
Setelah mengantarkan minuman dan cemilan untuk Vier dan teman-temannya, Aya pamit pada Vier, Bobi dan andre untuk kembali keluar untuk bergabung dengan sodara yang lain. Cukup lama Aya pun berbincang-bincang dengan para tamu yang datang kerumah malam itu. Aya ngobrol banyak hal, bahkan sampai ada yang iseng pastinya, apa lagi kalo ga bercandaan yang ditujukan untuk Aya yang memang masih pengantin baru. aya pun dibuat malu hanya bisa senyum-senyum hingga terlihat merona di wajahnya.
Aya pun minta ijin mama irene dan papa Indra untuk lebih dulu masuk kekamar. "ma,pa...aya boleh masuk kamar lebih dulu?"
mama irene dan papa Indra menatap Aya," tentu boleh dong sayang." jawab mama irene tak lupa mengecup kening Aya. papa Indra mengusap kepala Aya,"baiklah nak, naik ke kamarmu ,istirahatlah," belum jauh Aya beranjak dari tempatnya,papa Indra kembali bertanya, "apa Vier Masih bersama dengan teman-teman nya ."
"Vier Masih diruang baca pa mereka masih ngobrol dengan Bobi dan andre, Aya barusan sudah kasih minum dan cemilan juga buat mereka. ma ,pa Aya permisi masuk kamar dulu ya." Aya berjalan
tak lupa sebelum itu Aya pun pamit pada sodara-sodara yang masih betah berlama-lama dirumah itu.
***
Pernikahan aya dan vier memang tidak didasari sama-sama saling cinta, suka, sayang. tapi apa yang di dengar Aya dari obrolan tadi antara vier Dan teman- teman, tetap lah membuat Aya cukup kesel, sebel juga.
'haaizzz ,,,,sebal juga aku dengar nya, untung cowo,cih. 'dengus aya. 'waaaa.. ya iya lah cowo masa aku nikah sama cewe,mikir apa aku.' Aya terkekeh tepok jidat sendiri.
'kalo aku yang gitu punya gebetan udah nikah masih ketemuan, udah pasti kamu mahluk cowo sebalnya ama yang namanya cewe sampai tingkat dewa. hufff. aku sumpahin kamu vier, satu saat ampe nangis-nangis ngejar cinta aku' sumpah serapah Aya dalam hati nyengir-nyenger geli sendiri dengan sumpah serapahnya.
__ADS_1
Tiba-tiba Aya teringat akan kehidupannya selama ini, seakan ingin sekali merutuki nasibnya. Tapi dia tidak mau melakukan, dia sadar perkataannya adalah Doa. Apa yang dipikirkan itu yang akan terikat pada dirinya. maka dari itu Aya selalau berlakukan posthink dalam hidupnya.
Aya merasa sedih sering kali jika harus mengingat semua-semua yang menimpa dirinya. Rasanya dunia ini selalu membuat aya lemah, harus merasa kecewa setiap kali ketika dia sedang merasakan bahagia, entah ada saja kejadian yang tak terduga, yaah... yang akhirnya mengubah kebahagiannya itu.
Masa remaja yang seharusnya bisa bermain bersama teman-temannya, ke mall atau taman hiburan, bioskop, tempat-tempat lain yang biasa dilakukan teman sebayanya, tidak aya lakukan. Tidak dengan Aya, dia habiskan untuk sekolah dan bekerja paruh waktu, karna tiba-tiba bisnis papa aya harus mengalami kebangkrutan.
Dua tahun lalu pun Aya harus merasakan kehilangan ,ditinggalkan oleh dua orang yang sangat dia sayangi, mama papa aya mengalami kecelakaan dan meninggal.
Dimana pernikahan, bagi banyak orang pasti membawa kebahagian, dan itu pun tidak dirasakan aya. Dalam pernikahan nya dengan Vier Justru dengan keterpaksaan.
Dalam diam didalam hati dan pikiran Aya terbesit kata-kata 'Terkadang aku merasa lelah dengan semua yang harus ku lalui, berat untuk ku, sungguh berat banget...apa rencana Tuhan sebenarnya , Tuhan masih ijinkan aku hidup, lewati semua....beri aku kekuatan lebih lagi buat hadapi semua. bersikap seperti apa aku terhadap Vier, yang sekarang menjadi suami dan masa depan ku.' tak terasa Aya pun meneteskan air mata
Malam semakin larut tapi belum ada tanda vier memanggil mengajak pulang kembali kerumah. Aya lalu beranjak keluar dari kamar dan menuruni anak tangga menuju ruang baca, hendak bertanya pada Vier. saudara dari keluarga Vier sudah tak terlihat lagi , yang berarti mereka semua telah pulang. aya melangkah menuju ruang baca yang vier pilih untuk sekedar ngobrol dengan Bobi dan andre.
"Maaf mengganggu obrolan kalian". suara tertawa dari Vier, bobi , Andre serentak dibuat berhenti dengan ketukan dari arah pintu, sesaat kemudia pintu terbuka, terdengar suara aya.
"apa kalian perlu aku bawakan minum atau cemilan lagi, aku akan bawakan untuk kalian kalo dibutuhkan. mmmm .... oiya Vier aku sa-samaa mau tanya, apa kita akan pulang atau menginap dirumah mama malam ini?"
Sontak semua melirik jam tangan mereka masing-masing.
"Udah malam banget ternyata, gak berasa, asik ngobrol kita...yuk ah balik, kasihan yang udah punya istri." dengan terkekeh menerima tonjokan dari tangan vier yang mendarat dipunggung Bobi. Andre pun menepuk pundak Vier bangkit berdiri ikut senyum - senyum.
__ADS_1
"eh kok...mmm bukan itu maksud ku. maaf kalo aku ganggu kalian. sungguh maafkan aku. lanjut saja kalo memang masih ingin ngobrol." dengan wajah masam tidak enak hati , Aya kawatir juga Vier marah nantinya sudah mengganggu keseruan mereka.
Vier pun beranjak dari tempat duduknya hendak mengantar Bobi dan Andre. sampainya dekat Aya berdiri dengan lirih dia berkata, " ngapain diam disitu ,Sanah kemasi barangmu ,kita pulang malam ini." berjalan berlalu Vier menghampiri Bobi dan Andre yang sudah hampir sampai didepan pintu rumah mama nya itu. "thank ya bro dah dateng , kan jadi aku ada temen ngobrol"
"sama-sama bro, btw lagian kalo buat ngobrol kan ada istri lu dirumah, ngapain dianggurin, kalo udah ga mau bilang aku aja bro, biar aku tampung dihidup aku" terkekeh celoteh Bobi asal disambut hantaman kecil Andre dipundak nya
"dasar lu ga bisa liat cewe cantik,,udah distempel itu,,istri orang Hoiii." Andre kembali menyonyor kepala Bobi dengan jarinya.
"Yuk udahan, jangan pake lama, takut ada yang udahan kebelet." kata Andre ngelirik Vier sahabatnya itu dan mengakhiri candaan mereka.
"bye"
"bye"
ucap bersamaan Bobi dan andre
.
.
.
__ADS_1
🥰 terima kasih untuk like nya.