
*_^ Happy Reading ^_*
_______________________
Setibanya dirumah vier , mama irene , papa Indra , Bobi juga Andre , mereka semua duduk berkumpul diruang tengah. Sedangkan Aya dia langsung menuju kamar dengan membawa tas yang berisikan pakaian Vier selama di rumah sakit.
Memilah yang kotor untuk segera di taruh di keranjang supaya BI ima bisa langsung mengambilnya untuk di cuci. Sedangkan yang masih bersih di rapikan dan menuruhnya kembali kedalam lemari.
Tak butuh lama , Aya keluar dari kamar dan turun, dia hendak membuatkan minum dan menyediakan cemilan buat Vier Dan juga yang lain nya.
"ini kopi untuk papa, kak Bobi dan kak Andre ya. " ucap aya
"Dan ini untuk mama, aku samakan dengan Vier coklat panas. sementara no kopi, karna masih harus butuh istirahat. selamat menikmati semua. enjoy." meletakan minuman untuk mama irene dan Vier
"Cieee yang disayang istri , diperhatiin nya sampe segitunya." canda Bobi disambut gelak yang lain. Vier yang malu cuma menggaruk kepala yang tidak gatal.
"Sudah Aya sini duduk kamu pasti cape kan ? terlalu banyak yang kamu kerjakan, papa yang liat juga ikut cape rasanya." pinta papa Indra supaya Aya ikut duduk gabung berbincang dengan mereka. ada rasa bersyukur mendapatkan menantu yang sangat baik dan di rasakan memang cocok untuk Vier.
Tidak berasa obrolan mereka dari mulai mengenai pekerjaan, keluarga dan lain-lain hingga waktu menunjukan pukul 12 siang. Cukup lama ternyata mereka menghabiskan untuk berbincang. sampai ada yang merasakan lapar ternyata.
"Ssst..Aya...ya...Aya, aku lapeeeer." rengek vier sambil mengusap-usapkan perutnya. Aya yang duduk berjarak mengarahkan pandangan nya tersenyum geli kepada Vier kemudian melihat jam yang terdapat di ruang tengah tersebut.
Muncul ide canda Aya "apa laper ? minum air putih yang banyak pasti kenyang." Aya menghiraukan Vier
"eh?" Vier mengerutkan keningnya
__ADS_1
Aya berbisik pada mama irene. "Lihat anak mama cakep nya nambah kalo lagi kesel. Aya kedapur dulu ya ma siapkan masakan buat makan siang." suara tawa mama pecah sambil menatap anaknya yang memang terlihat kesal karna ulah menantunya tersebut.
membuat semua yang berada diruang tengah merasa keheranan akan ulah mama irene dan Aya.
"Kau kenapa ma, tertawamu sungguh lepas seperti itu, puas sekali sepertinya." ucap papa indra
"Tidak tidak lanjutkan saja obrolan kalian. aku akan membantu menantu ku menyiapkan makan siang buat kalian semua. a.a papa lihatlah anak mu sudah seperti singa kelaparan saja, sungguh sangat menggemaskan" mama berjalan sambil, kembali tertawa menuju ke dapur.
"Kamu masak apa sayang." tanya mama irene
"Mama ada ingin apa gak gitu, biar Aya buatkan." tanya balik Aya
"Mama sama papa si apa aja ok ya. suka semua pokoknya. memang kamu rencana mau masakin apa buat anak gantengnya mama itu."
"Mama perhatikan Vier ga seperti biasanya, dia sekarang terlihat lebih manja sejak dirumah sakit." ucap mama sambil mengingat kebiasaan Vier yang Tak pernah manja bahkan ke mama irene selama ini.
Dalam hati Aya terbesit rasa senang dengan apa yang mama irene ucapkan. Wajah aya merona bahagia, senyum pun merekah.
"Aya, benarkan yang mama bilang mengenai suamimu. kamu sudah mulai mendapatkan hati Vier. mama ga salah memilih kamu jadi menantu. Perhatian, baik, kasih yang kamu berikan begitu tulus mama lihat. terima kasih ya nak, sudah mau jadi menantu mama."
" Terima kasih mama sudah menjadikan Vier ada, merawat hingga besar bahkan menjadikan Vier milik aya, ma." mama mengusap puncak kepala Aya.
"iya sama-sama sayang, kamu juga sudah menjaga dirimu dengan baik dan jadi istri untuk Vier. hmm." kehangatan kasih sayang terpancar dari Aya dan mama irene.
"Udah kaya teletabis aja berpelukan kita ma. kapan masaknya ya." ketawa mereka berdua
Aya membuka lemari es melihat persediaan yang ada untuk memutuskan apa yang akan di masak untuk makan siang mereka.
"Ma gimana kalo Aya masakan sup jamur ayam campur tahu sayur dengan kuah seafood" Aya meminta pendapat mama irene
"sama telur Balur daging sapi" lanjut Aya
"mama si okey" sambil mengangkat tangan jarinya membentuk simbol ok
__ADS_1
"Letgo" mama menantu mengucapkan bersamaan membuat mereka saling berpandangan dan tertawa karna kekompakan mereka
Satu jam mama Irene, Aya dan Bu ima berkutat di dapur. Akhirnya selesai sudah menu siangnya. sudah ditata dimeja makan, hanya tinggal memanggil sang pujaan hati Aya dan mama irene, Bobi dan Andre.
Tepat si singa lapar tiba-tiba sudah muncul berdiri di depan meja dapur, siapa lagi kalo bukan vier. Langsung memposisikan diri, matanya sudah berbinar , bergantian memandang hasil masakan dan juga istrinya, tertegun.
"e..eeeeh mau ngapain. enak aja main duduk. panggil papa dan teman-temanmu dulu untuk segera makan bersama." cegah mama ketika melihat Vier yang sudah langsung duduk dengan tangannya meminta piring pada istrinya.
"Bi.. itu sana bibi aja yang kasih tau sama yang lainnya." langkah bibi dihentikan aya
"BI biar Aya saja yang panggil, bibi tolong siapkan piring sendok dan lainnya ya." Aya menuju ruang tengah
saat Aya sedang memanggil papa juga Bobi dan andre, mama semakin dibuat heran dengan sikap anaknya itu si vier. yang pasti si lebih ke arah positif. terbit senyuman ada kebahagiaan sendiri, dan mama hanya bisa memandang saat ini, tanpa ingin merusak moment langka yang Vier tunjukan.
"Bapak, mas -mas maaf ya menunggu lama, silahkan hidangan untuk makan siang sudah siap tersedia." gestur tubuh dan tangan Aya memperagakan seperti seorang pelayan sebuah restoran.
"Terima kasih mba, ayo mari silahkan tunjukan pada kami. saya sudah tidak sabar untuk menikmati hidangannya." Bobi Andre tertawa melihat tingkah papa Irene dan aya
.
.
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca ceritaku. Terlebih lagi yang udah tinggalkan jejak like 👍 nya 🥰😘 tq love u all.