GAERAH CINTA

GAERAH CINTA
15. Bergantian


__ADS_3

Ceklek


Terdengar Pintu ruangan dimana Vier sedang dirawat dibuka oleh seseorang , semua pun memalingkan wajah ke arah pintu tersebut. Bobi membukakan pintu, dia menahannya tetap terbuka dan meminta Aya untuk masuk terlebih dahulu. Terlihat Aya masuk dengan menenteng bungkusan ditangannya.


"Ma..Pa.." sapa Aya dan dihunjami mata vier karna benar-benar kesal. aya pun berusaha tidak terprovokasi tatapan Vier.


"Mama... papa ....kok belum makan. ini kotak makan nya masih utuh, Aya siapkan buat mama sama papa kok, atau ini mau makan roti yang Aya baru bawa,ma pa'" Meletakan roti yang baru di belinya, mengambil kotakan makan hendak di berikan ke mama irene dan papa indra. Tapi di hentikan oleh mama irene.


"Papa sama Mama makan dirumah saja, biar makanan itu untuk nak Bobi dan nak Andre saja. sepertinya mereka juga belum makan, iya toh Bobi , Andre kalian belum makan..." mama irene memutar matanya antar Bobi dan Andre.


"Kamu kenapa lama sayang ,tuh liat suamimu, uring-uringan terus. sudah gitu mogok lagi makannya. minta kamu yang suapin." seringai mama irene.


Wajah Aya tersipu malu sekaligus terlihat bingung mesti menjawab apa pada mama irene. karna Aya menyadari dirinya cukup lama mereka pergi.


"mama..." teriak vier


"Maaf Tante tadi dijalan macet sekali, cukup lama memakan waktu nya untuk pulang pergi jadinya" sanggah Bobi dengan muka datar menutupi kepanikan Aya, meyakinkan semua.


"Ok, sepertinya papa sama Mama harus pulang, masih ada beberapa pekerjaan yang harus papa urus, sekalian kita makan dirumah kalo gitu." papa Indra bangkit berdiri menghampiri Vier


"Ya sudah Vier, papa sama Mama pulang dulu, istirahatlah.(tepuk pundah Vier). Aya papa titip anak papa yang gayanya udah kaya pembalap ini ya, pake acara ngubut segala ngendarain mobilnya." ujar papa Indra tersenyum tipis.


Diagukkan oleh aya " iya pa. papa sama Mama hati - hati dijalan kalo gitu. kalo sudah sampai rumah kabarin Aya ya ma." ayapun mengantar mama irene dan papa Indra hingga pintu.


***

__ADS_1


"Kak ini, makanlah dulu." menyodorkan kotak makan ke arah Bobi dan Andre.


Bobi dan Andre kembali duduk dan menerima kotak yang hendak mereka makan .


"Aya kamu ga makan sekalian, masih ada satukan itu. ayo kita makan bersama."


"iya kak." Aya mengangkat kotak makannya.


Dengan tatapan sinis Vier " kalian kesini cuma mau pamer makan didepan ku hah, dipikir rumah makan apa, orang macam apa kalian ini." Bobi dan Andre menyeringai.


"Bodo amat gue laper." celetuk Andre


"Aya...." suara keras vier bikin Aya melirik padanya.


"apa" jawab Aya


"Kemarikan kontak makan mu" Bobi , Andre pun dibuat heran dengan kemauan Vier


"Bro , mau lu apa in makanan istri lo. dia belum makan " Tanya Bobi seakan tau apa yang akan Vier lakukan. Andre yang sudang memasukan makanan dalam mulutnya ikut melirik kearah Vier.


"Diem lo, makanan,, makanan istri gue suka-suka guelah." berusaha menyembunyikan kekesalan Vier pada sahabatnya itu yang berani mengajak istrinya pergi lama menurut Vier.


"sudah gapapa kak, kakak lanjutkan makan aja." Aya membawa kotak makannya mendekat pada Vier.


Vier menajamkan mata nya dan tanpa mengalihkan pandangannya pada Aya sampai benar-benar mendekat.

__ADS_1


"Apa guna kamu disini, cepat suapin aku."


"Vier..." teriak bobi Dan andre berbarengan


"cih" desah Vier yang ga ambil perduli dengan dua sahabatnya tersebut


"cepatan lama banget sih cuma nyiapin gitu aja, ga mau iya , keberatan." sewot Vier tetap pada tatapan nya ke Aya.


" Yang sewot siapa, bukannya muka kamu tuh yang lagi sewot." jawab Aya ga kalah kesal. yang udah pingin nyopot tuh mulut yang katanya jadi suaminya itu.


"Buruan buka mulutnya biar aku sekopin ni nasi ke kamu." Vier membulatkan matanya


"Ga ada sopon-sopannya sama suami". celetuk vier


"Kalo pingin disopanin, ya jadilah suami yang sopan sama istri. perlakuan kamu aja gitu." sanggah aya sambil menyuapkan nasi pada Vier Dan Vier pun makan


"sekarang suapin kamu sendiri, habis itu suapin aku lagi" kata Vier dengan nada rendah muka datar , kepalanya nya yang dipake buat kode dari sendok yang berisi makanan ke mulut Aya.


Aya diem mencoba mencerna maksd Vier, yang sejujurnya bikin ritme jantung Aya semakin kencang.


'waduh Jadi maksudnya bergantian nih..wah efek kecelakaan apa jangan-jangan kena hujan petir ya, bikin rada ke geser ini otak suami ku'


tapi ayapun menurut apa kata Vier.


Tanpa di ketahui Aya juga dua sahabatnya itu, tersungging senyum kemenangan diwajah vier, bahkan hampir tak terlihat itu senyum Vier. Bobi dan Andre pun hanya bisa geleng-gelengkan kepala mereka.

__ADS_1


__ADS_2