
Selesai makan Bobi dan Andre pun berbincang-bincang , bercandaan bahkan terdengar tawa keras dari mereka bertiga. tanpa ingat mereka sedang berada di ruang rawat inap rumah sakit, ayapun ngenggan menegur mereka.
Enggannya Aya ada sebab, Aya, dia asik dengan ponselnya, membuka aplikasi bacaan kesukaannya, dimana menyuguhkan berbagai macam cerita dari si penulisnya dari drama, fantasy ataupun lainnya.
Cukup banyak bab yang sudah dibacanya dari cerita yang sedang iya baca, Aya pun mengambil kotak roti yang dibeli nya tadi.
"ini roti kak dimakan, dicobain ya, ini air mineralnya." Aya mempersilahkan teman-teman Vier supaya mencicipi roti.
"Hei, istri ga sopan, suamimu yang sakit malah tidak kau perhatikan, malah laki lain,nnceeh." lagi-lagi Vier mendecah kesal pada Aya.
Dengan sebal Aya memalingkan wajahnya menyunggingkan senyuman untuk menutupi wajah kesal pada Vier.
"uuu ... iya ya kenapa jadi lupa sama suami yang sakit, ini rotinya,mau ku suapin juga suamiku, ayo aaaa ." sambil menahan geram
"Yang kalo lagi senang apa lagi kalo lagi sama cewe lain ga inget punya istri." Vier membulatkan matanya, bikin Aya pun menundukkan sedikit kepala dan tak berani menatap Vier, yang pada akhirnya membuat kesunyian sesaat.
Bobi dan Andre pura-pura tak ingin mendengar pembicaraan sahabatnya itu dengan sang istri, mengalihkan nya dengan mengambil roti tersebut. "Aya kamu ga makan rotinya , enak loh ternyata, cobain juga siii." Bobi berusaha memecahkan kediaman yang terjadi
"Makasih kak , Aya pilih makan salad buah nya aja bentar setelah suapin bayi besar dulu , dari tadi udah ngiler aja niih pengen memakan salad." Bobi mengangguk-anggukkan kepala
Muncul ide usil vier deh ke Aya. "aku ga mau makan roti, aku mau salad buah, berikan itu padaku ."
"Vier Kamu..." teriak Aya
"apa .. yang sakit kamu atau aku" bantah vier
"apa hubungan nya dengan sakit, itu salad aku yang mau", dengus Aya ga ingin berbagi
__ADS_1
" Ya ada lah, kalo sehat aku bisa beli itu salad sendiri. buruan berikan salad itu ..ahh suapin juga aku." smirk Vier
"Tidak, aku tidak akan berbagi dengan mu. Tunggulah kamu sehat , biar kamu bisa beli sendiri dan makan sendiri." Aya tak mau kalah
"Ayaaa...." teriak Vier
"apaaa, teriak-teriak kamu pikir ini hutan. suaramu itu mengganggu pasien lain.nceh." Aya membuang muka ke arah lain karna Vier menatapnya dengan tajam.
Pikiran Aya 'selalu saja melihat ku seperti itu, ingin aku ganti matanya dengan mata panda, biar bulet besar tapi kan ga bikin sebel mandangnya. kalo ini malah bikin jantung dan pikiranku kemana-mana...ups' reflek Aya menepuk kepala nya sendiri menepis apa yang dipikirkan.
'Ga, ga boleh aku lanjutkan pikiran konyolku, ga boleh. aku ga mau kalo aku jadi lemah, bermain dengan perasaan ku. hehhh memang perasaanku seperti apa , aku aja ga tau. Bodo... bodo....bodo, ' menggelengkan kepala berharap bisa merontokkan pikirannya
Vier yang sedari tadi memandangnya ikut geli dengan tingkah istrinya tersebut.
"Aya" sekali lagi Vier memanggil istrinya , tapi dengan suara yang sedikit diturunkan.
"hmm" Jawab singkat aya
"ini, makanlah kamu benar-benar menyebalkan. ini makan." menyerahkan kotak saladnya "makanlah sendiri, tangan mu tidak terluka kan dan masih bisa kau pake." Aya hendak melangkah kembali duduk di sofa
" Mau kemana kamu." tanya Vier
" Duduk , memang mau kemana." jawab Aya tanpa memandang Vier
" Duduk disini , siapa yang suruh kamu kesana." perintah Vier
"nceh" decah Aya mengikuti kemauan Vier
__ADS_1
Vier membuka kemasan dari salad, dia mulai menyendokkan.
"Buka mulutmu" Vier menyodorkan sendok ke mulut aya
"Tidak untuk mu saja, aku bisa membelinya lagi besok." Tolak Aya
"Kamu senang sekali membantahku, ikuti saja yang ku katakan, apa sih susahnya." ucap Vier " aaaa..Buka mulut mu sekarang." ayapun mengalah
Vier Dan Aya berbagi lagi akan makanan, tapi dengan posisi yang berbeda. Vier yang menyuapi Aya kali ini. Dan dengan entah apa yang dipikirkan dan dirasakan masing-masing oleh Vier Dan Aya.
"Kamu ga akan kasih kerjaan buat aku kan sehabis ini Vier." mengangkat kedua alisnya Vier mencoba menangkap apa yang dimaksud aya. "kamu ga akan suruh aku berjalan kaki untuk membeli lagi saladnya kan." mereka berdua menghabiskan salad tersebut hingga tak tersisa. tanpa perduli sahabatnya Bobi dan Andre menginginkan juga atau tidak salad mereka.
"hmmmm aku pikir itu ide bagus, kau mengingatkan nya padaku." senyum lebar Vier
' haiiizzzz mati aku , kenapa malah kasih ide gila gitu siiih. bikin lubang kubur sendiri namanya ,,arrgh'
"Tidak , aku tidak akan mau melakukannya." sambil bertolak pinggang Aya melototkan mata pada Vier, yang pasti tidak membuat Vier takut malah membuatnya geli
"udah kaya obat nyamuk aja nih kita, mana bikin baper pake suap-suapan depan kita, belum lagi pake drama segala tuh mereka. kita tinggalkan saja yuk Bob mereka." ucap Andre memandang ke bobi
"iya sepertinya udah sehat tuh Bangor, ga perlu kawatir lagi kita. ayo kita pulang, ngapain juga kita disini." saut bobi
"cih.sialan kalian" dengus vier
.
.
__ADS_1
.
thank sudah setia membaca, jangan lupa kasih like nya ya ^-°