tidak untuk hari ini, aku ingin dirumah." menaikkan alisnya Aya keheranan, karena tak biasanya Vier betah dirumah.


"Apa kamu sakit Vier." buru-buru Aya meletakkan tangannya di kening vier memastikan apakah Vier demam atau tidak.


"aku sungguh-sungguh tak mengharapkan mu sakit dengan ucapanku tadi... yang menaruh obat pencuci perut Vier, aku tidak melakukannya,,sungguh! Jadi katakan pada ku dimana kau merasakan sakitnya, karna kau juga tidak demam." perasaan bersalah tampak di wajah aya


"Apa perlu alasan untuk aku ingin tetap dirumah ku sendiri,, dasar bodoh." kesal Vier sambil menatap Aya . "Dan kamu jangan pergi-pergi hari ini tetaplah dirumah." mengintip raut wajah Aya dari balik koran yang sedang dibacanya sedari tadi.


'iiiih menyebalkan sekali satu orang ini, kalo ga inget kamu suami udah aku lempar ke angkasa deh tuh.' matanya menatap sebal pada Vier.


"Apa , jangan suka menggerutu dalam hati, lagian kamu istri ya harus tanggung jawab penuh bila suami dirumah'" liat wajah Aya yang sedang mencerna , tepatnya tidak terlalu yakin dengan ucapan Vier. takut hanya halu nya saja.


'Wah beneran sakit sepertinya Vier, Tapi kurasa otak nya yang sakit, liat saja barusan menyebutku istri.' wajah Aya merona karena cukup senang mendengar apa yang diucapkan Vier barusan.


"Tidak, tidak suamiku aku mana mungkin menggerutu, iya iya aku tidak akan melupakan tanggung jawabku sebagai seorang istri" Aya sedang mengulang perkataan Vier , mencoba mempertegas kembali ucapan vier yang takut karna hanya merupakan kesalahan dari ucap vier tentang suami istri.


"Kamu belum mandi, segeralah mandi, bau keringatmu sudah mulai memenuhi ruang ini. apa perlu aku bertanggung jawab untuk memandikan mu juga." Vier tertegun mendengar perkataan dari istrinya

__ADS_1


"Kamu... aku menyuruhmu dirumah bukan untuk menggoda ku. Tidak tau malu." bangkit berdiri menuju kamar dan mandi.


"Siapa yang menggoda mu aku hanya asal berbicara. kamu suruh pun aku tak akan mau". protes Aya membela dirinya


'Merusak jadwal ku saja si Vier, kenapa tiba-tiba dia ingin dirumah. iya ga perlu alasan tapi ya ga mendadak dangdut ginikan. jadwal ku berantakan semua gara-gara dia' dengan muka cemberutnya yang di pancarkan dari wajah aya.


Memang sejak awal pernikahan Vier Tak pernah ikut campur urusan yang bersangkutan dengan Aya. bukan saja karna hati Vier yang belum terbuka untuk menerima keberadaan Aya sebagai istrinya.


Tapi menurut Vier memang bukan urusan nya dan tidak ingin ikut campur dengan usaha onlineshop yang sudah Aya kelola sejak lama dan itu sudah diketahui oleh vier juga keluarga Vier sebelum pernikahan mereka.


Setali tiga uang ayapun demikian dia yang tidak pernah ikut campur mengenai bisnis dan usaha dari suami dan keluarga dari Vier itu. Aya hanya tau jika suaminya adalah pemilik sebuah perusahaan besar dan ternama, yang bergerak dibanyak bidang. Demikian juga papa Indra tak kalah banyak usahanya, mama irene pun wanita yang memiliki bisnisnya sendiri.


Untuk rencana bisnis baru nya inipun, Aya tidak ingin melibatkan Vier dan juga keluarga Vier. Malah justru terkesan disembunyikan oleh aya. Entah apa yang ada dipikiran Aya. Yang pasti Aya mempersiapkan dirinya untuk segala sesuatu untuk masa akan datang. Baik buruk tidak ada yang tau, buat Aya cukup lakukan terbaik yang bisa dilakukannya.


Aya mulai menelopon asisten nya untuk memberitahukan bahwa dirinya tidak dapat datang ke toko hari ini. juga meminta asisten nya mengirim laporan penjualan ,keuangan, stok barang, tagihan-tagihan yang sudah jatuh tempo, maupun daftar pesanan yang harus Aya beli untuk para kastemer yang sudah memesan barang di onlineshop nya itu melalui email saja.


