GAERAH CINTA

GAERAH CINTA
20. Bergejolak


__ADS_3

*_^ Happy Reading ^_*


______________________


Setelah selesai makan tak lama papa mama , Bobi juga Andre akhirnya pamit untuk pulang. Vier sudah berada di kamarnya duduk bersandar di atas kasur sambil sibuk dengan laptop dan Ponselnya.


Aya masuk kamar membawa air minum dan obat yang harus diminum vier. aya menghampiri Vier yang terlihat sibuk dengan laptopnya.


"ehm...baru ngapain sampai ga mau lihat siapa yang masuk." Aya meletakan obat dan air minum meja dekat tempat tidur


"Memang siapa lagi yang bakalan masuk, selain kamu." tanpa mengalihkan pandangan mata Vier menjawab


"Hohoi saya lock jawaban anda." sambut Aya dengan meyakinkan itu sebagai doa bahwa selamanya kamar ini menjadi milik mereka berdua.


Menyadari sedang di pandang oleh sang istri


"apa, kenapa, baru sadar suamimu tampan hah."


Aya menggelengkan kepalanya "entahlah, aku berharap yang didepanku memang benar suami pangeran tampanku." kekeh Aya


"nceh" Vier mencabik kan mulutnya

__ADS_1


"minum obat dulu yuk,,, ini minum nya." menyodorkan obat ke mulut Vier kemudian air minum


"Harus sekarang banget ya kamu mengerjakan pekerjaan mu itu. Gak ingin istirahat dulu Vi." tanya aya


"eh ?" Vier memelengkan kepala merasa ada yang aneh dengan panggilan Aya pada nya.


"Aku ngantuk, aku ga nemenin kamu kerjain itu, suka-suka kamu aja kalo mau lanjut kerja." malu salah tingkah Aya menyadari Vier yang keheranan menatap nya


Muncul ide usil Vier melihat keanehan dengan sikap Aya, ya benar adanya, Aya malu pada diri sendiri, menutupi badan dengan selimut dan posisi tidur memunggungi vier. "ssstt...ay...kamu ga sedang menyuruh aku berhenti kerja buat nemenin kamu bobokan." smirk vier


Aya yang mendengar Vier mengubah panggilan untuk dirinya, juga ucapan vier yang dia bisikan dekat sekali ditelinga aya, membuat perasaan aya semakin tidak menentu dibuatnya. suhu tubuhnya meningkat, kulitnya meremang, aya semakin mengeratkan selimut dan memperdalam tubuhnya masuk dalam selimut.


Vier semakin semangat menggoda melihat Aya bertingkah demikian. Menutup laptop nya dan meletakan nya di meja samping tempat tidurnya.


"Vier Apaan si kamu" berusaha menyingkirkan tangan Vier Dari pinggangnya dan spontan membalikkan badan ke arah Vier. Dan hasil semakin memerah muka aya karena saat itu wajah mereka begitu dekat saling berhadapan.


Vier yang rencana awal hanya menggoda pun ikut terkejut dengan Aya yang tiba-tiba membalikkan badan.


cup


Reflek Vier langsung mencium tepat bibir merah tipis Aya tanpa aba-aba.

__ADS_1


"Vier.. Kamu" buru-buru kembali membelakangi vier


"Hei apa kau marah." menghilangkan kecanggungan Vier bertanya pada aya. Aya menjawab hanya dengan menggelengkan kepalanya karna tidak ingin Vier melihat dirinya malu.


Vier yang terjebak dengan perasaan nya saat ini entah apa, memberanikan diri memegang lengan berusaha membalikan badan Aya menghadap pada nya.


Entah apa juga yang Aya rasakan, seolah terhipnotis diapun mengikuti tangan vier. Dengan posisi kepala dia tekuk kedalam seolah ingin ditenggelamkan dalam-dalam ke dada Aya sendiri.


Vier memegang dagu dan mengangkat wajah Aya lembut supaya memandang padanya. dia tersenyum penuh ketulusan penuh pengharapan seakan meminta ijin dari si empunya.... menatap lekat istrinya dari mata hidung pipi. ketika mata Vier kembali menatap tepat bibir merah aya. Berlahan bibir Vier mencium bibir Aya.


Tidak ada penolakan dari Aya, Vier semakin berani untuk mencium lebih dalam lagi. Bahkan posisi Aya sudah dibawah tubuh Vier meski belum sepenuhnya. Vier ******* bibir Aya. tangan Vier memegang tengkuk Aya, ciuman mereka semakin memanas, ketika akhirnya Aya pun membalas ciuman Vier, di melingkarkan tangannya pada leher suaminya tersebut. fix Vier sudah menindih Aya sempurna.


Menghentikan cumbuan di bibir aya, lagi- lagi Vier mengangkat wajahnya memberikan jarak dengan wajah istri, kemudian mengulas senyum yang penuh arti, penuh harap juga GAERAH.


Vier semakin terangsang untuk melakukan dan menginginkan hal yang lebih lagi . Tak puas bermain hanya dibibir, Vier menciumi leher aya, meninggalkan tanda disana.tubuh Aya semakin meremang bergetar, gejolak menerima sensasi kenikmatan yang diberikan Vier pada nya.


Vier menarik tubuhnya, menjauhkan dari Aya, menghentikan aksi cumbuannya, Aya pun menggigit bibir bawahnya, berusaha menahan diri yang sudah meremang, menatap sendu wajah Vier.


"aku ma-u, a-ku menginginkanmu, sekarang....boleeeh?" Dengan menampakan wajah kelembutan dan sayu, akibat menahan gejolak GAERAH dalam dirinya yang mulai menuntut.


.

__ADS_1


Trimakasih sudah membaca novel ku. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya dengan like juga komen. terlebih memberi vote...aww aku suka. cu *_^


__ADS_2