GAERAH CINTA

GAERAH CINTA
4. Rencana H1 Aya


__ADS_3

Aya terbangun seketika, alarm dari ponselnya berbunyi, dia tidak ingin membangunkan suaminya dengan bunyi alarm itu. Aya pun sebenar nya memasang alarm dengan bunyi lirih, cukup dia yang mendengar pikirnya.


Aya melihat ke arah Vier yang masih tertidur. 'selamat pagi Vier, semangat pagi suamiku.' sambil tersenyum dia berkata dalam hatinya.


Aya beranjak dari tempat tidurnya, berjalan kearah balkon yang ada di kamarnya. Aya menarik napas dalam, menghirup udara pagi dan menghembuskan nya, ujar Aya lirih.


"Selamat pagi dunia, selamat pagi aya ..., nikmati hari mu, lakukan hal yang baik- baik...cayo Aya" sambil meregangkan badan Aya melakukan itu


"senyum Aya , senyum yang manis biar harimu juga manis" guman Aya lagi dengan lirih.


Aya melangkahkan kaki menuju kekamar mandi, membuka seluruh pakaiannya, dan membiarkan air hangat membasahi seluruh tubuhnya, meneteskan sabun cair dan memainkannya dengan kedua tangan Aya hingga berbuih lalu Aya mengusapkan keseluruh tubuh, dengan memberi pijatan-pijatan ringan lalu membasuhnya kembali dengan air hangat yang mengalir dari shower.


Yoiiii ... Aya hanya ingin memanjakan tubuh dengan cara nya sendiri.


Setelah selesai mandi Aya menuju ke lemari pakaiannya. dia memilih pakaian santainya, sebelum Aya turun untuk memulai hari nya dengan memperhatikan rumah yang memang belum dia pahami.



Ya hari ini Aya memulai dengan, ingin memahami kondisi ataupun kegiatan apa saja yang ada dirumah Vier dari pagi hingga malam nanti.



Saat sedang menuju ke bawah sesampainya di tangga Aya mendengar suara. ayapun melangkah menuju sumber suara.


Ternyata di dapur sudah terdapat seorang wanita paruh baya, sibuk menyiapkan semua bahan yang akan diolah pagi. Aya pun menghampirinya, tanpa bermaksud mengejutkan wanita tersebut.


"Pagi, mmm aku cahaya panggil saja aya, saya istri Vier." dengan menunjukan senyumnya Aya menyapa wanita tersebut.


"Pagi non, saya bi ima, biasa saya datang jam 9 pagi tapi mulai hari ini kami akan datang jam 6 pagi, untuk memulai siapkan sarapan pagi nona dan Tuan Vier. Dan itu suami bibi ada didepan sedang membersihkan mobil yang akan dipake Tuan ,non." terang bi ima sebelum Aya bertanya lebih lanjut

__ADS_1


"oooh ....iya, terima kasih ya Bi. Ada Aya malah jadi repotin bibi yang harus datang lebih awal." Rasa tak enak pada Art nya tersebut.


Ayapun banyak berbicara dan bertanya seputar tentang bibi, suaminya dan semua rutinitas dirumah yang sekarang ia tempati bersama suaminya. Juga tidak lupa pastinya tentang keseharian Vier yang Aya tanyakan.


"Bi, biasanya Vier sarapan apa ?" tanya aya. yang langsung dijawab bi ima,


"Tuan Vier sebenernya ga pernah rewel non soal makanan. tapi sering nya si minta disiapin roti oles atau roti isi aja non sama minum susu atau coklat, kalo sedang ingin sarapan. Lebih banyaknya, bahkan malah hampir tiap hari seringnya melewatkan sarapan. pokoknya ga pernah makan dirumah non. makan malam pun jarang sekali bibi siapin. Karna Tuan Vier memang selalu pulang larut malam." kata bibi Ima menjelaskan. Aya hanya mengangguk-angukkan kepala.


Pagi ini Aya banyak sekali bertanya pada bi ima, karna dari dia lah Aya bisa mendapatkan info seputar apa saja kegiatan dan bagaimana keadaan rumah yang mulai Aya tinggali bersama Vier. dan sama bi Ima juga Aya merasa lebih nyaman buat bertanya seputar rumah. tau sendiri lah yaa,,,Vier pasti ga akan suka ditanya-tanya.


*


Dikamar Vier yang sudah terbangun mendapati samping nya sudah tidak ada Aya, dengan tampang tidak perduli nya Vier langsung menuju ke kamar mandi. Yang pasti Vier pun terbiasa bangun pagi, karna ada rutinitas yang biasa dia lakukan di pagi hari. Hanya menyeka mukanya dan menggosok gigi, Vier mengganti baju nya dengan baju yang biasa di pake untuk gym setiap pagi.


Vier turun, dari jauh dia melihat Aya sudah berada di meja dapur. Dia terus berjalan ke satu ruangan, dimana Vier pake untuk ruang gym nya.


Aya menoleh ke arah Vier, lagi-lagi hanya bisa memandang. ya akhirnya memutuskan untuk Aya kembali memperhatikan bi ima.


"ini air minummu Vier" ya karna Aya sudah tau apa-apa yang bakal Vier lakukan setelah gym nya itu. Vier pun menerima tanpa banyak bertanya pada Aya, malah lebih terkesan dengan wajah tak peduli nya.


Masih ada untungnya si dari sikap Vier "iya makasih" itu terucap dari mulut Vier setelah menerima air minum yang di berikan Aya.


Vier kembali kekamar untuk membersihkan diri dan bersiap2 untuk berangkat ke kantor.


Aya mengikuti Vier masuk kamar setelah beberapa saat.


Vier keluar dari kamar mandi dan dia melihat Aya yang juga sudah dikamar sedang berdiri didepan lemari pakaian Vier.


__ADS_1


"Ngapain kamu buka-buka lemariku." cecar Vier dengan tak suka


"Aku bantu siapin pakaian kamu ... gapapa kan" jawab Aya dan tanya nya lagi


"ga ada acara khusus atau penting kan,,,hari ini ,yang mengharuskan kamu pake baju dengan warna tertentu?" tanya aya sedikit kawatir karna terlalu banyak bertanya pada Vier.


"Hmmm, ga ada" jawab Vier dengan wajah datarnya.


"Kamu lagi cari perhatian ku hah, asal kamu tau aja, itu gak akan merubah perasaanku tuh sama kamu. Gak akan!!!". tegas Vier


Aya hanya diam karna dia enggan berdebat ataupun tidak ingin terprovokasi ucapan Vier. Menurutnya terlalu pagi kalo harus memulai paginya dengan hal-hal, ya yang seperti itu. Karna akan berpengaruh negatif pada nya, sepanjang hari nya nanti.



Aya meletakan pakaian yang akan di kenakan Vier Pagi ini di atas tempat tidur, berjalan keluar sambil berkata, "baju diatas tempat tidur ya, aku tunggu di meja makan buat sarapan ok." tanpa menjawab vier terus sibuk mengeringkan rambutnya yang masih basah.


Tenang tanpa suara Vier Dan Aya menikmati sarapan pagi mereka. selesai Vier pun bangkit berdiri, Aya lagi-lagi berkata "sepatu dan kaos kakimu sudah aku siapkan"


"Hmm makasih" saut Vier Dan langsung berangkat.


senyum aya...sabar!!!!Faithing


.


.


.


.

__ADS_1


.


Terima kasih masih setia membaca, dan terima kasih untuk like nya ^_*


__ADS_2