
^_Happy Reading_^
_________
"Hari ini hasil check up kamu akan keluar kan. Kita berdoa hasilnya bagus ya." ucap Aya tak menghentikan tangannya menyiapkan sarapan untuk Vier
"Hem" melirik mata Vier yang Tak sabar menunggu sarapan yang dibuatkan Aya untuknya.
"Jadi paling tidak besok kamu dah boleh pulang ya kan. syukur-syukur bisa hari ini " harap Aya dengan senyum tulus
"Ayooo dong, aku dah laper ...wah nasi tim, iya kan aku bener. eet tapi sini aku tes rasa dulu,,,,ga enak aku muntahkan ni, ga mau perutku jadi mual karna makanan ga enak" dengan gaya Vier tak mau terlihat excited oleh aya
Aya yang melihat tingkah Vier suaminya hanya mencabikkan mulutnya 'nceh..suka bergaya, awas aja kalo habis, aku cium juga tuh mulut yang bawel biar mati rasa, et dah ni hati ngedumel pikiran bertingkah pake kasih hukuman cium, ngarep banget dasar otak mesum' guman Aya dalam hati senyum sendiri
"Hei kenapa senyum-senyum sendiri, mikirin apa kamu" selidik Vier
" heh ,,aku,,mmm itu,,anu." gagap Aya
"Anu itu anu apa, anu siapa" gemas vier
"Bukan urusan kamu, udah makan tuh nasi tim nya, bawel" sewot Aya menjauh dari vier
"Vier.." panggil Aya
"hmm" mulut vier yang masih penuh dengan makanan
"Katanya mau tes dulu, kenapa udah tinggal setengah aja itu nasi tim nya, hilang kemana, dibantu jin mana kamu nyicip nya" Aya yang sontak kaget dengan apa yang dilihat
__ADS_1
"wah cium beneran deh tuh mulut" Guman Aya lirik tapi tetap terdengar oleh vier
Vier tersedak mendengar apa yang Aya gumankan. aya menyodorkan minum pada vier
"Kenapa, pelan-pelan, udah jangan berebut sama itu jin." kata Aya
"kamu tadi bilang apa" tanya Vier
"Pelan-pelan?" Aya memelengkan kepala
"Bukan sebelumnya" tanya Vier lagi
"apa an, Jin mana?" ucap Aya belum sadar guman nya didengar vier
"mendekatlah...sini mendekat." perintah Vier
ayapun mendekat, tiba-tiba Vier memegang tengkuk leher Aya dan
cup
Aya mematung sejenak dia terkejut dengan apa yang Vier baru saja lakukan.
"Kenapa muka kamu , aku yang sakit , muka kamu yang merah." tanpa rasa dosa Vier menghabiskan sarapannya
"Habis, minum nya dong tolong." pinta Vier
"Yaaaa , aku minta minum , bengong aja." teriak Vier
Dengan perasaan yang campur aduk ga karuan, dan dengan wajah menunduk malu ayapun memberikan Vier minum.
"Udah ga usah pikir yang aneh-aneh cuma gitu aja, kamu juga yang penginkan, jangan pura-pura" ucap Vier santai
" Ya ..tapi kan" sanggah Aya
"Tapi apa..hem??" Vier membulatkan matanya
__ADS_1
"Kasih aba-aba gitu, biar.." Aya masih salah tingkah
"Biar apa.." goda Vier semakin gemes dengan tingkah Aya
"Bawel " Pura-pura kesal Aya hempaskan kaki menjauhi Vier duduk di sofa
'Mang vier bisa baca pikiran ya,,,kan aku ga kasih tau dia ,,,, kan aku ga siap gitu,,,kan ga bisa ngebalas ciumannya.hahaha apaan si ini otak,... tapi baguslah jadi ga perlu aku yang mulai' dengan polosnya Aya berkata dalam hati
***
5 hari berada di rumah sakit, dengan sabar aya merawat, melayani Vier. Hari ini Vier akhirnya di ijinkan dokter untuk pulang kembali kerumahnya. Semua pemeriksaan dirinya sudah menyatakan bahwa Vier baik-baik saja.
Tidak ada cedera yang parah. Dan saat ini dikamar ruang inap Vier sudah berkumpul , ada mama irene, papa Indra juga dua sabahatnya. Menjemput Vier untuk pulang kerumah.
"Vier, Dari rumah sakit apa kamu mau balik ke rumah mama papa aja, biar mama bisa bantu Aya merawat kamu." tanya mama irene
"Ma, ga denger kata dokter, aku kan baik-baik aja. udah ga perlu dirawat banyak orang ma. Biar cukup aya aja ma." tolak vier
"Lagian aku ga akan betah lama-lama dirumah ma. Toh aku sudah tak apa-apa, akan secepatnya masuk kerja ma." ucap Vier lagi
"Loh tapi kan ka__." perkataan mama terpotong oleh papa Indra
" Sudah ma, biarkan Aya yang merawat Vier sendiri. Menantumu itu bisa diandalkan." sambil mencolek mama irene, memberi kode
Vier mengernyitkan keningnya melihat tingkah papa nya yang mencurigakan menurutnya.
Aya masuk kekamar setelah tadi dia menyelesaikan semua administrasi selama Vier dirawat dirumah sakit tersebut.
" Yuk semua udah beres. pakaian, barang semua udah dimasukkan mobil, coba aku cek ya sebentar pastikan ga ada yang tertinggal. oiya semua administrasi juga udah kelar. fiiuuhh..... akhirnya ." napas lega di keluarkan Aya sambil senyum tipis memandang Vier dan semua yang ada didalam kamar menunjukan rasa senangnya.
Mereka akhirnya pun berjalan keluar dari rumah sakit menuju tempat parkir dimana mobil papa Indra, Bobi dan Andre berada.
Vier satu mobil dengan papa dan mama nya. Bobi dan Andre mengikuti nya dari belakang menuju kerumah Vier.
.
__ADS_1
.
Terima kasih sudah membaca novel pertamaku ini. Maaf kan karna masih banyak kekurangan dan salah-salah kata. juga untuk like dan komentar nya tq banget ya. cu ^_°