Juga mengirim pesan singkat ke beberapa orang lewat ponselnya untuk membatalkan janji temunya hari ini dan mengatur ulang jadwal pertemuan berikut nya, yang rencana ingin membahas rencana nya membuka bisnis WO.


Selesai membereskan kekacauan nya pagi ini, Aya teringat dengan tanaman hiasnya yang kemarin di belinya ' ya sudah lah, dari pada terus kesal karna Vier, aku juga bingung mau ngapain dirumah, mending Aku menyelesaikan menata tanaman hias ku di teras belakang.' kembali bersemangat menuju teras belakang




Dikamar Vier sudah selesai mandi, dia memutuskan untuk menuju ruang kerja yang ada dirumahnya.

__ADS_1


Dia harus menyelesaikan pekerjaan nya yang tertunda hari ini juga, karna besok semua nya itu harus di meetingkannya.


Tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 12 siang, alarm perutnya yang menyadarkan vier dari pekerjaannya, lalu memutuskan untuk menyudahi pekerjaannya untuk sesaat, saat dia mengisi perutnya yang sudah meronta-ronta. menutup laptopnya dan merapikan berkas-berkas pekerjaannya.


Vier mencari keberadaan Aya, karna dia tidak mendapatkan istrinya di kamar ataupun didapur. Tapi bi ima sudah memberi tahunya, kalo Aya saat ini sedang berada di teras belakang.


Vier pun Tak menunda melangkahkan kakinya menuju Aya berada. Setelah melihat keberadaan Aya, vierpun setengah berteriak "hooi, apa kamu tidak akan memasak untuk makan siangku, dan hanya akan kau habiskan waktumu mementingkan tanaman itu."


Bi ima memang tidak pernah masak untuk makan siang ataupun malam untuk vier selama ini. Karna kebiasaan Vier yang tak pernah makan dirumah, bahkan selama bi Ima bekerja menjadi ART dirumah vier, belum pernah sekalipun melihat tuannya itu makan dirumah.


"Berbicaralah yang baik pada istrimu, supaya kamu pun akan dihormati dan dihargai olehnya." sabar Aya menjawab Vier


Bingung mendengar jawaban Aya, vierpun berusaha tidak mengindahkan perkataan Aya, malah membuat laporan mengenai dirinya " Aku sudah lapar, masaklah untuk ku." alasan Vier untuk dirumah karna memang ingin mencicipi masakan yang dibuat oleh aya siang ini sebenarnya. Diindra pengecapnya vier masih jelas dalam ingatan nya akan rasa yang di dapatkan dari sarapannya pagi ini. Masih belum bisa move on kata anak muda jaman now.


"Baik, sebentar aku akan memasak untukmu. selagi menunggu aku memasak, coba lah kau lihat tanaman yang sudah aku rapihkan, aku tata itu, sungguh bagus kan." Menyombongkan diri berlalu menuju ke dapur dengan senyum puas dengan hasil kerjaannya.


'Hmmm boleh juga dia, menata tanaman nya dengan sangat apik' Vier menggelengkan kepalanya membuang pikiran nya tentang Aya yang tanpa sadar justru selalu kata pujian entah berapa kali terucap dalam pikirannya hari ini. Bahkan dia pun masih belum menyadari perkataan dalam percakapannya dengan Aya yang mulai menyebutnya suami dan istri untuk Aya.


Didapur Aya melai menyibukkan dengan menyiapkan, meracik bahan dan bumbu yang dibantu bi ima untuk membuat menu makan siang mereka. 1 jam akhirnya selesai juga pekerjaan Aya memasak. Ayapun menyuruh bi Ima memanggil vier untuk ma




" Kamu tau .... aku itu lapar banget , kenapa kamu begitu lama sekali memasaknya." pura-pura memasang wajah kesal , padahal matanya berbinar melihat yang dihidangkannya.

__ADS_1


Saat tengah asik menikmati makan siangnya dan hendak menyuapkan sendok kedalam mulutnya, tiba-tiba Hp Vier berbunyi. Vier meraih Hp dari kantong celana nya, melihat siapa yang menelponnya. Muncul nama Lana di layar hp, Vier pun Tak pake lama mengangkat panggilan tersebut.


Terdengar suara tangisan dari seberang sana, Vier pun panik, menghentikan aktifitas makannya.


__ADS_2